Stres Berkepanjangan Bisa Sebabkan Penyakit Jantung Koroner

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
Stres Berkepanjangan Bisa Sebabkan Penyakit Jantung Koroner

Halodoc, Jakarta – Saat berada di tengah tekanan, tuntutan pekerjaan, atau situasi yang kurang menyenangkan, seseorang rentan mengalami stres. Secara umum, stres merupakan reaksi tubuh yang muncul saat seseorang menghadapi ancaman, tekanan, atau satu hal baru. Kondisi ini juga bisa dipengaruhi oleh situasi atau pikiran, misalnya saat marah, merasa putus asa, atau gugup. Sebenarnya, stres merupakan respon alami dan terkadang dibutuhkan tubuh. 

Meski normal dan bisa terjadi pada siapa saja, tetapi stres yang berkepanjangan dan terlalu berat ternyata juga bisa memicu dampak yang tidak baik pada tubuh. Dalam tingkat yang lebih parah, stres malah disebut bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit jantung koroner. Meski tidak berkaitan secara langsung, nyatanya stres berlebihan memang bisa memicu kondisi ini. Jadi, ada baiknya untuk menghindari kondisi ini agar terhindar dari dampak yang berbahaya. 

Baca juga: Benarkah Stres Bisa Picu Serangan Jantung?

Stres Berujung Penyakit Jantung Koroner, Kenapa Bisa? 

Sebenarnya, stres bukan penyebab langsung dari penyakit jantung. Namun, stres berkepanjangan disebut-sebut bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit jantung, terutama serangan jantung atau gagal jantung. Hal itu berkaitan dengan perubahan dan kondisi tubuh yang terjadi saat seseorang mengalami stres. Perubahan-perubahan tersebut menjadi pemicu terjadinya gangguan pada kesehatan dan salah satunya bisa berujung pada penyakit jantung koroner. 

Stres yang dibiarkan terjadi dalam jangka panjang bisa meningkatkan risiko penyakit, termasuk penyakit jantung. Pasalnya, saat tubuh merasa tertekan, maka tekanan darah pun secara alami akan meningkat. Pada kondisi ini, dampak buruk dari hipertensi atau tekanan darah yang melebihi batas normal bisa menyerang kapan saja. Jika stres tidak segera ditangani, kondisi ini bisa semakin buruk dan menyebabkan tekanan darah semakin tinggi. Sebaliknya, mengatur stres dengan baik dan menanganinya bisa membantu mengembalikan tekanan darah normal. 

Baca juga: Waspadai 6 Gejala Penyakit Jantung Akibat Stres Berikut Ini

Tingginya tekanan darah juga bisa meningkatkan risiko penyakit jantung menyerang. Pasalnya, saat tekanan darah tinggi, maka aliran darah menjadi tidak lancar kemudian menimbulkan gangguan pada kerja organ jantung. Tekanan darah tinggi disebut menjadi salah satu faktor pemicu serangan jantung, gagal jantung, hingga stroke. Mengontrol tingkat stres menjadi cara terbaik untuk menghindari hal ini terjadi. 

Stres berkepanjangan juga menyebabkan seseorang mencari pelampiasan, sayangnya hal ini sering dilakukan dengan cara yang benar. Orang yang tengah mengalami stres cenderung melakukan kebiasaan buruk, misalnya mengonsumsi alkohol dan rokok. Kebiasaan-kebiasaan tersebut nyatanya hanya akan “menyiksa” tubuh dan membuat risiko penyakit menjadi lebih tinggi. Kebiasaan ini juga bisa meningkatkan risiko penyakit jantung koroner menyerang. 

Untuk menghindari hal tersebut sebaiknya hindari stres berkepanjangan. Atau kamu bisa belajar untuk mengelola stres dengan baik, salah satunya dengan mengetahui batasan tubuh. Saat stres melanda, kamu bisa melampiaskannya dengan melakukan hobi atau hal positif lain, misalnya bercerita. Kamu bisa bercerita dan melepaskan stres dengan menghubungi psikolog melalui aplikasi Halodoc. Bicara kepada ahlinya melalui Video/Voice Call dan Chat. Download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Baca juga: 4 Hal Ini Bisa Picu Penyakit Jantung

Mengelola stres juga bisa dilakukan dengan mengubah pola hidup. Hanya dengan sedikit perubahan, kamu bisa menghindari risiko gangguan kesehatan termasuk penyakit jantung. Mulailah untuk membiasakan diri untuk berolahraga, konsumsi makanan sehat, dan cukup istirahat. Dengan begitu, tubuh menjadi lebih relaks dan terhindar dari stres berkepanjangan. Mengatasi stres juga bisa dilakukan dengan berbagi cerita bersama orang terdekat dan buatlah diri sendiri merasa nyaman.