Perawatan yang Dilakukan Ketika Terserang MRSA

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Perawatan yang Dilakukan Ketika Terserang MRSA

Halodoc, Jakarta – Ketika seseorang mengidap MRSA (Methicillin-Resistant Staphylococcus Aureus) itu berarti  telah menjadi resisten terhadap pengobatan dengan antibiotik Methicillin, dan biasanya beberapa antibiotik lain juga. 

MRSA dapat diobati, tetapi lebih sulit diobati daripada jenis infeksi lain karena ada lebih sedikit jenis antibiotik yang dapat bekerja melawannya. Mencuci tangan adalah hal yang sangat penting yang harus dilakukan untuk pengidap MRSA. Ini termasuk juga menjaga kebersihan membersihkan rumah secara teratur. Berikut ini informasi lebih jelas mengenai MRSA.

Kerap Terjadi pada Mereka yang Pernah Dirawat di Rumah Sakit

Infeksi MRSA disebabkan oleh sejenis bakteri Staph yang menjadi kebal terhadap banyak antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi Staph biasa. Sebagian besar infeksi MRSA terjadi pada orang yang pernah berada di rumah sakit atau tempat perawatan kesehatan lainnya, seperti panti jompo dan pusat dialisis. 

Ini terkait dengan perawatan kesehatan yang menggunakan prosedur invasif atau perangkat, seperti operasi, tabung intravena. atau sendi buatan. MRSA sendiri sering dimulai sebagai bisul kulit yang menyakitkan dan penyebarannya melalui kontak kulit ke kulit. 

Baca juga: Bagaimanakah Cara Mengobati MRSA?

Gejala ataupun tanda yang terjadi pada pengidapnya adalah infeksi kulit yang umumnya bengkak, benjolan merah yang menyakitkan yang mungkin menyerupai jerawat,ataupun gigitan laba-laba. Terasa hangat saat disentuh, penuh dengan nanah, dan kerap disertai demam.

Terkadang aktivitas bakteri terbatas pada kulit. Namun pada kondisi tertentu, bakteri dapat masuk jauh ke dalam tubuh, menyebabkan infeksi yang berpotensi mengancam jiwa pada tulang, sendi, luka operasi, aliran darah, katup jantung, dan paru-paru.

Risiko MRSA tidak hanya terjadi pada mereka yang dirawat di rumah sakit dalam kurun waktu lama, tetapi juga dapat menyebar dengan mudah melalui luka dan lecet serta kontak dari kulit ke kulit.

Ini termasuk juga hidup dalam kondisi yang ramai atau tidak sehat. Wabah MRSA telah terjadi di kamp pelatihan militer, pusat penitipan anak dan penjara.

Hubungan seks antar pria juga bisa menjadi pemicu yang lainnya. Pun juga, orang yang menyuntikkan narkoba diperkirakan. MRSA memungkinkan infeksi menyebar dan memengaruhi aliran darah, paru-paru, jantung, tulang, dan sendi.

Baca juga: 8 Gejala MRSA yang Perlu Diwaspadai

Pencegahan MRSA

Di rumah sakit, seseorang berisiko besar mendapatkan MRSA. Bukan hanya pasien, tetapi juga pengunjung dan petugas perawatan kesehatan. Makanya, tidak berlebihan bila saat berkunjung di UGD seseorang diminta untuk mengenakan pakaian pelindung dan mengikuti prosedur kebersihan yang ketat. 

Berikut ini langkah-langkah pencegahan MRSA:

  1. Cuci Tangan 

Mencuci tangan dengan hati-hati tetap merupakan pertahanan terbaik melawan kuman. Gosok tangan dengan cepat setidaknya selama 15 detik, lalu keringkan dengan handuk sekali pakai dan gunakan handuk lain untuk mematikan keran. 

Bawalah sebotol kecil pembersih tangan yang mengandung setidaknya 62 persen alkohol saat kamu tidak memiliki akses ke sabun dan air.

Baca juga: 3 Hal yang Bisa Sebabkan MRSA

  1. Tutup Luka

Jaga luka dan lecet bersih dan ditutupi dengan perban kering steril sampai sembuh. Nanah dari luka yang terinfeksi mungkin mengandung MRSA, dan menjaga luka tertutup akan membantu mencegah bakteri menyebar.

  1. Jaga Barang-Barang Pribadi 

Hindari berbagi barang-barang pribadi, seperti handuk, seprai, pisau cukur, pakaian dan peralatan atletik. MRSA menyebar pada benda yang terkontaminasi serta melalui kontak langsung.

  1. Mandi Setelah Pertandingan atau Olahraga 

Mandi segera setelah setiap pertandingan atau latihan. Gunakan sabun dan air. Jangan berbagi handuk.

  1. Menjaga Kebersihan Pakaian saat Mengalami Luka

Jika kamu memiliki luka, cuci handuk dan linen tempat tidur di mesin cuci dengan pengaturan air terpanas (jika mungkin, tambahkan pemutih) dan keringkan dalam pengering panas. 

  1. Jangan Menyuntikkan Obat Terlarang

Pengguna narkoba suntikan berisiko terhadap berbagai jenis infeksi berbahaya, termasuk MRSA, Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan hepatitis C.

Kalau ingin tahu lebih banyak mengenai perawatan dan pencegahan ketika terserang MRSA, bisa langsung tanyakan ke Halodoc. Dokter ataupun psikolog yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Referensi: 

Centers for Disease Control and Prevention (2019), Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA)
Webmd (2019), Understanding MRSA Infection – The Basic
HealthLinkBC (2019), Methicillin-Resistant Staphylococcus Aureus (MRSA)