• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Perubahan Gaya Hidup Sehat untuk Pengidap Iskemia

Perubahan Gaya Hidup Sehat untuk Pengidap Iskemia

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Perubahan Gaya Hidup Sehat untuk Pengidap Iskemia

Halodoc, Jakarta - Iskemia merupakan kondisi kurangnya asupan darah pada jaringan atau organ tubuh yang disebabkan karena adanya gangguan pada pembuluh darah. Kurangnya pasokan darah akan mengakibatkan jaringan atau organ tidak mendapatkan oksigen sesuai dengan kebutuhan. Hal ini akan berujung pada komplikasi yang membahayakan, seperti stroke atau serangan jantung.

Aterosklerosis menjadi penyebab iskemia yang paling sering ditemui. Aterosklerosis sendiri merupakan kondisi ketika plak yang sebagian besar mengandung lemak menghambat proses aliran darah. Seiring waktu, pembuluh arteri yang tersumbat menjadi keras dan menyempit. Beberapa faktor yang meningkatkan risiko terjadinya iskemia, yaitu:

  • Mengidap masalah kesehatan tertentu, misalnya hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, hipotensi, penyakit celiac, obesitas, gagal jantung, anemia sel sabit, dan gangguan pembekuan darah. 
  • Merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol.
  • Tidak rutin berolahraga.

Baca juga: Inilah Gejala Iskemia Berdasarkan Organ yang Terserang

Perubahan Gaya Hidup bagi Pengidap Iskemia

Gejala yang terjadi saat seseorang mengalami iskemia terbilang berbeda, bergantung pada lokasi terjadinya masalah kesehatan ini. Iskemia sendiri bisa terjadi pada jantung, otak, usus, dan tungkai. Untuk mendapatkan diagnosis yang lebih akurat, dokter tentu perlu melakukan pemeriksaan secara menyeluruh.

Jika kamu merasakan gejala yang tidak biasa, segera lakukan pemeriksaan. Kamu bisa menanyakan pada dokter guna mendapatkan penanganan pertama. Agar lebih mudah, pastikan kamu sudah download aplikasi Halodoc di ponselmu. Jika memang membutuhkan penanganan medis di rumah sakit, kamu juga bisa membuat janji terlebih dahulu melalui aplikasi Halodoc.

Baca juga: Ini Pentingnya Suplai Oksigen dalam Tubuh

Pengobatan yang dilakukan pada dasarnya bertujuan untuk kembali meningkatkan aliran darah menuju organ sasaran. Pengobatan akan didasarkan pada lokasi dan penyebab iskemia. 

Jika konsumsi obat tidak memberikan hasil sesuai harapan, dokter bisa saja melakukan tindakan lainnya, seperti angioplasti guna melebarkan kembali pembuluh arteri yang mengalami penyempitan atau menjalankan prosedur bypass. Sementara untuk iskemia pada tungkai yang mengakibatkan bekuan darah, dokter akan melakukan terapi trombolitik guna menghilangkan bekuan tersebut.

Meski begitu, pengobatan saja tidak cukup, pengidap iskemia disarankan untuk melakukan perubahan gaya hidup, seperti berikut ini.

  • Diet. Konsumsi buah, sayuran, ikan, dan daging putih. Kurangi konsumsi kue kering, daging yang diawetkan, gorengan, dan daging merah. Diet seimbang memiliki manfaat tambahan untuk mengendalikan faktor risiko lain, seperti kelebihan berat badan, diabetes, dan tekanan darah tinggi.
  • Olahraga. Sempatkan untuk berolahraga minimal tiga jam per minggu. Aktivitas ini tidak harus melibatkan olahraga berat, tetapi kamu tetap harus memperhatikan detak jantung jika mengalami peningkatan dan pernapasan menjadi sedikit lebih berat. Lebih baik memulai dengan perlahan kemudian secara bertahap tingkatkan setiap hari.
  • Berhenti merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol. Pasalnya, tidak ada dampak positif dari merokok, sedangkan konsumsi alkohol yang berlebihan pun sama negatifnya pada tubuh. 

Baca juga: 3 Proses Pemeriksaan untuk Mendeteksi Iskemia

Perubahan terhadap gaya hidup tersebut tetap membutuhkan saran dan pengawasan langsung oleh dokter. Jadi, sebaiknya kamu tanyakan dengan detail sebelum memulai menjalaninya. Pun, perubahan ini dilakukan tentu saja bertujuan agar pengidap terhindar dari risiko komplikasi iskemia yang serius dan mengancam nyawa, seperti stroke, penyakit jantung, hingga amputasi jika iskemia menyerang tungkai. 



Referensi:
WebMD. Diakses pada 2021. What is Ischemia?
Clinic Barcelona. Diakses pada 2021. Living with Ischaemic Heart Disease.