Kenali 5 Penyebab Terjadinya Syringomyelia

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Kenali 5 Penyebab Terjadinya Syringomyelia

Halodoc, Jakarta - Syringomyelia adalah gangguan yang terjadi karena pengembangan dari kista berisi cairan dalam sumsum tulang belakang seseorang. Seiring berjalannya waktu, kista dapat membesar, merusak sumsum tulang belakang dan menyebabkan rasa sakit, kelemahan dan kekakuan, serta gejala lainnya.

Syringomyelia memiliki beberapa kemungkinan penyebab. Meski begitu, sebagian besar kasus berhubungan dengan suatu kondisi yang terjadi pada jaringan otak menjorok ke dalam kanal tulang belakang seseorang.

Penyebab lain dari syringomyelia termasuk tumor sumsum tulang belakang, cedera sumsum tulang belakang dan kerusakan yang disebabkan oleh peradangan di sekitar sumsum tulang belakang.

Jika syringomyelia tidak menyebabkan masalah, pemantauan dari kondisi tersebut mungkin adalah semua yang harus dilakukan. Namun, jika syringomyelia tidak menyebabkan masalah, kondisi ini tetap perlu diperiksa secara rutin. Tetapi jika kamu terganggu oleh gejala yang timbul, kamu mungkin perlu dioperasi.

Penyebab Syringomyelia

Tidak jelas bagaimana dan mengapa syringomyelia terjadi. Ketika berkembang, cairan serebrospinal, yaitu cairan yang mengelilingi dan melindungi otak serta sumsum tulang belakang akan berkumpul dalam sumsum tulang belakang. Kemudian, mereka membentuk kista berisi cairan. Beberapa kondisi dan penyakit dapat menyebabkan syringomyelia, termasuk:

  1. Malformasi Chiari: suatu kondisi yang terjadi ketika jaringan otak menjorok ke dalam kanal tulang belakang kamu.

  2. Meningitis: radang selaput yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang.

  3. Tumor sumsum tulang belakang, yang dapat mengganggu sirkulasi normal cairan serebrospinal.

  4. Kondisi yang ada saat lahir, seperti sumsum tulang belakang tertambat, suatu kondisi yang disebabkan ketika jaringan yang melekat pada sumsum tulang belakang yang membatasi pergerakannya.

  5. Cedera tulang belakang, yang dapat menyebabkan gejala berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun setelah cedera awal.

Baca juga: Apa Penyebab Keringat Berlebihan pada Wajah?

Gejala Syringomyelia

Gejala dari gangguan tersebut tergantung pada lokasi dan ukuran kista yang terjadi. Seiring waktu, jika tumbuh lebih luas dan lebih lama, hal itu dapat merusak saraf di tengah sumsum tulang belakang. Gangguan pada sumsum tulang belakang tersebut dapat menyebabkan rasa sakit kronis yang sulit diobati.

Gejala biasanya berkembang perlahan selama bertahun-tahun. Namun, hal tersebut juga dapat muncul tiba-tiba setelah kecelakaan, seperti jatuh. Gejala lain yang mungkin kamu alami, termasuk:

  • Lekukan tulang belakang, disebut skoliosis.

  • Perubahan fungsi usus dan kandung kemih.

  • Keringat berlebihan.

  • Ketidakmampuan untuk merasa panas dan dingin di jari, tangan, lengan, dan dada bagian atas.

  • Kelemahan otot, terutama di lengan, tangan, dan bahu.

  • Merasa mati rasa, kesemutan, terbakar, atau menusuk.

  • Nyeri di leher, bahu, dan terkadang lengan dan tangan.

  • Kelumpuhan, umumnya dalam kasus yang parah

  • Gerakan yang tidak terkoordinasi

Jika kista merusak saraf yang mengontrol otot-otot pada mata dan wajah, kamu mungkin mengalami gangguan yang disebut dengan sindrom Horner.

Baca juga: Mengenal Lebih Dekat Penyebab Sindrom Horner pada Anak

Komplikasi Syringomyelia

Pada beberapa orang, syringomyelia dapat menjadi gangguan progresif dan menyebabkan komplikasi serius. Pada orang lain, mungkin tidak ada gejala yang terkait, dan tidak diperlukan adanya intervensi. Komplikasi yang dapat terjadi dapat  merusak saraf di sumsum tulang belakang, termasuk:

  • Skoliosis: kurva yang tidak normal pada tulang belakang.

  • Nyeri kronis: kerusakan pada sumsum tulang belakang dapat menyebabkan sakit parah dan kronis.

  • Kesulitan motorik: kelemahan dan kekakuan pada otot-otot kaki pada akhirnya dapat memengaruhi gaya berjalan seseorang.

Baca juga: Kenali Gejala Cedera Saraf Tulang Belakang yang Bisa Berakibat Fatal

Itulah beberapa hal yang dapat menyebabkan syringomyelia. Jika kamu mempunyai pertanyaan perihal gangguan tersebut, dokter dari Halodoc siap membantu. Caranya yaitu dengan download aplikasi Halodoc di smartphone kamu!