• Home
  • /
  • Perkembangan Bayi 30 Bulan

Perkembangan Bayi 30 Bulan

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Perkembangan Bayi 30 Bulan

Halodoc, Jakarta - Sekarang usia Si Kecil sudah 30 bulan atau 2 tahun 6 bulan. Apakah ibu dan ayah sudah mulai merindukan kembali masa-masa menyusui dan periode ketika sang buah hati baru saja dilahirkan? Kini ia lebih aktif bicara, berlarian ke sana kemari, dan bermain dengan imajinasinya sendiri. Namun, tetap saja, ibu dan ayah harus memberikan perhatian khusus pada pertumbuhan dan perkembangan anak agar tetap sesuai dengan usianya. 

Mengajari Anak Perilaku yang Baik

Ibu tidak perlu mendaftarkan anak di sekolah terbaik untuk mengajarinya bagaimana memiliki perilaku sopan santun. Sebenarnya, anak tidak selalu diharapkan untuk berperilaku baik, tetapi tidak ada salahnya mengenalkan lebih dini pada anak. Namun, anak sejatinya tidak membutuhkan pelajaran formal, ia hanya membutuhkan panutan yang baik dan arahan dari orangtuanya. 

Terpenting, ingatlah bahwa ibu dan ayah harus selalu menjadi teladan untuk perilaku baik. Ketika anak melihat orangtuanya bersikap sopan, ia cenderung melakukan hal yang sama. Ibu bisa mendapatkan banyak saran dari buku atau cerita pendek yang menjelaskan pentingnya untuk selalu bersikap sopan santun. Atau langsung bertanya pada dokter ahli psikologi melalui aplikasi Halodoc

Baca juga: Perkembangan Bayi 26 Bulan

Tempat paling tepat untuk mengajarkan sopan santun pada anak bisa dimulai saat makan. Mulailah dengan hal paling dasar, mengucap tolong dan terima kasih, lalu mengajari bahwa mengunyah makanan harus dengan mulut tertutup dan tidak boleh berbicara kala sedang makan. Jika dilakukan secara rutin, aktivitas ini membentuk karakter sopan santun pada anak. 

Keselamatan Anak dengan Adanya Car Seat

Ibu mungkin membutuhkan car seat ketika mengemudi bersama buah hati ke suatu tempat. Seiring dengan pertambahan usianya, ibu akan mencarikan kursi mobil baru yang sesuai untuknya. Ibu pasti yakin adanya kursi mobil ini mengurangi risiko anak terluka atau terancam nyawanya ketika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan saat berkendara. Namun, benarkah demikian? 

Sayangnya, tidak demikian. Bahkan, ada beberapa orangtua yang menyadari bahwa mereka membahayakan keselamatan sang buah hati dengan kebiasaan mengemudi yang rasanya tidak membahayakan. Coba periksa apa yang ada di kursi dan dasar mobil. Tas yang terlalu besar, payung kecil, buku, atau tas olahraga. Semuanya bisa menjadi penyebab anak terluka apabila terjadi kecelakaan atau saat ibu mengerem mendadak.

Baca juga: Perkembangan Bayi 25 Bulan

Jadi, pastikan ibu mengosongkan kursi dan menyimpan barang-barang tadi di bawah kursi atau pada bagasi. Selanjutnya, periksa jendela mobil. Perangkat otomatis yang berfungsi untuk menaikturunkan jendela bisa menjadi peranti yang berbahaya bagi anak. Jadi, cari tahu cara mengontrol tombol otomatis ini agar tidak membahayakan anak, atau kunci otomatis jendela dari kemudi untuk mencegah anak membukanya tanpa sengaja ketika ibu sedang mengemudi. 

Baca juga: Perkembangan Bayi 27 Bulan

Selalu ingat bahwa perkembangan anak di usia 30 bulan ini semakin meningkatkan rasa penasaran dan keingintahuannya. Jadi, berikan dampingan pada anak ketika ia beraktivitas, terutama di luar rumah. Dengan begitu, anak tetap bisa mengenal dunia luar dengan lebih baik tanpa harus membahayakan dirinya sendiri. 

Referensi: 
Parents. Diakses pada 2019. 30 Month Old Child Development.
What to Expect. Diakses pada 2019. Toddler Development Now: What’s Normal, What’s Not.
Kids Health. Diakses pada 2019. Your Child’s Development: 2,5 Years.