Ini Pengobatan yang Dilakukan ketika Idap Hiperhidrosis

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Ini Pengobatan yang Dilakukan ketika Idap Hiperhidrosis

Halodoc, Jakarta – Hiperhidrosis adalah kondisi yang menyebabkan seseorang mengeluarkan keringat secara berlebihan, termasuk saat sedang tidur. Kebanyakan pengidap penyakit ini tidak tahu secara pasti apa yang menjadi penyebab tubuh selalu berkeringat.

Kondisi ini bisa mengganggu, karena menyebabkan seseorang berkeringat meskipun tidak sedang berada dalam suhu yang panas, tidak beraktivitas di bawah matahari, atau tidak sedang berolahraga. Lantas, adakah cara yang bisa dilakukan untuk mengobati kondisi ini?  

Jika dilihat dari penyebabnya, hiperhidrosis dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu hiperhidrosis primer dan hiperhidrosis sekunder. Hiperhidrosis primer adalah kondisi yang umumnya tidak diketahui apa penyebabnya. Meski begitu, jenis hiperhidrosis yang satu ini sering dikaitkan dengan kondisi sistem saraf simpatik dan faktor genetik. Ada juga hiperhidrosis sekunder, kondisi yang satu ini umumnya bisa diidentifikasi penyebabnya.

Umumnya, hiperhidrosis sekunder terjadi karena efek samping obat-obatan, infeksi, gangguan sel darah, kehamilan, menopause, serta kondisi kesehatan tertentu, misalnya pengidap Parkinson. Sebenarnya kondisi ini tidak tergolong serius, tapi keluar keringat secara berlebihan bisa mengganggu kualitas hidup orang yang mengalaminya.

Hiperhidrosis bisa menyebabkan seseorang mengalami perasaan malu, stres, gelisah, bahkan depresi. Keluar keringat yang terjadi saat malam hari juga bisa mengganggu kualitas tidur pengidapnya.

Baca juga: 5 Alasan Kenapa Seseorang Mudah Berkeringat

Penyakit hiperhidrosis memiliki gejala khas, yaitu tubuh mengeluarkan keringat secara berlebihan, tanpa alasan yang jelas. Dalam keadaan normal, tubuh biasanya mengeluarkan keringat saat berolahraga, berada di lingkungan yang memiliki suhu panas, atau sedang stres. Namun, pengidap hiperhidrosis bisa terus berkeringat bahkan saat sedang tidak melakukan apapun, termasuk saat tidur di malam hari.

Meski minim dampak yang berbahaya, tapi hiperhidrosis sama sekali tidak boleh dianggap sepele. Terkadang, keluarnya keringat secara berlebihan juga bisa menjadi tanda dari penyakit yang lebih serius.

Waspadai keluar keringat berlebihan disertai dengan beberapa gejala, seperti demam atau kenaikan suhu tubuh hingga di atas 40 derajat Celsius, sakit kepala yang tak tertahankan, nyeri di seputar dada, mual, hingga menggigil. Jika itu yang terjadi, segera hubungi dokter untuk mendapatkan pertolongan medis dan menghindari hal yang tidak diinginkan.

Baca juga: Apa Penyebab Keringat Berlebihan pada Wajah?

Pengobatan Hiperhidrosis

Pengobatan dan penanganan penyakit ini tergantung pada penyebabnya. Hiperhidrosis yang terjadi karena masalah medis, berarti penanganan harus terlebih dahulu diberikan pada penyebabnya. Sementara jika tidak ada penyebab medis yang jelas, pengobatan hiperhidrosis dilakukan untuk mengendalikan keringat yang keluar secara berlebih. Berikut cara-cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi penyakit ini:

  • Konsumsi Obat

Pemberian obat bertujuan untuk menyumbat kelenjar keringat, sehingga berhenti memproduksi banyak keringat. Meski begitu, jenis obat ini ternyata bisa memicu iritasi mata dan kulit. Pemberian obat biasanya akan dilakukan atas saran dokter berdasarkan gejala dan kondisi tubuh.

  • Alat Penghambat Keringat

Salah satu cara mengatasi hiperhidrosis adalah penggunaan alat penghambat keringat alias iontophoresis. Tindakan ini biasanya dilakukan jika hiperhidrosis terjadi di salah satu tangan dan kaki atau keduanya. Alat ini bekerja dengan menghambat kelenjar keringat sementara, menggunakan aliran listrik.

  • Botox

Suntikan botulinum toksin alias botox bisa menghambat saraf yang menghasilkan keringat. Hal ini akan berlangsung dalam waktu sementara. Efek suntikan ini bisa bertahan hingga 12 bulan, dan selanjutnya terapi harus diulangi kembali.

  • Operasi

Hiperhidrosis bisa ditangani dengan operasi pengangkatan kelenjar keringat. Cara ini dilakukan jika keringat berlebihan terjadi di ketiak. Sedangkan untuk mengendalikan keringat di tangan, biasanya dilakukan dengan simpatektomi.

Baca juga: Hidup Nyaman dengan Hiperhidrosis

Jika ragu dan butuh saran ahli, coba sampaikan keluhan dan gejala awal hiperhidrosis pada dokter di aplikasi Halodoc. Lebih mudah menghubungi dokter lewat Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan rekomendasi beli obat dan tips menjaga kesehatan. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!