Perlukah CT Scan pada Tiap Trauma Kepala?

Perlukah CT Scan pada Tiap Trauma Kepala?

Halodoc, Jakarta - Trauma kepala atau cedera kepala dapat terjadi pada semua orang yang disebabkan oleh benturan. Apabila kamu merasakan sesuatu yang tidak biasa, kamu dapat melakukan CT Scan. Trauma kepala tersebut dapat terjadi pada otak, tengkorak, atau kulit kepala. Cedera yang umum terjadi adalah gegar otak, patah tulang tengkorak, dan luka kulit kepala.

Trauma kepala yang terjadi terbagi menjadi dua jenis, yaitu tertutup dan terbuka. Trauma pada jenis yang tertutup ketika menyerang tidak merusak bagian tengkorak. Sedangkan trauma kepala terbuka adalah suatu kejadian yang menyebabkan hancurnya kulit kepala, tengkorak, dan otak kamu.

Sulit untuk mengetahui seberapa seriusnya trauma kepala yang terjadi tanpa dilakukannya pemeriksaan mendalam, seperti CT scan. Beberapa cedera yang terjadi pada kepala menyebabkan perdarahan, sementara cedera lainnya tidak menyebabkan perdarahan sama sekali. Ketika kamu mengalami benturan di kepala dan merasakan gejala yang tidak normal, cobalah untuk memeriksakan diri dan minta untuk melakukan pemeriksaan dengan CT scan.

Baca Juga: Cara Mencegah Trauma Kepala Ringan yang Perlu Diketahui

Ini yang Perlu Diketahui Tentang CT Scan

CT Scan atau Computerized Tomography (CT) atau Computerized Axial Tomography (CAT) adalah sebuah pemeriksaan yang menggabungkan data dari beberapa sinar-X untuk menghasilkan gambar detail dari struktur tubuh yang diperiksa. CT scan menghasilkan gambar 2 dimensi dan juga data yang dapat digunakan untuk membuat gambar 3 dimensi.

Pemeriksaan CT scan akan memancarkan serangkaian sinar sempit melalui tubuh manusia saat bergerak melalui busur. Hal ini berbeda dengan mesin sinar-X, yang mengirimkan hanya satu sinar radiasi. CT scan menghasilkan gambar akhir yang lebih rinci daripada gambar sinar-X.

Detektor sinar-X pada CT scan dapat melihat ratusan tingkat kepadatan yang berbeda. Benda tersebut juga dapat melihat jaringan di dalam organ yang padat. Setelah data tersebut ditransmisikan ke komputer, maka gambar penampang 3D bagian tubuh akan dibangun dan ditampilkan di layar. Terkadang, pewarna kontras digunakan karena dapat membantu menunjukkan struktur tertentu dengan lebih jelas.

Baca Juga: Risiko Fatal di Balik Cedera Kepala

Selama Pemeriksaan CT Scan, Inilah yang Terjadi

CT scan berbentuk seperti donat besar. Ketika pemeriksaan dilakukan, kamu akan berbaring di atas meja sempit dan meluncur melalui celah ke dalam terowongan. Tali dan bantal dapat digunakan untuk membantu kamu tetap dalam posisi awal. Selama pemindaian kepala, alat tersebut mungkin dilengkapi dengan dudukan khusus yang berfungsi untuk menahan kepala. Setelah itu, detektor dan tabung sinar-X berputar di sekitar kamu.

Setiap rotasi yang dilakukan akan menghasilkan beberapa gambar irisan tipis tubuh. Seorang teknolog di ruang terpisah dapat melihat dan mendengar kamu. Selama pemeriksaan berlangsung, komunikasi dilakukan melalui interkom. Teknolog mungkin meminta kamu untuk menahan napas pada titik-titik tertentu untuk menghindari gambar yang kabur.

Apakah Ada Efek Sampingnya?

Beberapa orang dapat mengalami alergi terhadap material yang digunakan. Umumnya, reaksi yang timbul terbilang ringan, yaitu hanya dapat menyebabkan gatal atau ruam. Dalam beberapa kasus, pewarna pada pemeriksaan CT scan dapat memicu reaksi yang mengancam jiwa. Maka dari itu, penyedia layanan kesehatan mungkin ingin memantau kamu untuk waktu yang singkat setelah CT scan dilakukan.

Hal yang harus kamu lakukan adalah beritahu dokter tentang alergi apapun yang berhubungan dengan obat-obatan, makanan laut, atau yodium. Dokter kamu juga harus tahu jika kamu mengidap diabetes dan sedang mengonsumsi obat metformin. Dokter akan memberitahu kamu jika harus berhenti minum obat sebelum atau setelah prosedur. Meskipun jarang, bahan kontras dapat menyebabkan masalah ginjal. Beri tahu dokter juga jika kamu memiliki masalah ginjal sebelum CT scan.

Baca Juga: 6 Pengobatan Trauma Kepala Ringan

Itulah pembahasan tentang perlunya pemeriksaan CT scan ketika terjadi trauma kepala. Jika kamu mempunyai masalah perihal trauma di kepala, dokter dari Halodoc siap membantu. Caranya yaitu dengan download aplikasi Halodoc di smartphone kamu!