10 January 2019

Ketahui Porsi dan Jenis Makanan Tepat untuk Menghindari Kenaikan Berat Badan

Ketahui Porsi dan Jenis Makanan Tepat untuk Menghindari Kenaikan Berat Badan

Halodoc, Jakarta – Penurunan berat badan bukan hanya soal makan sampai merasa kenyang, melainkan pemilihan makanan yang tepat yang membuat kamu merasa kenyang dengan jumlah kalori paling sedikit.

Beberapa jenis makanan tertentu hanya memuaskan rasa lapar sementara, tapi tidak memberikan rasa kenyang jangka panjang. Banyak faktor yang menentukan rasa kenyang suatu makanan. Berikut ini di antaranya:

Porsi

Volume ataupun porsi makanan yang dikonsumsi sangat mempengaruhi rasa kenyang. Ketika makanan mengandung banyak air atau udara, maka volumenya meningkat tanpa menambah kalori.

Protein

Protein lebih memberikan sensasi kenyang ketimbang karbohidrat dan lemak. Diet protein yang lebih tinggi meningkatkan rasa kenyang dan menyebabkan asupan kalori keseluruhan yang lebih rendah daripada diet protein rendah.

Serat Tinggi

Serat memberikan sensasi dan membantu kamu merasa kenyang. Pasalnya, serat dapat memperlambat pergerakan makanan melalui saluran pencernaan yang membuat kamu merasa kenyang lebih lama.

Baca juga: 4 Camilan Sehat di Kantor Biar Enggak Kegemukan

Kalori Rendah

Ternyata, makan makanan banyak karbohidrat memang cepat memberikan rasa kenyang, namun tidak bertahan lama.

Berikut adalah 4 aturan cara makan untuk menghindari kenaikan berat badan secara signifikan.

  1. Mengganti Nasi dengan Kentang Rebus

Karena kandungan karbohidratnya yang lebih tinggi, banyak orang menghindari kentang ketika mencoba menurunkan berat badan, tetapi sebenarnya tidak. Kentang rebus utuh sarat dengan vitamin, serat, dan nutrisi penting lainnya. Kentang rebus juga mengandung jenis pati tertentu yang disebut pati resisten.

Baca juga: Kenapa Makanan Sehat Kadang Enggak Enak?

Pati resisten mengandung setengah kalori dari pati biasa. Dalam sistem pencernaan, ini bisa berfungsi seperti serat larut, sehingga membantumu merasakan kenyang.

Menariknya, mendinginkan kentang setelah dimasak meningkatkan kandungan pati yang resisten. Pendinginan dan pemanasan ulang kentang beberapa kali dapat meningkatkan efek penekan rasa lapar.

  1. Sarapan dengan Telur

Telur adalah makanan lain yang sangat sehat dan memiliki kandungan tinggi untuk beberapa nutrisi penting. Sebagian besar nutrisi ditemukan dalam kuning telur. Telur adalah protein lengkap, artinya mengandung semua sembilan asam amino esensial.

Selain itu, telur memberikan sensasi kenyang lebih lama, terutama bila dimakan saat pagi hari. Orang yang makan telur untuk sarapan lebih bisa menurunkan indeks massa tubuh (BMI) dan kehilangan berat badan lebih banyak daripada mereka yang makan bagel.

  1. Sarapan dengan Oatmeal Ketimbang Sereal Siap Saji

Oatmeal adalah jenis bubur atau sereal panas yang sering dikonsumsi untuk sarapan. Makanan ini menempati urutan ketiga pada indeks makanan yang mampu memberikan sensasi kenyang lebih lama. Ini dikarenakan kandungan seratnya yang tinggi dan kemampuan untuk menyerap air.

Oatmeal adalah sumber serat larut yang baik yang disebut beta-glukan, yang membantu memperlambat pencernaan dan penyerapan karbohidrat. Jika dibandingkan dengan sereal sarapan siap saji, oatmeal lebih baik dalam menekan nafsu makan, meningkatkan rasa kenyang, dan mengurangi asupan kalori sepanjang hari.

Baca juga: Perlu Konsumsi Ini Setelah Makan Junk Food

  1. Makan Sayuran Sebelum ke Menu Utama

Sayuran rendah kalori dan memiliki senyawa nabati yang menjadikannya bagian penting dari diet sehat. Selain itu, sayuran kaya akan air dan serat, sehingga sangat bagus untuk pencernaan. Salad sangat membantu memuaskan rasa lapar, terutama ketika dikonsumsi sebelum makan. Makan salad sebelum mengonsumsi makanan utama dapat membantu menurunkan keinginan untuk makan karbohidrat.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai pola makan tepat untuk menurunkan berat badan, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.