Begini Tanda Kamu Alami Sindrom Koroner Akut

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Begini Tanda Kamu Alami Sindrom Koroner Akut

Halodoc, Jakarta - Semakin bertambah usia, kesehatan tubuh harus mendapatkan perhatian lebih. Pasalnya, beberapa fungsi tubuh mulai berkurang, imunitas belum tentu mampu selalu menang melawan serangan penyakit yang datang dari luar. Inilah mengapa, orang-orang yang telah lanjut usia sering mengalami penyakit-penyakit tertentu yang sifatnya cukup berbahaya, termasuk sindrom koroner akut

Sindrom ini terjadi ketika aliran darah yang menuju ke jantung berkurang secara signifikan. Arteri koroner atau pembuluh darah jantung memiliki tugas untuk mensuplai darah kaya oksigen ke otot jantung. Apabila terjadi penyumbatan atau penyempitan, fungsi jantung juga mengalami gangguan, biasanya mengakibatkan angina atau lebih buruk lagi, serangan jantung. 

Mengenali Tanda dan Gejala Sindrom Koroner Akut

Sayangnya, tidak sedikit orang yang mengira bahwa sindrom koroner akut hanya penyakit masuk angin biasa, sehingga sering kali gejala yang muncul justru diabaikan. Padahal, sindrom koroner akut adalah kondisi serius yang membutuhkan penanganan medis segera. Pada beberapa kasus yang terbilang parah, penyakit ini sering disebut angin duduk. 

Baca juga: 3 Jenis Serangan Jantung yang Perlu Diwaspadai

Gejala sindrom koroner akut yang mudah dikenali adalah rasa nyeri pada bagian dada yang terasa seperti sedang tertindih suatu benda yang sangat berat. Nyeri bisa terasa samar atau menyakitkan, terlebih pada bagian dada, bahu sebelah kiri, leher, lengan yang menyebar ke bagian bawah, terutama pada lengan sebelah kiri. Rasa sakitnya bisa muncul perlahan atau sangat mendadak. 

Tanda lainnya yang bisa kamu kenali dari penyakit ini adalah sesak napas, jantung yang berdetak cepat atau tidak beraturan, mual dan muntah, pelemahan otot, lelah yang sangat parah, oleng seperti selalu akan terjatuh, dan keluar keringat dingin. Namun, mungkin juga muncul gejala lainnya, jadi kamu harus segera memeriksakan kondisi kesehatan jika merasakan salah satunya. Buat janji segera dengan dokter ahli jantung di rumah sakit yang terdekat dengan rumahmu. 

Baca juga: Sesak Napas Tiba-Tiba? Ini 5 Cara Mengatasinya

Sebenarnya, Apa yang Menyebabkan Sindrom Koroner Akut Terjadi?

Penyebab utama dari terjadinya sindrom koroner akut adalah penyumbatan aliran darah, sehingga otot jantung tidak mendapatkan asupan oksigen sesuai dengan kebutuhan. Lalu, kondisi ini dapat terjadi karena kontraksi pada bagian pembuluh darah yang menyebabkan berkurangnya aliran darah yang menuju ke jantung. 

Aterosklerosis yang terjadi karena plak atau endapan lemak pada bagian dinding pembuluh darah pun bisa memicu terjadinya kelainan ini. Semakin tebal endapan atau plaknya, pembuluh darah semakin sempit. Akibatnya, penyumbatan tidak bisa dihindari. Pada beberapa kasus, sindrom koroner akut bisa terjadi karena aritmia atau detak jantung yang tidak normal dan kelainan pada katup jantung sehingga pemompaan aliran darah ke jantung pun terganggu. 

Pria yang sudah menginjak usia 45 tahun atau lebih dan wanita berusia 55 tahun atau lebih memiliki risiko tinggi untuk mengalami kelainan jantung ini. Namun, risiko juga sama tingginya jika kamu memiliki keluarga dengan riwayat penyakit jantung maupun stroke. Para perokok,  pengidap diabetes, hipertensi, dan orang-orang yang memiliki kelebihan berat badan memiliki risiko yang tinggi. Jadi, jaga selalu kesehatan dengan menerapkan pola hidup sehat setiap saat, ya!

Baca juga: Masih Muda, Bisa Juga Kena Stroke

Referensi:
WebMD. 2019. Acute Coronary Syndrome.
Heart. 2019. Acute Coronary Syndrome.
Mayo Clinic. 2019. Acute Coronary Syndrome.