Pengobatan Sindrom Koroner Akut Tanpa Operasi

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
Pengobatan Sindrom Koroner Akut Tanpa Operasi

Halodoc, Jakarta – Sindrom koroner akut merupakan kondisi gawat darurat yang harus segera mendapat penanganan medis. Jika terlambat, kondisi ini bisa memicu dampak yang membahayakan bagi pengidapnya. Salah satu cara penanganan sindrom koroner akut yang parah adalah dengan operasi bypass jantung. Selain operasi, ternyata ada sejumlah cara lain yang bisa dilakukan untuk mengobati kondisi ini. 

Penyakit ini terjadi karena adanya gangguan pada aliran darah yang menuju ke organ jantung. Aliran darah yang lancar sangat dibutuhkan untuk menjaga kinerja organ tubuh tetap maksimal, terutama pada organ vital, seperti jantung. Sindrom koroner akut bisa menyerang siapa saja, tetapi risikonya menjadi lebih tinggi pada orang yang pernah mengalami penyakit jantung sebelumnya. Selain itu, ada kondisi tertentu yang bisa menyebabkan seseorang mengalami kondisi yang disebut sindrom koroner akut, yaitu sindrom yang terjadi ketika aliran darah menuju organ jantung berkurang secara tiba-tiba atau drastis. 

Baca juga: Begini Tanda Kamu Alami Sindrom Koroner Akut

Menangani Sindrom Koroner Akut Tanpa Operasi 

Gejala khas dari penyakit ini adalah muncul nyeri berat pada dada. Rasa sakit akibat sindrom koroner akut bisa sangat menyiksa dan mengganggu, bahkan hingga menjalar ke lengan kiri. Selain nyeri dada, penyakit ini juga ditandai dengan mual dan muntah. Salah satu cara untuk mengatasi kondisi gawat darurat ini adalah dengan menjalani prosedur operasi bypass jantung. Cara ini dilakukan untuk memperbaiki aliran darah ke jantung. 

Sindrom koroner akut menyebabkan gangguan pada fungsi organ jantung serta meningkatkan risiko serangan jantung. Penyakit ini umumnya terjadi karena ada penyempitan pembuluh darah, padahal pembuluh darah memiliki tugas memasok darah ke jantung. Penyumbatan arteri koroner bisa terjadi karena berbagai faktor, di antaranya bekuan darah dari organ tubuh lain, komplikasi operasi jantung, peradangan pada arteri koroner, serta gangguan jantung lain yang bersifat langka.

Baca juga: 7 Faktor Risiko Jantung Berdetak Sangat Cepat

Risiko penyakit ini juga meningkat pada orang yang berusia di atas 45 tahun, mengidap hipertensi alias tekanan darah tinggi, kadar kolesterol darah yang tinggi, mengonsumsi makanan tidak sehat, kebiasaan merokok, mengidap diabetes, riwayat penyakit jantung, serta kurang berolahraga atau melakukan aktivitas fisik. Orang yang mengalami kondisi ini akan ditangani dengan pemberian oksigen untuk stabilisasi kondisi tubuh, pemberian obat tertentu, misalnya untuk mencegah pembekuan darah. Obat biasanya juga diberikan untuk melebarkan pembuluh darah jantung, memperbaiki aliran darah, serta meredakan gejala nyeri dada. 

Selain itu, pengidap sindrom koroner akut juga perlu melakukan perubahan gaya hidup. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan, mulai dari pemeriksaan kesehatan rutin ke dokter, hindari konsumsi minuman beralkohol secara berlebih, serta berhenti atau kurangi merokok. Sindrom koroner akut juga bisa dihindari dengan mengelola stres. Pasalnya, stres berlebihan bisa memicu naiknya tekanan darah dan akhirnya memicu penyakit jantung. 

Mengontrol tekanan darah bisa dilakukan dengan konsumsi makanan sehat serta menjaga berat badan agar tetap ideal. Cara ini juga bisa membantu memperbaiki kadar kolesterol dan gula darah yang bisa memicu penyakit jantung menyerang. Nyatanya, menjaga kondisi tubuh secara keseluruhan menjadi kunci agar jantung tetap sehat dan terhindar dari penyakit berbahaya, termasuk sindrom koroner akut. 

Baca juga: 3 Jenis Serangan Jantung yang Perlu Diwaspadai

Cari tahu lebih lanjut apa saja risiko penyakit sindrom koroner akut dan bagaimana cara mengatasinya dengan bertanya kepada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa kapan dan di mana saja menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Sampaikan juga keluhan seputar masalah kesehatan dan dapatkan rekomendasi beli obat dari dokter terpercaya. Download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play. 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Acute Coronary Syndrome.
Medscape. Diakses pada 2019. Acute Coronary Syndrome.
Heart.org. Diakses pada 2019. Acute Coronary Syndrome.