Sama-Sama karena Nyamuk, Ini Perbedaan Gejala Chikungunya dengan DB

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Sama-Sama karena Nyamuk, Ini Perbedaan Gejala Chikungunya dengan DB

Halodoc, Jakarta – Chikungunya dan demam berdarah adalah infeksi virus yang disebarkan oleh nyamuk Aedes. Virus ditularkan dari manusia ke manusia melalui gigitan nyamuk betina yang terinfeksi. Seekor nyamuk pembawa virus dapat menginfeksi lebih dari selusin orang seumur hidupnya.

Aedes aegypti lebih cenderung menyebarkan demam berdarah, sedangkan Aedes albopictus menyebarkan virus chikungunya. Walaupun begitu, kedua jenis nyamuk ini dapat menyebarkan kedua penyakit tersebut. Seseorang dapat terinfeksi kedua penyakit sekaligus.

Gejala untuk chikungunya dan demam berdarah hampir identik, yaitu demam tinggi, sakit kepala, sakit mata, nyeri sendi, ruam, dan lesu. Beberapa metode dapat digunakan untuk diagnosis. Tes darah dapat mendeteksi virus dengue atau virus chikungunya dalam darah selama beberapa hari pertama infeksi ataupun antibodi terhadap virus selanjutnya.

Baca juga: 3 Alasan Mengapa Chikungunya Berbahaya

Tes untuk memeriksa virus dilakukan jika dokter mencurigai seseorang mengidap infeksi dengue atau chikungunya. Kelelahan yang disebabkan oleh kedua penyakit virus ini dapat berlangsung berminggu-minggu,bahkan berbulan-bulan.

Dalam beberapa kasus, nyeri sendi yang disebabkan oleh chikungunya dapat bertahan selama beberapa bulan atau bahkan bertahun-tahun. Chikungunya jarang berakibat fatal, tetapi demam berdarah bisa terjadi.

Tidak ada vaksin untuk mencegah atau obat untuk mengobati virus chikungunya. Beberapa upaya yang bisa dilakukan, seperti:

  1. Beristirahatlah yang banyak

  2. Minumlah cairan untuk mencegah dehidrasi

  3. Minum obat seperti acetaminophen (Tylenol) atau parasetamol untuk mengurangi demam dan nyeri

  4. Jangan minum aspirin dan obat antiinflamasi non-steroid lainnya

  5. Jika kamu minum obat untuk kondisi medis lain, bicarakan dengan dokter sebelum mengambil obat tambahan.

Baca juga: Awas, Demam Berdarah Sebabkan 2 Komplikasi Ini

Chikungunya Vs Demam Berdarah

Meskipun kedua penyakit ini sangat mirip dengan gejala yang cocok, namun ada beberapa perbedaan utama antara keduanya.

Demam berdarah dan chikungunya dibawa oleh jenis nyamuk yang sama, tetapi disebabkan oleh berbagai virus. Sementara chikungunya disebabkan oleh Togaviridae alphavirus, dan Flaviviridae Flavivirus yang bertanggung jawab menyebabkan demam berdarah.

Demam berdarah telah menjadi lebih umum dan berbahaya daripada chikungunya dalam beberapa tahun terakhir, tetapi nyeri sendi yang terkait dengan chikungunya dapat berlangsung selama bertahun-tahun.

Gejala-gejala demam berdarah muncul dalam 3–4 hari setelah infeksi dan mengurangi sekitar 3–4 minggu dengan obat-obatan dan istirahat. Gejala chikungunya mulai dengan demam mendadak dalam 2–4 hari setelah terpapar dan bisa memakan waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan untuk memudar.

Baca juga: Jakarta Waspada DBD sampai Maret 2019, Hindari DBD dengan Cara Ini

Gejala awal untuk chikungunya adalah demam, nyeri sendi dan otot, infeksi mata, dan ruam, sedangkan untuk demam berdarah awalnya gejalanya, meliputi demam, nyeri pada persendian, nyeri mata, dan ruam.

Di chikungunya, ruam muncul di dada dan lengan saat demam berdarah, mereka muncul di lengan dan wajah. Nyeri sendi di chikungunya dialami di tangan, pergelangan tangan, dan kaki, sedangkan pada demam berdarah dialami di bahu dan lutut.

Untuk mencegah diri dari kedua penyakit ini, kamu perlu melindungi diri dari gigitan nyamuk. Cara termudah untuk melindungi diri dan keluargamu adalah menggunakan obat nyamuk, menjaga kebersihan rumah, meningkatkan imun tubuh, serta memerhatikan titik-titik penyebaran kedua penyakit ini bila melakukan perjalanan ke luar kota/negeri.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai perbedaan gejala chikungunya dan demam berdarah serta bagaimana pencegahan dan pengobatannya, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.