• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pemakai Behel Perlu Perhatikan Ini

Pemakai Behel Perlu Perhatikan Ini

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Semua orang pasti menginginkan gigi rapi dan menarik, karena dapat meningkatkan kepercayaan diri. Walau begitu, tidak semua keinginan dapat sesuai dengan kenyataan. Bukan tidak mungkin gigi kamu ternyata tumbuh dengan tidak rata, sehingga dapat menurunkan kepercayaan diri.

Untuk mengatasinya, penggunaan kawat gigi atau behel biasanya dilakukan. Selain membuat gigi menjadi rapi, kamu juga akan merasakan salah satu bagian mulut tersebut menjadi lebih mudah dibersihkan. Meski begitu, beberapa hal harus diperhatikan ketika menggunakan behel. Berikut pembahasannya!

Baca juga: Pakai Behel Gigi, Ini Perawatan yang Dapat Dilakukan

Hal yang Perlu Diperhatikan saat Menggunakan Behel

Gigi yang bengkok dapat menjadi masalah bagi banyak orang dan dapat menurunkan kepercayaan diri. Kelainan ini dapat terjadi disebabkan pertumbuhan gigi yang tidak normal. Maka dari itu, seorang anak yang telah memeriksakan giginya sejak dini dapat diawasi perkembangannya ketika menuju gigi dewasa.

Segera setelah gigi permanen mulai muncul, pertumbuhan dan pembentukannya dapat diperhitungkan agar tetap sehat. Apabila diperkirakan gigi akan tumbuh membengkok, maka masa kanak-kanak adalah waktu yang tepat untuk memulai tindakan perbaikan dengan cara penggunaan behel. Hal tersebut disebabkan jaringan yang lebih lunak dan fleksibel dibandingkan orang dewasa.

Selain itu, setelah pemasangan behel dilakukan, rasa nyeri dan linu merupakan hal yang umum terjadi. Hal tersebut disebabkan organ mulut dalam penyesuaian karena gigi mendapat gaya tarik oleh kawat, sehingga gusi lebih rentan mengalami peradangan. 

Terlebih lagi apabila terjadi gesekan antara kawat gigi dengan pipi bagian dalam, bibir, dan mulut, yang dapat menyebabkan sariawan. Maka dari itu, untuk mengurangi rasa sakit dan mencegah terjadi dampak buruk akibat pemasangan behel, berikut beberapa hal yang harus kamu perhatikan:

  • Mengonsumsi makanan yang lunak dan tidak perlu banyak dikunyah dalam beberapa hari setelah penggunaan behel pertama kali, seperti bubur, susu, dan sup. Hal tersebut untuk menghindari sisa makanan yang dapat menempel di gigi dan di antara kawat yang dipasang. Jika terdapat sisa makanan, kuman mungkin saja muncul karenanya.

  • Untuk mencegah terjadinya luka di bagian dalam mulut karena gesekan kawat, cobalah untuk menggunakan lilin ortodonti selama beberapa minggu awal setelah pemasangan. Kamu cukup menempelkan lilin tersebut pada bagian kawat gigi yang dirasa tajam dan menusuk.

  • Disarankan untuk tidak mengonsumsi makanan yang keras atau lengket karena dapat merusak behel.

  • Kamu dapat mengonsumsi es krim untuk mengurangi rasa sakit akibat pemasangan behel. Cara lainnya adalah dengan menempelkan es batu pada area yang terasa nyeri.

  • Jika sariawan telah terjadi, cobalah untuk menyembuhkannya dengan menggunakan obat kumur atau obat sariawan yang tidak mengandung alkohol.

  • Pastikan untuk tidak mengonsumsi minuman dan makanan yang asam untuk sementara agar kandungan sitrus tidak mengenai luka atau sariawan yang dapat menimbulkan rasa perih.

Memang banyak hal-hal yang perlu diperhatikan terkait penggunaan behel. Maka dari itu, kamu dapat bertanya pada dokter dari Halodoc terkait hal tersebut. Caranya mudah sekali, kamu cukup download aplikasi Halodoc di smartphone yang digunakan sehari-hari!

Baca juga: 3 Tanda Harus Pasang Behel alias Kawat Gigi

Lama-kelamaan, gigi sudah mulai terbiasa dengan tarikan behel dan rasa sakitnya akan berkurang. Namun, kamu tetap perlu memperhatikan perawatan dari penggunaan behel tersebut terkait kebersihan gigi dan mulut. Tujuannya agar tidak menyebabkan bau mulut dan timbulnya kuman. Berikut ini beberapa cara khusus untuk membersihkan gigi dengan behel yang harus diketahui:

  • Gunakanlah sikat gigi dan pasta gigi khusus untuk pengguna behel. Sikat gigi khusus ini dirancang agar dapat membersihkan kawat sekaligus sela-sela gigi. Selain itu, selama pemakaian behel juga sebaiknya menggunakan pasta gigi yang mengandung bisabolol, yang berfungsi untuk mencegah radang gusi yang mungkin muncul akibat pemasangan kawat gigi.

  • Bersihkan gigi dengan benar-benar bersih setiap menyikat gigi, terutama pada sudut-sudut di antara gigi. Sikat gigi setiap setelah makan atau minimal dua kali dalam satu hari.  

  • Selalu siapkan dental floss dalam tas untuk membersihkan makanan yang menyelip di sela-sela gigi dan kawat setelah habis mengonsumsi makanan apa pun. 

  • Pastikan kamu selalu mengonsumsi buah dan air putih agar mulut tidak kering.

  • Lakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi selama penggunaan behel, minimal 3 minggu sekali untuk mengencangkan kembali kawat gigi.

Baca juga: Jangan Diabaikan, Ini Tanda Harus Segera Periksa Gigi

Itulah hal-hal yang dapat kamu ketahui terkait penggunaan behel untuk membuat gigi lebih rapih. Memang untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan perlu perjuangan. Jadi, bersiaplah terhadap timbulnya rasa sakit pada area sekitar mulut karena dampak kawat gigi tersebut.

 

Referensi:
Care Free Dental. Diakses pada 2020. 10 Important Things to Know Before You Get Dental Braces
Esnesa. Diakses pada 2020. 9 Tips for Caring for Dental Braces Stay Healthy and Not Yellow