• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pengaruh Konsumsi Alkohol pada Kesehatan Kulit

Pengaruh Konsumsi Alkohol pada Kesehatan Kulit

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Pengaruh Konsumsi Alkohol pada Kesehatan Kulit

“Tahukah kamu kalau konsumsi alkohol dapat berpengaruh pada kesehatan kulit? Ada banyak dampak yang diberikan alkohol terkait kesehatan kulit, mulai dari melebarkan pori-pori, penuaan dini, dehidrasi, dan membuat kulit terlihat tegang karena penekanan yang berlebihan. Orang yang rutin mengonsumsi alkohol juga terlihat lebih tua dari usianya.”

Halodoc, Jakarta –  Meskipun kamu tidak mengonsumsi alkohol secara berlebihan, tetapi pola konsumsi alkohol yang teratur dapat memberikan efek pada fisik dan psikologis seseorang. Alkohol memberikan efek yang berbeda kepada masing-masing orang,  tergantung dengan berat badan, fungsi hati, usia, jenis kelamin dan kondisi kesehatannya. 

Konsumsi alkohol dapat sangat berpengaruh pada fungsi hati. Terkait dengan sistem pencernaan, alkohol juga dapat memberikan dampak buruk, dimana dapat melambatkan sistem cerna tubuh. Di samping itu, ada juga yang bilang alkohol juga dapat meningkatkan penuaan dan membuat kulit kusam. Baca selengkapnya pengaruh konsumsi alkohol terutama pada kesehatan kulit di sini!

1. Melebarkan Pori-Pori

Alkohol dapat melebarkan pori-pori kulit, menyebabkan komedo dan komedo putih. Bila kondisi ini tidak diobati dengan benar maka dapat menyebabkan papula kulit yang meradang (benjolan seperti lesi) dan jerawat kistik. Dalam jangka panjang, perubahan kulit akibat konsumsi alkohol ini bisa menyebabkan jaringan parut permanen.

Baca juga: Begini Cara Mengecilkan Pori-Pori Wajah di Rumah

2. Mempercepat Penuaan Kulit

Alkohol juga dapat mempercepat penuaan kulit. Keriput, bengkak, kekeringan, pipi merah dan pembentukan kapiler ungu di kulit. Alkohol dapat mengurangi kadar vitamin A yang merupakan antioksidan kuat dan juga memiliki peran penting dalam produksi kolagen. Seiring bertambahnya usia, kamu akan kehilangan kolagen dan elastin, yang menyebabkan wajah tampak kendur. 

3. Dehidrasi Kulit

Alkohol dapat mengeringkan seluruh tubuh, termasuk kulit. Ketika kulit dan bagian putih mata menguning, kondisi ini merupakan salah satu tanda penyakit hati alkoholik.  Terkadang, bahan-bahan yang biasa ditemukan dalam minuman beralkohol juga dapat menyebabkan reaksi kulit, karena alergi terhadap hal-hal seperti biji-bijian seperti jagung, gandum atau gandum hitam. Jenis alergi terhadap bahan-bahan yang ditemukan dalam alkohol ini dapat menyebabkan gatal-gatal.

4. Memicu Rosacea

Jika wajahmu memerah saat minum, kamu mungkin memiliki kondisi rosacea. Kondisi kulit yang umum ini menyebabkan wajah terutama pipi, hidung, dagu, dan dahi memerah. Minum alkohol terkadang dapat memicu rosacea flare. Beberapa penelitian menunjukkan alkohol dapat meningkatkan peluang terkena rosacea jika kamu belum memiliki sebelumnya. 

5. Meningkatkan Selulitis

Minum alkohol terlalu banyak juga dapat membuat kamu lebih mungkin terkena selulitis, infeksi kulit bakteri yang biasanya mempengaruhi kaki bagian bawah. Kondisi ini membuat membuat kulit mengalami merah, bengkak, nyeri, dan hangat saat disentuh. Bakteri penyebab selulitis masuk ke tubuh melalui luka di kulit. Infeksi ini seringkali serius dan kamu membutuhkan antibiotik untuk mengobatinya.

Baca juga: Lapisan Kulit Terasa Mengeras, Waspada Eksim

6. Kulit Menjadi Tegang

Mengonsumsi alkohol juga dapat memberikan tekanan pada kulit. Untuk meminimalkan ketegangan pada kulit karena alkohol, bisa ‘diakali’ dengan cara memperbanyak konsumsi air putih. Kombinasi ini dapat meminimalkan efek berbahaya dari alkohol pada kulit dengan menghidrasi jaringan dan kulit. Informasi selengkapnya mengenai pengaruh konsumsi alkohol pada kesehatan kulit bisa ditemukan di Halodoc!

Baca juga: Ini Dampak Negatif Kecanduan Alkohol pada Tubuh

Dari semua jenis alkohol, bir yang paling mungkin memberikan dampak pada kesehatan kulit. Sebab bir memiliki lebih banyak zat aditif, seperti garam dan gula, yang akan menambah lebih banyak tekanan pada hati untuk memetabolisme, serta membuat dehidrasi berlebihan. 

Yang paling tidak berbahaya bagi untuk dikonsumsi adalah anggur merah karena mengandung resveratrol, yang bertindak sebagai antioksidan untuk jaringan dan kulit, dan membantu membersihkan tubuh dari radikal bebas berbahaya. Namun, konsumsi anggur juga tak boleh secara berlebihan. Itulah informasi mengenai bahaya alkohol, yuk tetap jaga kesehatan supaya tubuh bugar selalu!

Referensi:
GQ.com. Diakses pada 2021. Here’s Exactly How Bad Drinking Alcohol Is for Your Skin
US News Health. Diakses pada 2021. 14 Ways Alcohol Affects the Aging Process
American Addiction Centers. Diakses pada 2021. Night Sweats and Alcohol: Why Alcohol Makes You Hot