24 October 2018

Perlu Tahu Penanganan Operasi pada Bayi dengan Stenosis Pilorus

Perlu Tahu Penanganan Operasi pada Bayi dengan Stenosis Pilorus

Halodoc, Jakarta - Bayi yang baru lahir adalah anugerah luar biasa yang dimiliki oleh orang tuanya. Sebisa mungkin orang tua merawat bayi yang baru lahir dengan penuh kasih sayang dengan cara mencukupi setiap nutrisi yang ia perlukan. Namun, gangguan penyakit bisa saja datang mengganggu perkembangan bayi. Salah satu gangguan yang sering terjadi pada bayi adalah gangguan pada sistem pencernaannya. Nah, 2 hingga 3 dari 1000 kelahiran bayi di dunia dapat mengalami gangguan pencernaan yang cukup fatal. Gangguan tersebut dikenal dengan nama stenosis pilorus.

Apa itu Stenosis Pilorus?

Stenosis pilorus adalah gangguan pada pencernaan bayi yang membuat saluran pilorus menjadi sempit. Penyempitan terjadi lantaran otot?otot pilorus menebal sehingga  menghalangi makanan untuk memasuki ke usus bayi. Saluran pilorus tersebut seharusnya berfungsi membawa makanan dan minuman yang berisi nutrisi untuk dibawa dari lambung menuju usus dua belas jari.

Apabila penyempitan semakin parah, maka nutrisi tidak mampu masuk ke usus dua belas jari dan makanan tidak dapat dicerna secara sempurna. Bayi yang mengalami kondisi ini mengalami beberapa hal seperti muntah yang menyembur, dehidrasi, berat badan yang semakin turun, dan merasa lapar setiap saat dengan menunjukkan keinginan untuk menyusui.

Seberapa Umum Bayi Terserang Penyakit Ini?

Penyakit ini jarang terjadi, setidaknya hanya 2 hingga 3 kasus pada 1000 kelahiran. Gangguan biasanya muncul saat bayi berusia 2 hingga 8 minggu, tetapi beberapa keluhan bisa terjadi saat bayi menginjak usia 6 bulan.

Gejala Penyakit Stenosis Pilorus

Meski tergolong penyakit yang jarang terjadi, tapi bukan berarti ibu jadi acuh akan gejala-gejala yang mengindikasikan penyakit ini. Lakukan penanganan yang tepat agar penyakit dapat ditangani, untuk itu wajib mengetahui hal yang merupakan gejala penyakit ini, di antaranya:

  • Bayi sering muntah usai menyusui. Pada awalnya muntahnya terlihat biasa atau seperti muntah pada umumnya, tapi saat keadaan makin parah, bayi akan muntah dengan cara menyembur. Semburannya semakin lama semakin kuat bahkan kadang bercampur dengan darah.

  • Selalu merasa lapar, hal ini terjadi karena bayi muntah dan perutnya menjadi tidak terisi makanan.

  • Dehidrasi, akibat muntah, bayi juga mengalami dehidrasi. Ibu patut waspada ketika ia menangis namun tidak mengeluarkan air mata dan jadi jarang buang air kecil.

  • Berat badan berkurang, yang merupakan efek dari tidak tercukupinya nutrisi akibat bayi selalu muntah.

  • Perubahan pola buang air besar, yang terjadi akibat tidak adanya makanan yang masuk ke dalam usus sehingga tidak ada atau hanya sedikit sisa makanan yang akan menjadi feses. Selain itu bayi bisa mengalami perubahan bentuk feses dan konstipasi.

  • Kontraksi lambung. Terlihat sebagai gerakan bergelombang (gerakan peristaltik) pada perut bagian atas setelah bayi minum susu, namun sebelum bayi muntah. Gerakan ini muncul karena otot lambung mencoba mendorong makanan melalui pilorus yang menyempit.

Penyebab Penyakit Stenosis Pilorus

Para ahli belum mengetahui pasti hal yang menyebabkan penyakit ini. Namun, beberapa hal seperti genetik dan kelahiran prematur disinyalir sebagai penyebab kuat terjadinya pembesaran otot pilorus pada usus. Selain itu,  bayi yang diberi antibiotik tertentu pada minggu?minggu pertama kelahiran atau ibu yang mengonsumsinya pada minggu-minggu akhir kehamilan memiliki peningkatan risiko terkena stenosis pilorus.

Pengobatan Penyakit Stenosis Pilorus

Sebelum melakukan pengobatan, biasanya penyakit ini dideteksi dengan cara pemeriksaan USG perut. Setelah itu, dokter menjadwalkan pembedahan untuk bayi. Selama dirawat, bayi dipenuhi cairan dan nutrisinya melalui infus. Operasi yang dilakukan untuk menangani penyakit ini disebut operasi pyloromyotomy. Tim bedah memotong lapisan luar otot pilorus yang mengalami penebalan agar lapisan dalam otot dapat menonjol keluar sehingga saluran pilorus akan terbuka. Operasi ini tergolong singkat, namun bayi biasanya harus dirawat setidaknya 1 hingga 2 hari di rumah sakit.

Bayi yang telah berhasil melewati operasi ini, tidak akan langsung sembuh total sebab lambungnya masih harus menyesuaikan diri hingga beberapa waktu. Oleh sebab itu, dokter biasanya akan memberikan obat penahan rasa sakit untuk bayi.

Selalu periksa kondisi kesehatan Si Kecil dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Ibu dapat menggunakan layanan Contact Doctor dan berbicara dengan dokter melalui pilihan komunikasi Chat, dan Voice/Video Call untuk mendiskusikan masalah kesehatan yang dialami Si Kecil. Segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play sekarang juga.

Baca juga: