30 March 2019

Perkembangan Janin Usia 2 Minggu

perkembangan-janin-usia-2-minggu-halodoc

Halodoc, Jakarta – Bahagia sekaligus cemas tentunya menyelimuti ibu ketika tahu bahwa ia sudah hamil. Ibu juga tentunya penasaran dengan apa yang terjadi dengan janin pada minggu-minggu awal kehamilan. Yuk, cari tahu perkembangan janin pada usia 2 minggu di sini.

Bila pada usia 1 minggu kehamilan, janin belum terbentuk karena sel telur masih dalam proses meninggalkan indung telur dan menuju tuba falopi. Di usia 2 minggu, ada kemungkinan janin ibu sudah mulai terbentuk. Terbentuknya janin ini terjadi saat sel telur ibu bertemu dengan sperma suami.

Pada minggu kedua ini, sudah terbentuk embrio yang berukuran sekitar 0,01–0,02 sentimeter yang terdiri dari dua lapisan sel, yaitu ektoderm dan endoterm yang akan menjadi cikal bakal organ tubuh. Di saat inilah, kehamilan sudah bisa terdeteksi melalui hormon HCG dalam darah. Tapi, janin di dalam kandungan masih belum menampakan bentuknya secara utuh.

Pada minggu kedua ini juga, jenis kelamin bayi sudah mulai ditentukan, namun ibu belum bisa mengetahuinya dengan pasti sampai sekitar usia 15 minggu kemudian. Jenis kelamin janin terbentuk karena pada dasarnya setiap orang memiliki 46 kromosom yang nantinya akan membangun material genetik. Dari 46 kromosom, terdapat 2 kromosom yang menentukan jenis kelamin yang disebut juga dengan kromosom seks.

Salah satu kromosom dibawa dari sperma dan kromosom lainnya dibawa dari sel telur. Kromosom yang dibawa oleh sel telur disebut juga kromosom X, sedangkan sperma bisa membawa kromosom Y dan kromosom X.

Bila janin ibu dibuahi dengan kombinasi kromosom XX, maka kemungkinan besar akan melahirkan seorang anak berjenis kelamin perempuan. Sedangkan bila kombinasi kromosomnya adalah XY, maka ibu akan mendapatkan bayi laki-laki.

Baca juga: Benarkah Pola Makan Ibu Menentukan Jenis Kelamin Janin?

Perubahan dalam Tubuh Ibu pada Usia 2 Minggu Kehamilan

Di usia 2 minggu kehamilan ini, terjadi perkembangan di mana ovarium akan mengeluarkan sel telur matang (ovum) ke dalam tuba falopi. Di sana, sel telur akan dengan sabar menunggu sperma yang bisa bertahan di area sepanjang 15, 20–24, 32 sentimeter yang terletak di antara serviks dan rahim.

Pada awal minggu ini (sekitar hari ke 15 dari siklus haid 28 hari), ibu juga bisa berovulasi. Waktu ovulasi setiap wanita bisa berbeda-beda. Wanita yang memiliki siklus haid 28 hari biasanya mengalaminya di antara hari ke-9 sampai hari ke-21.

Ibu bisa menggunakan tes ovulasi untuk mengetahui waktu yang tepat untuk memulai pembuahan. Ingat, saat berhubungan intim, hanya ada satu sperma saja yang akan berhasil membuahi telur ibu.

Baca juga: Cara Menghitung Masa Subur yang Perlu Diketahui

Setelah terjadi pembuahan, embrio mulai menghasilkan zat-zat kimia yang memiliki dua fungsi. Fungsi yang pertama adalah sebagai pemberi sinyal pada tubuh ibu bahwa embrio tersebut telah hadir, sehingga akan memicu perubahan-perubahan dalam tubuh ibu nantinya. Sedangkan fungsi yang kedua, untuk menekan sistem kekebalan tubuh ibu, sehingga embrio tidak diperlakukan lagi seperti benda asing, melainkan dapat dibiarkan tumbuh.

Lalu, lapisan rahim ibu juga akan menebal untuk mempersiapkan tempat bayi di dalam kandungan.

Gejala Kehamilan di Usia 2 Minggu

Gejala awal kehamilan pada tiap wanita tidak selalu sama. Tapi, di minggu awal kehamilan, ibu akan mengalami sejumlah gejala seperti mual dengan atau tanpa muntah, payudara bengkak dan sensitif, serta sakit pinggang bagian bawah. Untuk memastikan kehamilan, cara terbaik yang bisa ibu lakukan adalah dengan melakukan tes kehamilan mandiri dengan menggunakan test pack atau memeriksakan diri di dokter kandungan untuk memastikan kehamilannya.

Persiapan Kehamilan di Awal Minggu

Di minggu-minggu awal kehamilan, ibu dianjurkan untuk mulai mengonsumsi vitamin kehamilan dan menghentikan sejumlah kebiasaan yang bisa membahayakan kondisi janin, seperti merokok, minum alkohol, dan mengonsumsi kafein. Ibu juga sebaiknya memperbanyak makan-makanan sehat dan mencukupi kebutuhan cairan setidaknya 68 gelas sehari.

Baca juga: Minum Kopi Saat Hamil Harus Ikuti Aturan Ini

Selain itu, download juga Halodoc sebagai teman penolong untuk membantu menjaga kesehatan ibu selama masa kehamilan. Melalui Video/Voice Call dan Chat, ibu bisa menghubungi dokter untuk membicarakan masalah kehamilan yang ibu alami kapan saja dan di mana saja.