Perbedaan Antara Phlegmon dan Abses

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
perbedaan-antara-phlegmon-dan-abses-halodoc

Halodoc, Jakarta – Apa yang pertama kali terlintas di pikiran kamu ketika mendengar peradangan? Mungkin selama ini kamu mengira bahwa peradangan hanya terjadi di bagian-bagian tubuh tertentu. Sebut saja tenggorokan atau usus, dua organ yang sering diserang peradangan. Namun nyatanya, peradangan bisa terjadi pada bagian tubuh mana saja, lho. Bahkan, peradangan bisa meluas dan menyebar ke bagian tubuh lainnya di bawah kulit. Peradangan di bawah kulit disebut juga phlegmon. Namun, phlegmon seringkali dikaitkan dengan abses. Padahal kedua jenis kondisi ini berbeda, lho. Yuk, simak penjelasannya lebih lanjut di sini.

Apa Itu Phlegmon?

Phlegmon adalah istilah medis untuk peradangan akut yang meluas pada jaringan ikat dan jaringan lunak yang disebabkan oleh infeksi. Awalnya, peradangan yang menyebabkan phlegmon biasanya bukan kondisi yang serius, tetapi karena tidak diobati dengan baik, akhirnya menyebar dengan sangat cepat ke bagian tubuh mana saja. Dalam beberapa kasus, phlegmon bisa berakibat fatal.

Baca juga: Selain Menyerang Kulit, Abses Dapat Menyerang 6 Bagian Tubuh Ini

Apa Bedanya Phlegmon dengan Abses?

Karena sering dikaitkan satu sama lain, kadang-kadang sulit untuk membedakan apakah jaringan lunak yang terinfeksi mengalami abses atau phlegmon. Namun, kedua kondisi tersebut tetaplah berbeda. Phlegmon adalah peradangan akut yang mengeluarkan nanah dan biasanya terjadi pada jaringan ikat di bawah kulit (subkutan). Sementara abses adalah kumpulan nanah dalam satu tempat di dalam suatu rongga yang diakibatkan oleh kerusakan jaringan.

Selain itu, benjolan nanah akibat abses biasanya bisa disedot dan dikeluarkan dengan mudah lewat tindakan medis sederhana. Namun, tidak demikian halnya dengan nanah yang terbentuk akibat phlegmon. Nanah akibat phlegmon tidak mudah untuk diserap dan sangat berisiko menyebabkan infeksi yang mudah menyebar ke jaringan sekitar.  

Apa Penyebab Phlegmon?

Phlegmon disebabkan oleh infeksi bakteri bernama Staphylococcus aureus koagulase positif. Infeksi pada kasus phlegmon bisa terjadi di lokasi yang bervariasi. Misalnya, di langit-langit mulut, otot, rongga di antara paru-paru kanan dan kiri atau mediastinum, dan pada dinding organ-organ yang berlubang. 

Gejala Phlegmon yang Mesti Diwaspadai

Pengidap phlegmon bisa mengalami gejala-gejala berupa demam disertai mengigil dan kelelahan. Selain itu, nanah juga bisa menyebar di jaringan ikat longgar, tanpa adanya batas area peradangan yang jelas. Gejala phlegmon lainnya yang juga bisa muncul, antara lain:

  • Lapisan kulit menjadi berwarna merah terang;

  • Terasa sangat sakit;

  • Matinya jaringan ikat dan jaringan otot yang terinfeksi;

  • Peradangan edema ringan;

  • Lymphangitis;

  • Limfadenitis;

  • Meluasnya penyebaran abses; dan

  • Meningkatnya nilai laju endap darah (erythrocyte sedimentation rate/ESR).

Baca juga: Ketahui Gejala Kamu Alami Phlegmon

Cara Mengobati Phlegmon

Karena phlegmon disebabkan oleh infeksi bakteri, maka dokter bisa memberikan antibiotik untuk melawan dan membunuh bakteri. Sebagian besar phlegmon pada jaringan kulit bisa diatasi dengan antibiotik selama infeksi belum menyebar. Namun, kadang-kadang operasi juga perlu dilakukan untuk membersihkan jaringan yang sudah rusak dan mencegah infeksi menyebar. 

Sedangkan phlegmon yang terjadi di langit-langit mulut dan pembungkus tendon, tergolong kondisi yang sangat berbahaya. Karena itu, dibutuhkan tindakan operasi untuk mengatasinya. Dalam kebanyakan kasus, operasi yang dilakukan lebih dini sebelum phlegmon berkembang semakin parah dan dapat membantu menyembuhkan phlegmon. Pengidap juga dianjurkan untuk beristirahat total (bed rest) guna membantu mempercepat penyembuhan.

Baca juga: Kenali 4 Jenis Abses yang Dapat Terjadi pada Tubuh

Nah, itulah penjelasan mengenai perbedaan phlegmon dengan abses. Bila kamu masih ingin tahu lebih lanjut seputar phlegmon, tanyakan saja kepada ahlinya dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter untuk bertanya-tanya seputar kesehatan melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Healthline (DIakses pada 2019). Phlegmon: Symptoms, Causes, Diagnosis, and Treatment.
Halodoc (Diakses pada 2019). Phlegmon.