Pertumbuhan Terganggu, Polio Tidak Bisa Sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
pertumbuhan-terganggu-polio-tidak-bisa-sembuh-halodoc

Halodoc, Jakarta – Polio adalah salah satu penyakit yang sering terjadi pada balita. Penyakit ini menyerang saraf, sehingga bisa menyebabkan pertumbuhan anak menjadi terganggu, bahkan bisa menyebabkan kelumpuhan. Itulah sebabnya polio menjadi penyakit yang paling dikhawatirkan oleh para orangtua. Namun sebenarnya, bisakah polio disembuhkan? Yuk, ketahui jawabannya di sini.

Mengenal Polio

Polio adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus bernama poliovirus. Virus tersebut bisa menyebabkan kelumpuhan baik sementara maupun permanen. Selain itu, polio juga bisa mengganggu saraf pernapasan, sehingga pengidapnya kesulitan bernapas. Kondisi inilah yang membuat polio bisa membahayakan nyawa pengidapnya.

Sebagian besar pengidap polio adalah anak-anak berusia di bawah lima tahun atau balita, terutama yang belum mendapatkan imunisasi polio. Namun, tidak menutup kemungkinan juga polio bisa menyerang orang dewasa.

Virus polio bisa menyebar dengan mudah dari satu orang ke orang lainnya, tetapi sudah bisa dicegah dengan mendapatkan imunisasi polio.

Baca juga: Penyebab dan Gejala Penyakit Polio

Gejala Polio yang Mengganggu Pertumbuhan

Berdasarkan gejalanya, polio bisa dibagi menjadi dua jenis, yaitu polio paralisis dan nonparalisis. Namun, polio paralisislah yang merupakan jenis polio berbahaya yang dapat mengganggu pertumbuhan anak. Hal ini karena polio paralisis dapat menyebabkan gejala berupa:

  • Hilangnya refleks tubuh.

  • Ketegangan otot yang terasa nyeri.

  • Tungkai atau lengan melemah.

Polio paralisis juga bisa mengakibatkan kondisi yang lebih serius, seperti kelumpuhan saraf tulang belakang dan otak secara permanen.

Pengobatan untuk Polio

Sayangnya, belum ada obat yang bisa menyembuhkan polio. Pengobatan yang dilakukan hanya bertujuan untuk mendukung fungsi tubuh untuk mengatasi gejala dan mengurangi risiko masalah jangka panjang atau komplikasi. Dokter akan menganjurkan pengidap untuk banyak beristirahat dan minum air putih yang banyak untuk meredakan gejala yang muncul. Sedangkan obat-obatan yang biasanya diberikan untuk mengatasi polio, antara lain:

  • Antibiotik

Walaupun polio disebabkan oleh virus, tetapi penyakit ini juga bisa disertai oleh infeksi bakteri, seperti infeksi saluran kemih. Untuk menghilangkan infeksi bakteri tersebut, dokter akan meresepkan antibiotik.

  • Obat Pereda Nyeri

Polio bisa menimbulkan gejala berupa rasa nyeri baik pada perut, otot-otot, maupun sakit kepala. Nah, untuk mengatasi gejala tersebut, pengidap bisa mengonsumsi obat pereda nyeri, seperti ibuprofen.

  • Obat Pelemas Otot (Antispasmodik)

Obat ini digunakan untuk mengatasi otot yang menegang akibat polio. Contoh obat pelemas otot adalah scopolamine dan tolterodine. Selain dengan mengonsumsi obat, ketegangan otot juga bisa diatasi dengan memberikan kompres hangat.

Untuk pengidap yang mengalami gangguan pernapasan, dokter akan memasang alat bantu pernapasan pada pengidap. Terkadang, operasi juga perlu dilakukan untuk memperbaiki kelainan bentuk lengan atau kaki yang terjadi. Sedangkan untuk mencegah hilangnya fungsi otot lebih lanjut, pengidap perlu menjalani fisioterapi secara rutin.

Pencegahan Polio

Karena polio tidak bisa disembuhkan, melakukan tindakan pencegahan polio menjadi sangat penting. Cara paling efektif untuk mencegah polio adalah dengan imunisasi polio. Vaksin polio mampu melindungi tubuh dari penyakit polio dan aman diberikan pada orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah sekalipun. Ada dua macam vaksin polio, yaitu suntik (IPV) dan obat tetes mulut (OPV).

Baca juga: Ini Perbedaan Vaksin Polio Tetes dan Vaksin Polio Suntik

Vaksin polio dalam bentuk obat tetes mulut (OPV-0) bisa diberikan pada bayi yang baru lahir. Selanjutnya, vaksin bisa diberikan sebanyak empat dosis, baik dalam bentuk suntik maupun obat tetes mulut. Berikut ini jadwal pemberian keempat dosis vaksin polio untuk anak:

  • Dosis pertama diberikan saat anak berusia 2 bulan.

  • Dosis kedua diberikan saat anak berusia 3 bulan.

  • Dosis ketiga diberikan saat anak berusia 4 bulan.

  • Dosis yang terakhir diberikan saat anak berusia 18 bulan.

Sedangkan untuk orang dewasa, vaksin polio biasanya diberikan dalam bentuk suntik (IPV) yang dibagi menjadi tiga dosis, yaitu:

  • Dosis pertama dapat dilakukan kapan saja.

  • Dosis kedua dilakukan 1–2 bulan setelah dosis pertama.

  • Dosis ketiga dilakukan 6–12 bulan setelah dosis kedua.

Baca juga: Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Anak Imunisasi Polio

Karena tidak bisa disembuhkan, orangtua dianjurkan untuk waspada terhadap penyakit saraf yang sering menyerang anak-anak ini. Bila anak menunjukkan tanda-tanda polio, segera periksakan ia ke dokter. Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa langsung buat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan kamu melalui Halodoc. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play sebagai teman penolong untuk menjaga kesehatanmu sekeluarga.

Referensi:
NHS. Diakses pada 2019. Polio.