15 November 2018

Penyebab Gagap pada Usia Anak Sekolah

Penyebab Gagap pada Usia Anak Sekolah

Halodoc, Jakarta - Pertumbuhan dan perkembangan sang buah hati pasti menjadi perhatian utama orang tua. Orang tua pastinya ingin anaknya tumbuh menjadi pribadi yang sehat dan tidak mengalami gagap dalam berbicara. Ibu perlu tahu penyebab gagap pada anak usia sekolah agar tidak terjadi pada sang buah hati.

Gagap sering membuat Si Kecil malu karena bisa dikucilkan dalam pergaulannya. Bahkan, dalam beberapa kondisi, gagap bisa membuat anak menjadi takut dan cemas ketika harus berbicara di depan orang banyak.

Gagap merupakan gangguan pada kemampuan berbicara yang membuat anak tidak mampu berbicara dengan lancar, atau yang sering disebut dengan disfluensi berbahasa. Gagap yang terjadi pada anak sering kali ada di awal kalimat, tetapi tidak menutup kemungkinan terjadi pada keseluruhan kalimat yang ingin diucapkannya.

Pola gagap yang sering terjadi adalah pengulangan kata atau perpanjangan suara. Seperti misalnya anak mengucap kata “mau” menjadi “ma-ma-main” atau memanjangkan suku kata seperti “sssssuka”. Pada beberapa kondisi, gagap bisa terjadi ketika mulut melafalkan sebuah kata, tetapi tidak ada suara yang dikeluarkan, atau interupsi bicara dengan memasukkan kata-kata seperti “eh”, “um”, arau “uh” ketika Si Kecil sedang berpikir.

Bukan tidak mungkin Si Kecil melakukan gerakan-gerakan tertentu ketika ia mengalami gagap, seperti misalnya menangis, mengepalkan tinju, meringis, atau mengedipkan mata. Beberapa anak tidak pernah menyadari gagap yang dialaminya, tetapi anak remaja lebih memahami kondisi tersebut. Tidak jarang mereka lebih mudah marah ketika tidak bisa lancar berbicara, bahkan menolak untuk berbicara.

Penyebab Gagap pada Anak Usia Sekolah

Banyak orang beranggapan bahwa gagap terjadi sebagai dampak dari trauma secara emosional maupun trauma fisik. Namun, hanya sedikit bukti medis atau studi yang mengarah pada anggapan tersebut. Studi lain menyatakan bahwa ada banyak faktor yang memicu gagap pada anak.

Seperti misalnya, anak yang merasa terlalu bahagia, terlalu sedih, terpaksa, atau dipaksa berbicara secara mendadak. Tanpa mereka sadari, hal tersebut membuat kemampuan berbicara seakan hilang, sehingga anak akan terbata dalam berkata. Tak sedikit pula anak yang mengalami kesulitan berbicara ketika ia baru belajar untuk menggunakan tata bahasa yang terbilang rumit. Kondisi ini terjadi karena ada perbedaan pada otak dalam mengolah bahasa.

Sementara itu, gagap bisa terjadi pada anak dengan keluarga yang memiliki riwayat penyakit tersebut. Lalu, gangguan bicara ini banyak ditemui pada anak yang hidup di lingkungan keluarga yang dipenuhi ekspektasi atau harapan yang terlalu tinggi dan diikuti dengan gaya hidup yang serba cepat.

Ada banyak hal yang memungkinkan terjadinya gagap, meski penyebab gagap pada anak usia sekolah belum diketahui dengan pasti. Pada beberapa kondisi, gagap dapat hilang dengan sendirinya, meskipun ada yang berlanjut hingga anak tumbuh dewasa. Jika ibu ingin mengetahui lebih banyak informasi tentang gagap pada anak, ibu bisa download aplikasi Halodoc dan bertanya langsung dengan dokter. Yuk, pakai Halodoc!

Baca juga: