06 December 2018

Perempuan yang Punya 5 Anak Rentan Terserang Alzheimer, Kok Bisa?

Perempuan yang Punya 5 Anak Rentan Terserang Alzheimer, Kok Bisa?


Halodoc, Jakarta - Penyakit alzheimer sering kali mengganggu sel-sel otak hingga menyebabkan kerusakan. Alhasil, bisa menimbulkan masalah pada memori, kemampuan berpikir, berbicara, serta perubahan dalam perilaku pengidapnya.

Kata ahli, penyakit ini lebih dominan menyerang mereka yang berusia di atas 65 tahun. Alzheimer enggak pandang bulu bisa menghantui siapa saja, baik laki-laki maupun perempuan. Meski begitu, menurut studi ternyata perempuan lebih rentan mengidap penyakit ini. Lho, kok bisa?

Menurut ahli, setidaknya ada dua kemungkinan yang bisa menyebabkannya. Pertama, perempuan yang bisa mencapai usia lanjut, faktanya lebih banyak ketimbang laki-laki. Kedua, menyoal masalah menopause. Ketika menopause, mereka akan mengalami penurunan kadar estrogen. Padahal, estrogen ini berperan memberikan perlindungan dalam pembuluh darah. Nah, bila kadarnya menurun, maka perlindungan pada pembuluh darah, termasuk pembuluh darah di otak juga menurun.

Di samping itu, boleh percaya atau tidak, ternyata perempuan yang memiliki lima anak atau lebih, katanya rentan terserang penyakit lupa ini. Hmm, kira-kira apa alasannya, ya?

Banyak Anak Bikin Pikun?

Mungkin subjudul di atas bertentangan dengan pameo lama yang populer di kalangan para ibu. Semboyannya berbunyi, “Banyak anak, banyak rezeki”. Enggak jelas sih kapan sebenarnya pameo ini muncul, tapi faktanya masih banyak kok perempuan yang mengamininya.

Namun bila ditelisik dalam kacamata sains, memiliki banyak anak tidak disarankan para ahli kesehatan. Alasannya singkat, sebab berisiko pada kesehatan reproduksi ibu. Di samping itu, memiliki banyak momongan katanya juga membuat wanita berisiko menjadi cepat pikun atau terserang alzheimer. Memang sukar dipercayai, tapi begitulah fakta dari studi di bawah ini.

Para ilmuwan dari Korea Selatan menganalisis 3.549 data wanita untuk mengetahui sejarah reproduksi mereka. Rata-rata subjek penelitian berusia 71 tahun, dan memiliki anak bungsu berusia 46 tahun. Datanya diambil dari dua studi berbasis populasi di Korea Selatan dan Yunani. Dalam analisis itu, wanita dengan riwayat pengangkatan rahim dan terapi hormon tak dilibatkan. Lalu, bagaimana hasilnya?

Hasil yang diterbitkan di jurnal Neurology baru-baru ini menemukan bahwa, wanita yang melahirkan lebih dari lima kali berpeluang tinggi terserang alzheimer. Angkanya sekitar 70 persen, dibandingkan dengan wanita yang hanya melahirkan satu atau dua kali.

Enggak cuma itu, wanita yang pernah mengalami keguguran pun juga amat mungkin mengembangkan penyakit ini. Kata ahli dalam studi, kedua hal tersebut muncul karena pengaruh hormon. Lagi-lagi ada kemungkinan bahwa tingkat estrogen yang diduga menjadi biang keladinya.

Otak yang Kelaparan

Menurut studi kesehatan yang diterbitkan di jurnal PloS One, berkurangnya hormon estrogen mengakibatkan elemen saraf perlindungan dalam otak wanita berkurang. Kadar estrogen yang merosot ini juga menyebabkan perubahan metabolik pada otak. Nah, hal inilah yang bisa meningkatkan risiko terserang penyakit lupa.

Kata profesor dari Cornell University, Amerika Serikat, menopause enggak menyoal terkikisnya kesuburan saja. Kondisi ini juga menandai hilangnya elemen kunci pada saraf perlindungan dalam otak perempuan, dan risiko lebih tinggi pada penuaan otak.

Menurunnya kadar hormon estrogen ini juga memicu “reaksi kelaparan” pada sel otak. Kondisi ini merupakan proses metabolisme yang penting dalam jangka pendek, tapi berbahaya dalam jangka panjang.

Punya masalah kesehatan atau ingin tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Baca juga: