Penyebab Lichen Planus yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
Penyebab Lichen Planus yang Perlu Diketahui

Halodoc, Jakarta – Lichen planus adalah kondisi yang terjadi akibat adanya peradangan pada kulit, rambut, kuku, dan selaput lendir alias mukosa. Penyakit yang bisa menyerang siapa saja ini sering ditandai dengan gejala munculnya ruam kecil berwarna merah atau keunguan. Ruam terkadang disertai dengan rasa gatal yang mengganggu. Lichen planus juga bisa menyerang daerah mukosa, seperti mulut dan vagina, yang ditandai dengan muncul bercak putih nyeri.

Penyakit ini tergolong langka dan paling sering menyerang orang yang sudah berusia lebih dari 45 tahun. Lichen planus terjadi saat sistem kekebalan tubuh menyerang sel pada kulit dan selaput lendir, meski begitu masih belum diketahui kenapa hal tersebut bisa terjadi. Ada beberapa faktor yang disebut bisa meningkatkan risiko penyakit ini, mulai dari infeksi hepatitis C, konsumsi obat tertentu, terserang malaria, hingga vaksin flu. Meski jarang terjadi, lichen planus bisa menyerang anak-anak dan kondisi ini sama sekali tidak boleh dianggap sepele. 

Baca juga: Inilah Faktor yang Tingkatkan Risiko Lichen Sclerosus

Mengenal Penyebab dan Pengobatan Lichen Planus 

Lichen planus adalah kondisi yang terjadi saat sistem kekebalan tubuh menyerang sel kulit dan selaput lendir. Selain itu, ada beberapa faktor yang disebut bisa meningkatkan risiko penyakit ini, seperti infeksi hepatitis C, konsumsi obat antiinflamasi nonsteroid, obat darah tinggi, diuretik, obat diabetes, hingga efek penggunaan vaksin flu. Penyakit ini juga bisa muncul akibat paparan logam merkuri melalui tambalan gigi serta kebiasaan menggigit lidah atau pipi bagian dalam.

Perlu diketahui, lichen planus bukan penyakit genetik, dan bukan juga penyakit infeksi atau penyakit menular. Pada kasus yang ringan, penyakit ini mungkin tidak membutuhkan pengobatan khusus karena gejalanya akan hilang sendiri dalam beberapa minggu atau bulan. Namun, pada kondisi yang cukup parah, lichen planus mungkin harus mendapat pengobatan untuk menangani kondisi tersebut. Ada beberapa tindakan medis yang bisa dilakukan untuk mengatasi penyakit ini, di antaranya:

  • Konsumsi Obat 

Rasa gatal pada ruam kulit menjadi salah satu gejala yang bisa mengganggu pengidap lichen planus. Maka dari itu, dokter biasanya akan meresepkan obat untuk mengurangi gejala tersebut. Selain itu, pengidap penyakit ini juga akan diberi obat untuk mengurangi peradangan, tergantung pada kondisi tubuh dan tingkat keparahan ruam yang muncul. 

Baca juga: 7 Penanganan Pertama untuk Redakan Gejala Lichen Planus

  • Fototerapi 

Prosedur ini dilakukan dengan memanfaatkan cahaya atau fototerapi untuk menghilangkan gejala lichen planus di kulit. Fototerapi dengan cahaya ultraviolet A biasanya akan dibarengi dengan konsumsi psoralen. Fototerapi biasanya akan dilakukan sebanyak 2 hingga 3 kali dalam sepekan, selama beberapa minggu. 

  • Obat untuk Imun

Seperti diketahui, salah satu penyebab kondisi ini adalah serangan sistem imun, maka cara mengatasinya adalah dengan menekan sistem kekebalan tubuh. Salah satu caranya adalah mengonsumsi imunosupresan, yaitu jenis obat berbentuk salep atau krim yang digunakan untuk menekan sistem kekebalan tubuh. 

  • Vitamin Khusus 

Lichen planus yang tak kunjung membaik biasanya akan ditangani dengan konsumsi vitamin A jenis tretinoin dalam bentuk tablet atau tretinoin salep. Biasanya, hal ini akan menjadi pilihan terakhir, sebab meski efektif mengobati lichen planus, salep ini berisiko menyebabkan iritasi dan kemerahan pada kulit. 

Baca juga: Adakah Cara untuk Mencegah Lichen Sclerosus?

Jika butuh saran lebih lanjut dan informasi terkait penyakit lichen planus, tanya dokter di aplikasi Halodoc saja. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi: 
Healthline. Diakses pada 2019. Lichen Planus.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Lichen Planus.