08 June 2019

Pola Makan Sehat untuk Pengidap Diabetes setelah Lebaran

pola-makan-sehat-untuk-pengidap-diabetes-setelah-lebaran

Halodoc, Jakarta - Penyakit yang satu ini rasanya akan banyak dikeluhkan usai Idulfitri atau Lebaran, khususnya bagi mereka yang telah mengidapnya. Faktor penyebabnya biasanya karena tak bisa menahan diri ketika melihat beraneka ragam makanan di meja makan. Nah, ketika Lebaran usia, seperti apa sih pola makan sehat yang baik untuk pengidap diabetes?

Baca juga: Wasapadai 9 Gejala Diabetes yang Menyerang Tubuh

Makan yang Dianjurkan

Pengidap diabetes memang sudah seharusnya menjadi “pemilih” menyoal makanan. Sebab salah memilih makanan, kadar gula darah jadi taruhannya. Nah, berikut beberapa contoh pilihan makanan yang baik dikonsumsi diabetes:

  1. Ayam tanpa kulit atau daging tanpa lemak.

  2. Makanan yang terbuat dari biji-bijian utuh atau karbohidrat kompleks (nasi merah, biji-bijian utuh, ubi panggal, oatmeal, dan lain-lain).

  3. Buah-buahan segar, jangan tambahkan gula bila ingin menjadikannya jus.

  4. Kacang-kacangan, termasuk kacang kedelai bentuk tahu yang dikukus, dimasak untuk sup, ataupun ditumis.

  5. Sayuran yang dibuat dengan cara di kukus atau rebus. Sayuran yang baik dikonsumsi, contohnya brokoli dan bayam.

  6. Berbagai jenis ikan, seperti salmon, sarden, tuna, dan makarel. Ingat, hindari ikan dengan kadar merkuri yang tinggi.

  7. Produk olah susu rendah lemak, seperti yoghurt.

Takaran Tepat dan Bergizi Seimbang

Sebenarnya baik usai Idulfitri atau tidak, pada dasarnya prinsip pengaturan makan untuk pengidapnya enggak jauh berbeda dengan orang sehat. Singkat kata, makanan bergizi seimbang dengan kebutuhan dan zat gizi masing-masing.

Namun, pengidap diabetes perlu memperhatikan pentingnya keteraturan jadwal makan, jenis, dan jumlah kandungan kalorinya. Boleh dibilang, pola makannya adalah makan dengan frekuensi sering, tapi dalam porsi kecil.

Baca juga: 3 Mitos Makanan untuk Pengidap Diabetes

Nah, berikut komposisi makanan yang dianjurkan oleh Perkumpulan Endokrinologi Indonesia:

  • Gula

Batas konsumsi gula yang disarankan Kementerian Kesehatan RI adalah 50 gram per hari. Kamu bisa mengganti gula dengan pemanis rendah kalori dan mengandung kromium. Tujuannya, untuk meningkatkan fungsi insulin tubuh, sehingga membantu pengidap diabetes dalam mengendalikan gula darah. Ingat, kurangi minuman manis, seperti soda, minuman berenergi, hingga jus buah.

  • Karbohidrat

Karbohidrat yang dianjurkan sebesar 46–65 persen dari total asupan kalori. Namun, karbohidrat yang diutamakan adalah karbohidrat berserat tinggi. Karbohidrat total yang dianjurkan tak kurang dari 130 gram per hari.

  • Serat

Konsumsi serat yang dianjurkan bisa dari kacang-kacangan, buah, dan sayuran. Takaran serat untuk diabetesi sekitar 20–35 gram per hari. Serat ini bisa membantu diabetesi kenyang lebih lama, mengurangi resistensi insulin, membantu menurunkan gula darah, dan mengurangi lemak darah.

  • Lemak

Asupan lemak yang dianjurkan untuk diabetesi sekitar 20–25 persen kebutuhan kalori. Tak boleh lebih dari 30 persen dari total asupan energi. Bagaimana dengan jenis lemaknya? Untuk lemak jenuh tak boleh lebih dari tujuh persen, sedangkan lemak tidak jenuh ganda tidak kurang dari sepuluh persen. Sedangkan sisanya dari lemak tidak jenuh. Perlu diingat, sebaiknya batasi lemak jenuh dan lemak trans, seperti daging berlemak.

  • Protein

Kebutuhan protein yang diperlukan sekitar 10–20 persen dari total asupan kalori. Sumber protein yang baik untuk pengidapnya adalah udang, ayam tanpa kulit, kacang-kacangan, tahu, tempe, ikan, dan produk susu rendah lemak.

  • Natrium

Asupan natrium yang dianjurkan tak kurang dari 2.000 miligram per hari. Namun, diabetes yang mengidap hipertensi mesti awas dengan asupan natrium, lebih baik dikurangi.

Baca juga: 6 Makanan yang Dihindari Pengidap Diabetes

Atur Pola Makan

Untuk pengidap diabetes tipe 2 yang juga obesitas, biasanya sulit untuk mengontrol nafsu makan. Banyak dari mereka yang menerapkan diet ketat rendah kalori, tapi justru membuatnya merasa depresi karena amat sulit untuk melakukannya.

Menurut pakar gizi ternama dunia metode tersebut sudah kuno. Jadi, seharusnya perlu ada perubahan pemahaman terhadap konsep pola makan konvensional. Semestinya pengidap diabetes perlu diberi pemahaman tentang pola makan sehat dan seimbang. Misalnya, pola makan, contoh food combining, raw food diet, ataupun pola makan berbasis naturopati.

Boleh percaya atau tidak, bila pola makan itu diterapkan dengan benar mampu memenuhi kebutuhan pengidapnya secara holistik. Enggak hanya itu saja, secara psikis pengidap diabetes jauh bahagia karena tidak tersiksa oleh rasa lapar. Pola makan seperti itu juga baik untuk fisik pengidapnya. Sebab kebutuhan enzim, nutrisi, hingga mineralnya akan tercukupi. Nah, kondisi inilah yang bisa meningkatkan kemungkinan sembuh bagi pengidap diabetes.

Mau tahu lebih jauh mengenai pola makan yang tepat dan sehat untuk pengidap diabetes? Kamu bisa kok bertanya langsung ke dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!