Perkembangan Bayi 26 Bulan

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Perkembangan Bayi 26 Bulan

Halodoc, Jakarta - Sekarang, usia sang buah hati sudah memasuki 26 bulan. Apa saja perkembangan anak yang terjadi di usia ini? Tentu saja ada banyak hal ya, karena memang setiap bulan berlalu, ada saja keunikan yang terjadi pada anak. Hal ini menjadikan pengalaman dan ilmu yang baru untuk ayah dan ibu.

Seiring perkembangan anak, orangtua secara tidak langsung juga terus belajar dan memahami perubahan anak setiap harinya. Pastikan juga kesehatan tubuh anak tetap terjaga, ya! Nah, untuk anak yang sudah berusia 26 bulan, berikut ini perkembangan yang bisa terjadi.

Perkembangan Imajinasi Anak

Anak mulai menyukai hal yang berkaitan dengan orang dewasa dengan ukuran yang lebih kecil dan pas untuk usianya. Perangkat dapur, meja piknik, mobil-mobilan, hingga bangku kecil menjadi peralatan yang terbilang aman untuk anak bermain layaknya orang dewasa. Imajinasi mereka berkembang, mulai dari menjadikan balok kayu sebagai mobil-mobilan atau meja hingga adonan imitasi yang berubah menjadi hamburger dan nasi. 

Bermain kostum menjadi aktivitas yang menarik untuk anak laki-laki dan perempuan. Berikan waktu untuk menontonnya menjadi juru masak, dokter, guru, pilot, hingga ksatria bertopeng yang siap untuk menyelamatkan dunia. Tentu saja, bermain pura-pura ini lebih menyenangkan jika ada teman yang mendampinginya bermain. Jadi, tidak ada salahnya menemaninya sejenak memainkan peran yang ia sukai. 

Baca juga: Begini Perkembangan Bahasa Anak di Usia 1 hingga 4 Tahun

Secara sederhana, sang buah hati belajar meniru perilaku yang dilihatnya. Anak dapat berpura-pura mengayunkan boneka bayi seperti ibu menimang adik bayinya, memotong rumput di halaman depan, hingga memasak menu makanan seperti yang ibu lakukan di dapur. Tanpa disadari, anak sedang berlatih menjadi orang dewasa. 

Pada usia ini, anak mulai memahami bahwa foto adalah representasi orang-orang nyata. Ibu bisa mencoba mengajaknya melihat foto dan perhatikan apakah ia mengenali beberapa wajah yang mungkin telah terasa akrab dengan penglihatannya. Ibu bisa meminta Si Kecil untuk menunjuk foto yang akrab dengannya, bahkan menyebutkan nama sang empunya wajah pada foto tadi. 

Waktunya Toilet Training

Sekarang, sang buah hati sudah memasuki usia 2 tahun. Ia mungkin sudah siap untuk belajar bagaimana menggunakan toilet. Tentu saja, ibu dan ayah harus sabar, karena melatih anak menggunakan toilet bisa saja berjalan mudah, tetapi bisa juga sebaliknya. Meski begitu, ada banyak teknik, tips dan saran dari para ahli tentang cara melatih anak menggunakan toilet. Ibu juga bisa menanyakan langsung pada ahli anak. 

Baca juga: Perkembangan Bayi 22 Bulan

Lebih mudah lagi jika ibu menggunakan aplikasi Halodoc, karena bisa langsung bertanya pada dokter sesuai ahlinya. Begitu pula jika anak sakit, karena melalui aplikasi Halodoc, ibu akan lebih mudah untuk membuat janji dengan dokter anak di rumah sakit terdekat. Jadi, anak bisa segera mendapatkan penanganan tanpa perlu mengantre panjang. 

Seringnya, kontrol di siang hari akan terjadi lebih awal daripada kemampuan anak untuk menggunakan toilet di malam hari. Tidak ada salahnya untuk tetap menggunakan popok ketika tidur, tetapi ibu bisa melatihnya agar tidak mengompol dengan ke kamar mandi sebelum tidur. Jika ia sudah terbiasa, kini saatnya melepas popok di malam hari ketika anak tidur. Ingat, selalu sabar dan hindari emosi ketika sedang melatih anak menggunakan toilet, karena perkembangan anak yang terjadi antara satu dengan lainnya tidak pernah sama. 

Baca juga: Perkembangan Bayi 19 Bulan



Referensi: 
Parents. Diakses pada 2019. 26 Month Old Child Development.
Babycenter. Diakses pada 2019. Your 26-Month-Old: Biting Strategies.
What to Expect. Diakses pada 2019. 26-Month-Old Child.