Ini Alasan Pecandu Narkoba Bisa Alami Pneumonia Aspirasi

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
benda asing masuk ke paru paru, narkoba

Halodoc, Jakarta - Jangan salah mendiagnosis, pneumonia dan pneumonia aspirasi merupakan masalah kesehatan yang berbeda. Pada pengidap pneumonia aspirasi, penyakit ini akan terjadi ketika pengidap menghirup makanan, asam lambung, atau air liur dan masuk ke dalam paru-paru. Pneumonia aspirasi juga dapat terjadi ketika adanya benda asing masuk ke dalam paru-paru, seperti narkoba. Narkoba akan membawa bakteri dan mengendap pada paru-paru, akibatnya pneumonia aspirasi akan terjadi.

Baca juga: Waspada Komplikasi yang Diakibatkan Pneumonia Aspirasi

Apa Alasan Pecandu Narkoba Bisa Alami Pneumonia Aspirasi?

Kemampuan paru-paru akan terganggu ketika paru-paru telah terkontaminasi oleh bakteri berbahaya dalam jumlah besar dan disertai dengan benda asing seperti narkoba. Hal ini merupakan penyebab utama terjadinya pneumonia aspirasi. Selain itu, beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengidap pneumonia aspirasi, antara lain:

  • Mengidap penyakit parkinson, yaitu penyakit saraf yang memengaruhi bagian otak yang berfungsi mengkoordinasikan gerak tubuh.

  • Mengidap multiple sclerosis, yaitu kondisi imun yang memengaruhi sel saraf dalam otak dan tulang belakang.

  • Mengidap myasthenia gravis, yaitu penyakit autoimun kronis yang menyebabkan kelemahan otot. 

  • Mengidap kanker esofagus, yaitu penyakit yang terjadi akibat pertumbuhan abnormal jaringan epitel pada kerongkongan (esofagus).

  • Mengidap kanker tenggorokan, yaitu tumor ganas yang tumbuh dan berkembang di area tenggorokan.

  • Mengalami luka pada kerongkongan akibat terapi radiasi.

  • Mengidap penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), yaitu peradangan pada paru yang berkembang dalam jangka waktu panjang.

Baca juga: Perlu Tahu, Kondisi yang Bisa Menyebabkan Pneumonia Aspirasi

Agar Terhindar dari Pneumonia Aspirasi, Kenali Gejala Berikut

Mengalami batuk-batuk setelah makan merupakan gejala utama pada pengidap pneumonia aspirasi. Selain itu, gejala umum yang terjadi pada pengidap pneumonia aspirasi, antara lain:

  • Napas berbau.

  • Mengalami nyeri dada.

  • Napas mengeluarkan suara mengi.

  • Mudah berkeringat.

  • Mudah merasa lemas.

  • Kulit berubah membiru.

  • Mengalami kesulitan ketika menelan minuman dan makanan.

Pengidap pneumonia aspirasi bisa saja tidak mengalami gejala yang disebutkan di atas. Pada pengidap dengan kondisi ini, biasanya gejala meliputi demam, mual, muntah, penurunan berat badan, serta pusing. Jika hal ini terjadi, dokter ahli pada aplikasi Halodoc siap membantumu di mana pun dan kapan pun. Segera download aplikasinya, ya!

Jangan Sampai Mengidap Pneumonia Aspirasi, Berikut Upaya Pencegahannya!

Upaya pencegahan yang dapat dilakukan agar terhindar dari penyakit pneumonia aspirasi, antara lain:

  • Bagi pengidap pneumonia aspirasi yang kesulitan menelan, fisioterapi dapat dilakukan.

  • Hindari konsumsi makanan dan minuman yang berlebihan.

  • Bagi orang yang tengah mengalami masalah kesehatan dan hanya bisa berbaring di tempat tidur, jangan lupa untuk meninggikan tempat tidur ketika makan atau minum.

Upaya pencegahan dapat dilakukan jika pneumonia aspirasi yang dialami masih dalam tahap yang normal. Jika pneumonia aspirasi yang dialami tergolong parah, biasanya dokter akan menyarankan untuk melakukan rawat inap untuk memantau perkembangan penyakit. Jika penanganan yang dilakukan tidak memberikan perkembangan yang lebih baik, biasanya dokter akan menyarankan pengidap untuk melakukan prosedur pembedahan. 

Baca juga: Batuk Berdahak Hijau, Hati-Hati Gejala Pneumonia Aspirasi

Untuk itu, segera diskusikan dengan dokter jika kamu mengalami sakit pada dada, mengalami panas dingin, demam, napas berbunyi mengi, serta mengalami sesak napas. Pengobatan yang dilakukan akan mencegah kamu mengidap komplikasi lanjutan, seperti bronkiektasis dan abses paru. Jika komplikasi sampai terjadi, saluran pernapasan akan gagal menjalani fungsinya dan menyebabkan pengidap pneumonia aspirasi kehilangan nyawanya.