30 August 2018

Posisi Hubungan Intim Bisa Tentukan Jenis Kelamin Anak

posisi hubungan intim tentukan jenis kelamin, menentukan jenis kelamin bayi

Halodoc, Jakarta – Segera memiliki momongan setelah menikah bisa jadi merupakan impian bagi kebanyakan pasangan muda. Ada pasangan yang memimpikan anak laki-laki sebagai “anak pertama”, sementara sebagian lainnya mungkin merasa anak perempuan lebih baik. Meskipun begitu, pada dasarnya masalah jenis kelamin anak bukanlah satu perkara yang besar dan hampir semua calon orang tua pasti bisa menerima.

Namun, sebagian besar pasangan ternyata masih memercayai anggapan bahwa posisi saat melakukan hubungan intim bisa menjadi penentu jenis kelamin bayi yang akan dikandung. Melakukan hubungan dengan posisi pria berada di atas diyakini bisa meningkatkan peluang memiliki anak perempuan. Sementara untuk mendapatkan bayi laki-laki, banyak yang percaya bahwa hubungan intim harus dilakukan dengan posisi berdiri.

Namun ternyata hal tersebut hanya mitos dan tidak bisa dibuktikan secara ilmiah. Faktanya, melakukan hubungan intim dengan posisi tertentu sama sekali tidak berkaitan dengan jenis kelamin janin. Selain masalah posisi, banyak juga yang memercayai bahwa pemilihan waktu bercinta juga bisa menentukan jenis kelamin anak yang akan dikandung kelak.

Banyak yang percaya bahwa melakukan hubungan intim saat mendekati masa subur atau ovulasi, bisa meningkatkan peluang hamil anak laki-laki. Sementara jika ingin memiliki anak perempuan, pasangan disarankan untuk memilih waktu bercinta jauh dari masa ovulasi. Namun lagi-lagi hal tersebut hanya mitos belaka. Tidak ada kaitan antara posisi dan waktu melakukan hubungan intim dengan jenis kelamin bayi yang akan dikandung.

Apa yang Menentukan Jenis Kelamin Bayi?

Faktanya, jenis kelamin bayi yang akan dikandung ditentukan oleh tipe kromosom milik pria yang membuahi sel telur. Pada dasarnya, tiap sel telur wanita mengandung satu kromosom X. Sementara tiap sel sperma memiliki masing-masing satu kromosom antara kromosom X dan kromosom Y. Sehingga, saat sperma laki-laki bertemu dengan kromosom di sel telur wanita, pembentukan jenis kelamin bayi pun terjadi.

Kombinasi kromosom X dan Kromosom Y akan membentuk jenis kelamin laki-laki. Sementara, jika kedua kromosom yang bertemu adalah jenis X, jenis kelamin bayi yang akan terbentuk adalah perempuan. Selain jenis kelamin, kromosom juga menjadi penentu ciri-ciri fisik manusia, di antaranya warna mata, warna rambut, bentuk tubuh, hingga tinggi badan.

Meningkatkan Peluang Hamil pada Wanita

Daripada terlalu memercayai mitos dan berfokus pada hal yang belum tentu benar, ada baiknya kamu dan pasangan selalu menjaga kesehatan. Terlalu terpaku pada hal tertentu malah bisa meningkatkan tekanan dan menyebabkan stres, dan pada akhirnya hal ini malah bisa menunda kehamilan.

Salah satu cara untuk meningkatkan peluang hamil pada wanita adalah dengan mengonsumsi jenis makanan tertentu. Apa saja?

1. Daging

Salah satu jenis makanan yang dianjurkan untuk meningkatkan kehamilan adalah dengan mengonsumsi daging sapi dan ayam rendah lemak. Jenis makanan ini memiliki banyak kandungan protein dan zat besi yang baik untuk kesuburan wanita.

2. Ikan

Asam lemak omega-3 juga menjadi nutrisi yang bisa membantu meningkatkan peluang hamil. Kamu bisa mendapatkan nutrisi ini dengan mengonsumsi ikan, seperti ikan salmon, tuna, lele, dan sarden. Namun agar tetap sehat, pastikanlah untuk mengetahui asal dari ikan untuk menghindari kandungan merkuri.

3. Karbohidrat Kompleks

Mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks juga bisa meningkatkan kesuburan dan peluang hamil. Beberapa jenis makanan yang mengandung nutrisi ini adalah nasi merah atau roti tawar gandum.

Punya masalah kesehatan dan butuh saran dokter? Pakai Halodoc saja! Lebih mudah menghubungi dokter lewat Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan rekomendasi beli obat dan tips menjaga kesehatan dari dokter terpercaya. Ayo, download sekarang di App Store dan Google Play.

Baca juga: