Pemeriksaan yang Bisa Dilakukan untuk Diagnosis Selulitis

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Pemeriksaan yang Bisa Dilakukan untuk Diagnosis Selulitis

Halodoc, Jakarta - Kamu mengalami infeksi bakteri pada jaringan kulit dan menyebabkan kulit terlihat bengkak, kemerahan, dan terasa lunak saat ditekan? Ketika kamu mengalami serangkaian gejala tersebut, kamu tengah mengidap suatu kondisi yang dikenal dengan sebutan selulitis. Penyakit ini dapat terjadi pada seluruh bagian tubuh, serta dapat menyerang siapa saja di semua rentang usia. Jika seseorang dicurigai mengidap selulitis, berikut serangkaian pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk mendiagnosis selulitis.

Baca juga: Ganggu Penampilan, Ini Tindakan untuk Hilangkan Selulitis

Serangkaian Pemeriksaan yang Dilakukan untuk Mendiagnosis Selulitis

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, selulitis akan tampak seperti penyakit kulit pada umumnya. Karena hal tersebut, selulitis tidak mudah untuk didiagnosis. Agar tidak keliru, biasanya dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan fisik yang diikuti dengan serangkaian pemeriksaan penunjang, seperti:

  • Tes darah. Pemeriksaan ini akan dilakukan dengan mengambil sampel darah pada pengidap melalui pembuluh darah tertentu. Ada atau tidaknya infeksi akan ditentukan dari jumlah sel darah putih yang ada.

  • Tes kultur darah. Pemeriksaan ini dilakukan dengan mendeteksi adanya mikroorganisme yang ada di dalam darah, seperti bakteri, jamur, atau parasit. Ada atau tidaknya infeksi akan ditentukan dari sampel cairan luka pada pengidap.

  • Rontgen. Pemeriksaan ini dilakukan dengan bantuan sinar radiasi untuk memperoleh gambaran pada bagian tubuh tertentu. Pada pengidap selulitis, rontgen dibutuhkan untuk melihat adanya infeksi pada jaringan di bawah kulit.

Pengidap yang mengalami serangkaian gejala dan dibiarkan tanpa penanganan tepat, risiko kehilangan nyawa merupakan komplikasi paling berbahaya yang akan terjadi. Hal ini dapat terjadi karena infeksi menyerang jaringan bawah kulit dan menyebar melalui kelenjar getah bening dan pembuluh darah. Meskipun akan tampak seperti penyakit kulit, infeksi ini tidak dapat menyebar seperti halnya penyakit kulit.

Ketika kamu menemukan serangkaian gejalanya, sebaiknya segera diskusikan dengan dokter di Halodoc mengenai serangkaian prosedur yang akan kamu jalani. Pasalnya, kehilangan nyawa merupakan risiko paling fatal yang dapat terjadi jika gejala yang muncul telat ditangani.

Baca juga: Bikin Kulit Memerah, Inilah 6 Penyebab Selulitis

Gejala Berikut Ini Akan Muncul pada Pengidap Selulitis

Beberapa gejala yang patut kamu waspadai, yaitu:

  • Rasa sakit dan nyeri pada bagian yang terkena.

  • Warna kulit menjadi kemerahan akibat peradangan.

  • Terdapat luka atau borok yang menyebar dengan cepat.

  • Sensasi rasa panas pada kulit yang terkena.

  • Nanah akan keluar dari bagian luka yang terinfeksi.

  • Mengalami demam tinggi.

Jika serangkaian gejala tersebut dibiarkan tanpa penanganan, gejala yang lebih serius akan muncul. Gejala meliputi panas dingin pada tubuh, tubuh gemetar, merasa kelelahan, pusing, nyeri otot, serta mengeluarkan keringat berlebih pada tubuh. Sedangkan, jika infeksi sudah menyebar pada bagian tubuh lainnya, gejala dapat meliputi munculnya garis-garis merah di sekitar luka, dan rasa kantuk yang terus-menerus.

Baca juga: 5 Cara Mengobati Selulitis

Ikuti Langkah Berikut Sebagai Upaya Pencegahan Selulitis

Pada sebagian besar kasus, selulitis terjadi karena Streptococcus dan Staphylococcus yang masuk dari luka pada kulit. Untuk menghindarinya, beberapa hal yang dapat kamu lakukan, antara lain:

  • Hindari kulit kering dengan pelembap kulit.

  • Menutup luka dengan plester.

  • Gunakan sandal atau sepatu ketika bepergian.

  • Jaga berat badan ideal untuk menghindari obesitas.

Jangan sampai keliru dalam mendiagnosis, ya! Karena selulitis sekilas akan tampak seperti penyakit kulit yang umum terjadi. Namun, ketika sudah tampak gejalanya dan dibiarkan begitu saja, risiko kehilangan nyawa bisa saja terjadi.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Everything You Need to Know About Cellulitis.
WebMD. Diakses pada 2019. Cellulitis.