Posisi Tidur Pengaruhi Hubungan Pasangan yang Sudah Menikah

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Posisi Tidur Pengaruhi Hubungan Pasangan yang Sudah Menikah

Halodoc, Jakarta – Ketika tidur tanpa disadari pikiran bawah sadar kerap mengambil alih. Karena itu, bahasa tubuh yang kita gunakan bersama pasangan sementara tidur sebentar bisa menjadi cara yang sangat tepat untuk mengukur apa yang terjadi dalam hubungan. Ini dikatakan oleh Patti Wood seorang ahli bahasa tubuh dan penulis Success Signals, A Guide to Reading Body Language.

Untuk tahu lebih jelas, berikut ini posisi tidur dan makna yang menjelaskan bagaimana kualitas hubunganmu dengan pasangan.

  • Posisi Sendok

Atau dikenal sebagai the spoon, menurut pakar psikologi hubungan Corrine Sweet, mengatakan posisi tidur ini menunjukkan kalau satu pasangan bersikap dominan dalam melindungi atas yang lain. Walaupun terkesan romantis dan manis, namun posisi ini menurut Corrine menggambarkan hubungan yang berat sebelah. Di mana satu orang terus “memberi”, sedangkan yang lain tinggal “menerima” saja. Sudah seharusnya hubungan yang ideal terjadi timbal-balik, saling memberi, dan menerima.

Baca juga: 5 Hal Ini Baik untuk Pasangan yang Bertengkar

  • Sendok Longgar

Atau the loose spoon, menggambarkan hubungan yang hampir hambar. Di mana satu orang pasangan tidur menghadap punggung pasangan lainnya, namun tidak merekat lekat, makanya disebut the loose spoon. Umumnya, pasangan baru cenderung memiliki kontak fisik paling banyak di tempat tidur, namun begitu hubungan itu sudah berlangsung lama, maka semangat berbagi kasur hilang sudah. Posisi tidur ini menggambarkan masih adanya hasrat, namun tidak sedalam ketika cinta dan hasrat masih menggebu.

  • Sendok yang Mengejar

Atau the chase adalah posisi seperti sendok, namun pasangan yang satu posisi tubuhnya menjauh ketika pasangan lainnya memeluk erat dari belakang. Ini bisa berarti dua hal. Orang yang dikejar ingin dikejar atau ingin menguji seberapa dalam perasaan pasangan kepadanya.

Kemudian, makna lain adalah orang yang dikejar ataupun menjauh sedang menginginkan ruang untuk dirinya sendiri.  Kehambaran hubungan sebaiknya tidak diperpanjang, segera cari jalan lain supaya hubungan tetap mesra, karena ada afeksi dan saling berhasrat seperti sebelumnya.

  • Gunting

Posisi tidur gunting adalah ketika pasangan tidur saling berhadapan satu sama lain, kemudian berpelukan erat. Posisi yang sangat intim ini jarang terjadi dalam hubungan pernikahan yang sudah berlangsung sekian lama.

Baca juga: Ternyata, Hubungan Intim Bisa Bakar Kalori Tubuh

Walaupun bermakna saling membutuhkan dan romantis, namun sebenarnya terlalu bergantung satu sama lain juga bisa saling melemahkan. Ada baiknya hubungan tetap ideal dan saling menguatkan, serta tidak membawa kepada ketergantungan yang memonopoli. Soalnya, ketika suatu saat perpisahan tidak diinginkan terjadi, kemungkinan untuk saling menyakiti ataupun menyakiti diri sendiri bisa lebih besar.

    • Saling Memunggungi

Tidur saling memunggungi ternyata tidak selamanya buruk, justru ini menjadi pertanda kalau kalian tidak hanya terkoneksi secara fisik, namun juga emosi. Posisi tidur ini juga menunjukkan kemandirian terhadap hubungan dan rasa percaya diri besar.

 

  • Saling Memunggungi tapi Bersentuhan

Posisi demikian juga dianggap menandakan hubungan yang berkualitas, bahkan cenderung memiliki hubungan emosional yang kuat ketimbang hanya saling memunggungi tanpa adanya sentuhan.

Baca juga: 4 Cara Bertengkar Sehat dengan Pasangan

  • Pelukan Kaki

Di atas semua posisi, kaki yang saling memeluk adalah posisi yang sangat berkualitas dalam sebuah hubungan. Kalau kamu dan pasangan sudah melewati tahap ini besar maknanya kalau kalian terkoneksi tidak hanya secara fisik dan emosi tetapi lebih dari itu, kalian adalah belahan jiwa yang saling membutuhkan dan melengkapi. Ibaratnya, kalau pasangan merupakan kalimat kamu adalah titik yang menyelesaikan apa yang dikatakannya.

Kalau ingin mengetahui posisi tidur yang baik untuk kesehatan serta psikologi pernikahan, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.