Perkembangan Bayi 25 Bulan

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Perkembangan Bayi 25 Bulan

Halodoc, Jakarta - Sekarang, sang buah hati telah memasuki usia 25 bulan atau 2 tahun 1 bulan. Tentu saja, dia sudah bisa melakukan banyak hal. Dia sudah bisa mengungkapkan apa yang diinginkan, bahkan mengungkapkan kekecewaannya. Nah, bagaimana sih normalnya perkembangan bayi di usia 25 bulan ini? Berikut ulasannya.

Pertumbuhan Bayi Usia 25 Bulan

Memang, Si Kecil bukan lagi seorang bayi. Namun, apakah hingga di usia ini ia masih menggunakan dot? Sayangnya, beberapa kebiasaan memang sulit dihilangkan, dan bisa saja Si Kecil akan merengek meminta dot ketika dia hendak tidur. Meski begitu, menyapih memang diperlukan, karena akan berpengaruh pada perkembangan bicara sang buah hati. 

Misalnya, anak akan banyak sekali mengenal kata-kata baru, tetapi akan sulit baginya berbicara dengan jelas jika ada sesuatu di mulutnya. Bahkan, bisa jadi dia akan enggan berbicara dan membatasi komunikasinya dengan orang lain, tak terkecuali ibu dan ayah. Anak yang menjadi pecandu dot pun bisa menyebabkan rahang yang tidak selaras atau gigi bengkok. Dot juga membawa banyak kuman yang akan langsung masuk ke mulutnya. 

Baca juga: Begini Perkembangan Janin pada Usia 25 Minggu

Kesehatan Bayi Usia 25 Bulan

Di usia 25 bulan, anak sering kali mengalami masalah tidur. Nah, cara terbaik untuk menyiapkan sang buah hati untuk tidur adalah menerapkan rutinitas tidur yang lebih konsisten. Ini bisa berarti menceritakan dongeng yang diikuti pelukan dan ciuman hangat sebelum ia tidur. 

Untuk menumbuhkan keinginan tumbuh kembang anak, biarkan ia memilih mainannya, cerita yang ingin dia dengarkan. Tidak masalah jika dia memilih cerita yang sama berulang kali, mungkin memang menyukainya dan ingin mendengarkannya lagi. Apabila anak sebelumnya tertidur dengan nyenyak dan muncul keengganannya untuk tetap berada di tempat tidur, coba cek apakah dia sedang tidak enak badan.

Apabila anak mengalami mimpi buruk ketika tidur malam, tidak ada salahnya untuk menenangkannya. Tanyakan apa yang dia takuti, dan jelaskan bahwa hanya bermimpi. Namun, hindari anak untuk tidur bersama ibu dan ayah setiap saat, karena ini akan membuatnya bergantung dan takut untuk tidur di kamarnya sendiri. 

Baca juga: Begini Perkembangan Bayi Usia 24 Bulan

Ingin Menambah Anggota Keluarga Lagi?

Usia 25 bulan menjadi waktu yang tepat untuk ibu dan ayah jika ingin menambah keluarga baru. Ya, tidak ada salahnya ibu mengandung lagi, tetapi keadaan mungkin akan berbeda karena kini ibu sedang merawat balita yang selalu membutuhkan perhatian. Ibu perlu tahu, salah satu tantangan terbesar kehamilan, terutama jika mengalami mual dan muntah adalah menjalani hari. 

Ibu pasti tidak akan bisa beristirahat ketika Si Kecil sedang berlarian. Jadi, waktu terbaik untuk tidur adalah ketika anak juga sedang terlelap. Lebih baik lagi jika ibu mempekerjakan ART atau ada pihak keluarga yang menawarkan untuk membawa Si Kecil bermain, karena bisa sedikit rileks. Apabila ibu tidak bisa makan karena mual dan muntah yang mengganggu, tetaplah berusaha makan meski sedikit. Ingat, asupan gizi tetap penting untuk ibu. 

Lalu, bagaimana jika anak ribut dan menuntut perhatian? Ibu bisa menitipkannya pada ayah dan mengambil janji kepada dokter ahli kandungan lebih lama untuk bertanya-tanya. Supaya tidak mengantre, buat saja janji langsung dengan dokter kandungan melalui aplikasi Halodoc di rumah sakit mana saja yang terdekat dengan rumah.

Baca juga: Begini Perkembangan Janin pada Usia 24 Minggu

Paling penting, selalu jaga kesehatan ibu. Tidak masalah tidak memasak, karena ibu juga harus banyak istirahat, terlebih pada kehamilan trimester awal. Selalu minta bantuan ayah kapan saja ya bu, karena ibu sedang mengandung dan membesarkan balita. 


Referensi:

Parents. Diakses pada 2019. 25 Month old Child Development.
Baby Center. Diakses pada 2019. Your 25-Month-Old: Brain Boosters.
What to Expect. Diakses pada 2019. 25-Month-Old Child.