Pengobatan Rumahan untuk Atasi Spondylosis

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Pengobatan Rumahan untuk Atasi Spondylosis

Halodoc, Jakarta - Pernah merasa kaku atau nyeri di bagian leher atau punggung yang kemudian mereda saat berbaring? Atau pernahkah merasakan kelemahan atau mati rasa pada kaki atau tangan yang cukup parah hingga memengaruhi tulang belakang? Ada baiknya untuk tidak menyepelekan kondisi ini, sebab bisa jadi kamu mengalami penyakit spondylosis

Tidak hanya gejala seperti yang disebutkan sebelumnya, penyakit spondylosis bisa menyebabkan rasa nyeri di area bahu bahkan kadang muncul juga sakit kepala. Spondylosis adalah istilah untuk kondisi degenerasi tulang belakang, yang memengaruhi taji tulang dan degenerasi piringan antar tulang belakang. Beberapa ahli juga kerap menggunakan istilah ini untuk mendeskripsikan osteoarthritis pada tulang belakang.

Baca Juga: Kenali Penyebab Terkena Spondilosis Servikal

Adakah Langkah Pengobatan untuk Mengatasi Spondylosis?

Saat mengalami gejala, maka perawatan awal dapat meliputi latihan yang bertujuan penurunan berat badan dan menjaga berat badan selalu ideal. Ini bisa dilakukan dengan diet sehat yang disertai olahraga. Beberapa olahraga yang disarankan yaitu berenang, berjalan, dan aerobik air. Sementara olahraga digolongkan menjadi beberapa kategori berikut ini:

  • Latihan penguatan. Latihan ini bertujuan untuk memperkuat otot yang menyokong sendi. Latihan ini melibatkan resistensi dengan penggunaan beban atau gelang karet.

  • Latihan aerobik. Latihan ini memperkuat jantung dan sistem peredaran.

  • Latihan range-of-motion. Latihan ini meningkatkan fleksibilitas tubuh.

  • Periode istirahat pada keseluruhan perawatan diperlukan. Namun, mereka yang mengalami bedrest, splints, bracing atau traction untuk jangka panjang tidak direkomendasikan melakukannya.

Sementara itu, berbagai perawatan non-obat yang tersedia untuk osteoarthritis, termasuk:

  • Pijat;

  • Tidur dengan bantal pada kaki;

  • Akupunktur;

  • Tidur cukup;

  • Kompres hangat atau dingin, dengan meletakan es atau kompres hangat pada sendi;

  • Makan makanan gizi seimbang. Seperti makanan yang kaya vitamin C, asam lemak omega-3 yang diyakini dapat membantu. Pastikan menu harian meliputi banyak buah dan sayuran, gandum utuh, produk susu rendah lemak, ikan dan daging tanpa lemak seperti turki dan daging babi tenderloin. Serta pilihlah lemak sehat seperti kacang dan alpukat, minyak yang sehat seperti minyak zaitun dan canola.

Beberapa cara di atas diyakini ampuh untuk mengatasi spondylosis, tetapi jika kamu tidak merasa adanya perbaikan, sebaiknya segera kunjungi dokter untuk melakukan pemeriksaan. Buat janji dokter kini lebih mudah menggunakan aplikasi Halodoc. Dengan penanganan tepat dan cepat, kamu bisa terhindar dari komplikasi berbahaya.

Baca Juga: Gaya Hidup Sehat untuk Mencegah Spondilosis Servikal 

Lantas, Siapa Saja yang Berisiko Mengalami Spondylosis?

Ada beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan seseorang mengalami spondylosis, antara lain:

  • Usia. Gejala dapat dilaporkan pertama kali di antara usia 20 dan 50 tahun. Lebih dari 80% orang di atas 40 tahun memiliki bukti spondylosis pada studi X-ray;

  • Jenis kelamin. Untuk orang di bawah 45 tahun, osteoarthritis lebih umum terjadi pada pria. Setelah usia 45 tahun, osteoarthritis lebih sering ditemukan pada wanita;

  • Kelebihan berat badan;

  • Cedera atau trauma pada sendi;

  • Predisposisi genetik;

  • Orang yang memiliki pekerjaan atau berolahraga yang memberikan stres berulang pada sendi tertentu.

Baca Juga: Ini 5 Cara untuk Mengobati Spondilosis Servikal 

Jika Gejala Tidak Mereda, Apa Saja Tindakan Medis untuk Mengatasinya?

Sayangnya tidak ada perawatan khusus untuk membalikkan proses spondylosis karena proses ini degeneratif. Perawatan medis untuk spondylosis berfokus untuk mengatasi nyeri punggung dan leher yang disebabkan oleh spondylosis. Hal yang bisa dilakukan antara lain:

  • Pemberian Obat. Penanganan rasa sakit dari spondylosis umumnya meliputi pengobatan antiinflamasi, analgesik, NSAID atau suntikan kortikosteroid.

  • Terapi fisik. Terapi fisik diberikan untuk nyeri kronis atau nyeri leher untuk penguatan dan peregangan otot.

  • Operasi. Apabila sistem saraf terganggu, atau saat berjalan menjadi sulit, operasi akan disarankan.