Perlu Tahu, Ini Perawatan Setelah Proses IVF

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Perlu Tahu, Ini Perawatan Setelah Proses IVF

Halodoc, Jakarta - In Vitro Fertilization (IVF) adalah sebuah teknologi reproduksi untuk membantu pasangan yang sedang menghadapi infertilitas. Umumnya IVF lebih dikenal dengan istilah bayi tabung ketimbang IVF. Untuk melakukan prosedur IVF, dokter memerlukan sampel sperma dan sel telur yang telah diekstraksi. Kemudian, keduanya akan digabungkan di laboratorium. Setelah penggabungan sperma dan sel telur menghasilkan embrio, maka embrio akan dipindahkan ke dalam rahim. 

Baca Juga: 4 Penyebab Sulit Hamil Meski Pasangan Subur

Biasanya, pasangan yang melakukan proses IVF diminta untuk menunggu sekitar dua minggu untuk mengetahui peluang kehamilan. Selama periode tersebut, sebagian besar pasangan mungkin bertanya, adakah hal yang boleh dilakukan dan hal yang pantang dilakukan guna menjaga proses IVF. Nah, berikut hal-hal yang wajib diperhatikan pasca proses IVF.

Perihal yang Boleh Dilakukan Pasca Proses IVF

Sebenarnya, tidak ada hal khusus yang harus dilakukan selama menunggu hasil IVF. Pasangan bisa menjalani keseharian seperti pada umumnya. Terapkan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan yang bernutrisi dan memenuhi asupan cairan harian. Kurangi kebiasaan begadang untuk mendapat jam tidur yang ideal. Jangan lupa untuk rutin menjalankan olahraga ringan, seperti berjalan santai. Hal khusus yang mungkin perlu diperhatikan adalah mengurangi atau menghindari aktivitas berat. Terakhir, jangan lupa pula untuk mengonsumsi obat-obatan yang telah diresepkan dokter.

Pantangan Pasca Proses IVF

Nah, hal penting yang wajib diketahui pasangan adalah pantangan pasca melakukan proses IVF. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, pasangan tidak dianjurkan untuk melakukan aktivitas berat atau melakukan kegiatan fisik yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Hindari melakukan tirah baring berlebihan tanpa ada indikasi yang jelas dari tenaga medis. Pasangan juga pantang mengonsumsi alkohol, makan makanan tinggi gula, soda, dan konsumsi kafein secara berlebihan. Selain itu, pasangan tidak disarankan untuk melakukan kegiatan di kolam renang, pantai, atau bak mandi guna mencegah infeksi. Terakhir, pasca proses IVF pasangan tidak diizinkan melakukan hubungan intim. 

Baca Juga: Belum Punya Anak, Periksa Kesuburan dengan Cara Ini

Selain pantangan-pantangan di atas, ada hal lain yang perlu diperhatikan, yakni:

  • Perhatikan apakah muncul gejala seperti begah, sakit, atau sesak napas setelah menjalankan prosedur IVF. Segera bicarakan dengan dokter apabila mengalami gejala-gejala tersebut.

  • Setelah pemindahan embrio telah dilakukan, pihak wanita perlu menghindari konsumsi obat-obatan. Hal ini berlaku pula di awal kehamilan. 

  • Apabila mengalami kondisi seperti nyeri abdomen bawah atau sakit kepala, pasangan dapat menggunakan analgesik seperti parasetamol. Namun, jika gejalanya tak kunjung hilang, sebaiknya bicara dengan dokter untuk mencari metode pengobatan lain.

Hal yang paling penting, pasangan dihimbau untuk selalu positif dan optimis, tetapi tetap realistis selama menunggu hasil IVF. Hindari membaca atau mencari tahu informasi negatif terkait dengan IVF karena dapat memicu stres. Selain itu, pasangan tidak dianjurkan untuk terlalu fokus mencari gejala kehamilan. Rutin menggunakan test pack untuk mengecek kehamilan juga tidak diperlukan karena pada akhir minggu kedua, hasil yang sebenarnya akan segera diketahui. 

Baca Juga: Kapan Sebaiknya Proses Bayi Tabung Dilakukan?

Mau tahu informasi tentang bayi tabung lainnya? Diskusik saja dengan dokter Halodoc. Tinggal klik Talk to A Doctor yang ada di aplikasi Halodoc biar lebih praktis menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play! 

*artikel ini pernah tayang di SKATA