Selain Menyerang Kulit, Abses Dapat Menyerang 6 Bagian Tubuh Ini

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Selain Menyerang Kulit, Abses Dapat Menyerang 6 Bagian Tubuh Ini

Halodoc, Jakarta - Hadirnya abses atau kumpulan nanah di bagian tubuh sebenarnya merupakan reaksi alami akibat adanya perlawanan dari sistem kekebalan tubuh terhadap suatu infeksi yang menyerang jaringan tertentu. Perlawanan ini diwakili oleh sel darah putih, yang bergerak melalui dinding pembuluh darah dan berkumpul di dalam jaringan yang rusak. 

Proses ini kemudian menghasilkan cairan yang biasa kita sebut nanah, yang terdiri dari sel darah putih yang hidup maupun yang sudah mati, jaringan yang mati, bakteri, atau benda asing lainnya seperti bakteri. Meski kebanyakan abses terjadi di kulit, kumpulan nanah ini juga ternyata bisa terbentuk di beberapa bagian tubuh lainnya, lho. 

Sebelum membahas bagian-bagian tubuh mana saja, kamu juga bisa mendapatkan penjelasan langsung dari dokter di aplikasi Halodoc, lho. Lewat fitur Talk to a Doctor, kamu bisa obrolkan langsung gejalamu melalui Chat atau Voice/Video Call

Nah, selain kulit, beberapa bagian tubuh lain yang juga dapat terserang abses adalah:

1. Abses Dapat Menyerang Otak

Meski tergolong kasus yang jarang, abses juga bisa terbentuk di dalam otak, lho. Kondisi ini ditandai dengan gejala sakit kepala parah, yang tidak bisa disembuhkan dengan obat pereda nyeri biasa. Pada beberapa kasus, pengidap abses otak juga dapat mengalami perubahan kondisi mental, penurunan kesadaran, kelumpuhan, kejang, dan demam tinggi.

Baca juga: 3 Hal yang Perlu Diketahui tentang Abses pada Bagian Tubuh

Abses otak umumnya disebabkan oleh bakteri atau jamur yang masuk ke jaringan otak, melalui infeksi yang terjadi di kepala, seperti infeksi sinus, abses gigi, atau infeksi telinga. Beberapa kondisi medis lainnya seperti pneumonia dan cedera kepala berat juga bisa menyebabkan terjadinya abses otak. 

2. Abses Menyerang Anus

Abses yang terbentuk di area anus ini disebut juga dengan nama abses anal. Biasanya terjadi karena adanya infeksi pada kelenjar kecil anus, tersumbat, dan meradangnya kelenjar anus, hingga penyakit menular seksual. Selain itu, abses anak juga bisa terjadi karena luka di anus yang terinfeksi.

Ketika mengalami abses anal, gejala yang umum muncul adalah terjadinya pembengkakan yang nyeri dan bernanah seperti bisul. Saat disentuh, daerah yang terkena akan terasa hangat dan mungkin memiliki warna kemerahan. Beberapa abses bisa juga terjadi di jaringan anus yang lebih dalam, meski jarang terjadi.

3. Abses pada Gigi

Abses yang muncul pada area sekitar gigi (abses gigi) ditandai dengan rasa nyeri berdenyut yang parah. Nyeri ini bisa terjadi secara tiba-tiba dan akan memburuk dalam beberapa jam atau hari kemudian. Abses gigi juga akan membuat gigi jadi lebih sensitif, memicu bau mulut, bengkak di wajah dan gusi, hingga kesulitan mengunyah.

Penyebab terjadinya abses pada gigi biasanya adalah akumulasi bakteri yang berkumpul di dalam mulut. Hal ini bisa terjadi jika tidak rutin membersihkan mulut dan gigi. Selain itu, berkumpulnya bakteri di dalam mulut juga bisa diakibatkan oleh terlalu banyaknya mengonsumsi gula dan makanan yang mengandung karbohidrat. 

Baca juga: Benarkah Abses Gigi Bisa Sebabkan Radang Otak?

4. Abses di Kelenjar Bartholin

Bartholin merupakan kelenjar yang terletak pada tiap sisi pintu masuk vagina. Abses yang terbentuk pada kelenjar bartholin (abses bartholin) ini biasanya terjadi karena adanya penyumbatan, yang lambat laun membentuk kista. Nah, kista yang mengalami infeksi itulah yang menyebabkan terjadinya abses bartholin. 

Abses Bartholin umumnya disebabkan oleh bakteri E. Coli. Selain itu, bakteri yang menyebabkan penyakit menular seksual, seperti klamidia atau gonore, juga dianggap berperan dalam terbentuknya abses jenis ini. Tertumpuknya nanah akan menimbulkan rasa sakit di area tersebut.

5. Menyerang Hati

Hati atau liver, yang merupakan organ terbesar dalam tubuh, juga tak luput dari risiko abses. Abses hati terbagi menjadi 2 jenis, yaitu abses hati amoeba dan abses hati piogenik. Seperti namanya, abses hati amoeba disebabkan oleh infeksi parasit usus Entamoeba histolytica. 

Jika usus seseorang terinfeksi oleh parasit ini, maka parasit bisa terbawa oleh darah ke hati lalu menyebabkan abses. Gejala dari adanya penumpukan nanah di hati antara lain berupa sakit yang menetap dan terasa menusuk-nusuk di perut, terutama bagian kanan atau atas. Gejala lainnya adalah batuk, demam, gelisah, hilang selera makan, berkeringat secara terus-menerus, dan berat badan menurun.

Sementara itu, abses hati piogenik disebabkan oleh sekumpulan bakteri, yang biasanya disebabkan oleh peradangan saluran empedu. Beberapa gejala yang timbul akibat abses hati piogenik antara lain feses keras dan berwarna putih, serta urine berwarna gelap. Umumnya, pengidap akan merasakan nyeri perut di bagian kanan atas, dan meski jarang, bisa juga merasakan nyeri di seluruh perut. 

Baca juga: Rutin Periksa Gigi untuk Cegah Abses Gigi

6. Saraf Tulang Belakang

Meski tergolong langka, abses saraf tulang belakang dapat menjadi kondisi yang mengancam nyawa pengidapnya. Biasanya, abses saraf tulang belakang terjadi sebagai komplikasi dari abses epidural. Penyebab yang paling sering adalah bakteri, yaitu Staphylococcus

Selain itu, abses saraf tulang belakang juga bisa disebabkan oleh jamur. Mereka yang berisiko terkena abses saraf tulang belakang adalah yang mengalami cedera punggung, bisul di punggung, pengguna narkoba suntik, komplikasi pungsi lumbal, atau infeksi yang disebarkan melalui aliran darah.

Itulah beberapa bagian tubuh yang bisa mengalami abses. Perlu diingat bahwa abses dapat berisiko buruk tidak tidak segera ditangani. Cegah terjadinya komplikasi yang bersifat fatal dengan segera menghubungi dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat. Untuk melakukan pemeriksaan, kini kamu bisa langsung buat janji dengan dokter di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc, lho. Jadi, pastikan kamu sudah download aplikasinya di ponselmu, ya.

Referensi:
NHS (2019). Abscess
WebMD (2019). Abscess
Healthline (2019). What Causes a Skin Abscess?