27 November 2018

Pengidap Gagal Ginjal Kronis Juga Bisa Bertahan Lebih Lama

Pengidap Gagal Ginjal Kronis Juga Bisa Bertahan Lebih Lama

Halodoc, Jakarta - Gagal ginjal kronis (GGK) atau yang juga dikenal dengan sebutan chronic kidney disease, merupakan kondisi ketika ginjal kehilangan kemampuan untuk menjalankan tugasnya, yaitu menyaring darah. Ginjal yang sehat akan bertugas untuk menyaring darah dengan cara memisahkan zat berbahaya dan cairan berlebih dari dalam tubuh, untuk kemudian dikeluarkan melalui urine.

Penyakit ini merupakan penyakit menahun, yang merupakan stadium akhir atau terparah dari gagal ginjal. Itulah mengapa gagal ginjal kronis tidak akan dapat menurun stadiumnya. Meski tidak ada harapan untuk menurunkan stadium, pengidap gagal ginjal kronis dapat bertahan hidup dan menjalani aktivitas seperti biasanya, kok. Caranya adalah dengan melakukan terapi dialisis atau cuci darah secara rutin.

Agar pengidap gagal ginjal kronis dapat bertahan, ada 2 jenis terapi dialisis yang dapat dijalani, yaitu hemodialisis dan peritoneal dialysis (PD). Berikut akan dijelaskan satu persatu, tentang kedua jenis dialysis tersebut.

1. Hemodialisis

Metode cuci darah jenis ini cukup populer dan banyak dipilih. Prosedur penyaringan darah dilakukan menggunakan mesin khusus, yang akan bekerja layaknya ginjal. Pada proses hemodialisis, petugas medis akan memasukkan jarum pada pembuluh darah untuk menghubungkan aliran darah dari tubuh ke mesin pencuci darah. Kemudian, darah kotor akan disaring pada mesin tersebut, dan darah bersih yang telah tersaring akan dialirkan kembali ke dalam tubuh.

Prosedur hemodialisis biasanya akan menghabiskan waktu sekitar empat jam per sesi. Pengidap gagal ginjal kronis yang memilih metode cuci darah jenis ini akan diharuskan untuk menjalani 3 sesi dalam seminggu secara rutin. Pada sebagian besar kasus, hemodialisis akan menimbulkan efek samping berupa gatal-gatal pada kulit dan kram otot.

2. Peritoneal Dialysis (PD)

Peritoneal dialysis (PD) adalah metode cuci darah yang memanfaatkan peritoneum atau selaput dalam rongga perut, sebagai penyaring. Selaput ini dipilih lantaran memiliki ribuan pembuluh darah kecil yang bisa berfungsi selayaknya ginjal. Pada prosedur peritoneal dialysis, sayatan kecil dibuat di dekat pusar untuk jalan masuk kateter atau selang khusus.

Kateter itu nantinya akan ditinggal di dalam rongga perut secara permanen. Fungsinya adalah untuk memasukkan cairan dialisat, yaitu cairan yang mengandung gula tinggi untuk menarik zat limbah dan kelebihan cairan dari pembuluh darah sekitar, ke dalam rongga perut. Setelah selesai, cairan dialisat yang sudah mengandung zat sisa akan dialirkan ke kantong khusus, yang akan dibuang nantinya, lalu diganti dengan cairan baru.

Keuntungan memilih metode cuci darah jenis ini adalah bisa dilakukan di rumah dan kapan saja, sehingga pengidap gagal ginjal kronis tidak diharuskan untuk selalu datang ke rumah sakit untuk melakukan cuci darah. Namun, dialisis peritoneal ini juga memiliki beberapa efek samping, seperti peritonitis atau infeksi peritoneum, rasa penuh pada perut ketika proses cuci darah berlangsung, hingga munculnya hernia akibat berat cairan yang ada pada rongga perut.

Setelah mencermati penjelasan dan jenis-jenis cuci darah yang bisa dijalani tadi, perlu diketahui bahwa kedua jenis dialisis yang telah dijabarkan itu sama-sama berguna untuk membantu menggantikan tugas ginjal, dan tidak akan menjadi penghalang untuk melakukan berbagai aktivitas. Selama melakukannya secara teratur, pengidap gagal ginjal kronis sekalipun masih dapat bekerja, sekolah, atau melakukan kegiatan lain seperti biasanya.

Itu lah sedikit penjelasan tentang gagal ginjal kronis, dan terapi yang dapat dilakukan agar pengidapnya dapat bertahan. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal kondisi ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Contact Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!

Baca juga: