Postur Tubuh Bungkuk, Waspada Gejala Kifosis

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Postur Tubuh Bungkuk, Waspada Gejala Kifosis

Halodoc, Jakarta - Pada kondisi normal, tulang belakang memiliki kemampuan untuk melengkung, setidaknya antara 25 hingga mencapai 45 derajat. Jika ternyata tulang belakang melengkung hingga lebih dari 50 derajat, kamu perlu waspada, karena ini bisa membuat tubuh membungkuk.

Postur tubuh bungkuk menjadi gejala awal terjadinya kifosis. Kondisi ini biasanya tidak memerlukan penanganan khusus. Tetapi, jika kelengkungan tulang ini membuat kamu kesulitan bernapas dan menimbulkan rasa sakit yang parah, kamu memerlukan pembedahan untuk membuatnya normal kembali.

Mengapa bisa seseorang mengalami kifosis? Berikut beberapa faktor yang mungkin berperan:

  • Patah tulang. Tulang belakang yang patah atau hancur menyebabkan lengkungan. Namun, fraktur ringan tidak menimbulkan tanda atau gejala yang nyata.
  • Osteoporosis. Gangguan penipisan tulang ini menyebabkan kelengkungan tulang belakang, terutama jika tulang belakang yang melemah mengalami patah. Osteoporosis sering terjadi pada wanita yang lebih tua dan menggunakan kortikosteroid dalam jangka waktu yang lama.
  • Cacat lahir. Tulang belakang yang tidak berkembang baik sebelum kelahiran juga memicu terjadinya kifosis.
  • Penyakit Scheuermann. Penyakit ini dimulai pada masa percepatan pertumbuhan yang terjadi sebelum masa pubertas. Anak laki-laki lebih berisiko mengalami penyakit ini dibandingkan dengan perempuan.
  • Posisi duduk. Kebiasaan posisi duduk yang salah atau pekerjaan yang menuntut untuk selalu duduk, dapat menyebabkan kifosis.

Baca juga: Ini Alasan Pengidap Kanker Dapat Terkena Kifosis

Gejala Kifosis

Kifosis ringan mungkin tidak menimbulkan tanda maupun gejala yang serius. Namun, pada beberapa kasus, kifosis membuat seseorang mengalami sakit punggung dan kekakuan pada punggung bagian atas, punggung mulai membulat, dan paha belakang yang mengencang. Gangguan tulang belakang ini umum terjadi pada siapa saja, terutama remaja dan dewasa muda.

Beberapa kasus kelainan tulang ini diperoleh sejak lahir atau cacat lahir, tetapi ini jarang terjadi. Postur tubuh yang buruk merupakan faktor risiko yang membuat kamu mengalami kifosis.

Artinya, kifosis lebih sering terjadi pada orang yang telah melakukan kebiasaan buruk ini dalam kurun waktu yang cukup lama, seperti sering bekerja di depan komputer tetapi tidak memperhatikan bagaimana posisi duduknya.

Baca juga: Waspada, Ini Faktor Risiko yang Meningkatkan Seseorang Terkena Kifosis

Tindakan Pencegahannya

Kifosis bisa diatasi dengan terapi fisik, terutama jika sifatnya ringan. Beberapa kasus kifosis yang parah bisa diatasi dengan pembedahan. Untuk mengurangi rasa nyeri pada punggung, dokter memberikan obat antiinflamasi non-steroid.

Mencegah kifosis bisa dilakukan dengan rutin berolahraga, terutama jenis olahraga yang bisa membantu meningkatkan kekuatan tulang punggung. Sebagian besar orang mencegah terjadinya gangguan tulang ini dengan cara mempertahankan posisi duduk yang baik, yaitu tegap dengan kursi yang memiliki sandaran yang nyaman.

Hindari menggunakan ransel yang berisi beban yang melebihi muatan, karena secara tidak langsung hal ini menyebabkan tulang melengkung. Usahakan beban yang diterima punggung tersebar merata, tidak hanya bertumpu pada satu bagian.

Baca juga: Tetap Bugar, Ini Gerakan Senam yang Tepat untuk Pengidap Kifosis

Hindari membiasakan duduk membungkuk ketika kamu bekerja. Mungkin ini akan terasa nyaman, karena mempertahankan posisi tubuh tegak tentu bisa membuat kamu pegal-pegal. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, tanpa sadar kamu memiliki kelainan kifosis pada tulang belakang.

Jika kamu terlanjur memiliki kifosis dan ingin membeli obat yang sudah diresepkan oleh dokter, tetapi tidak sempat pergi ke apotek, kamu bisa membelinya lebih mudah melalui aplikasi Halodoc. Bahkan, aplikasi ini bisa melayani pembelian obat dengan resep. Cukup dengan download aplikasi Halodoc dan unggah resep dokter tadi. Mudah sekali, bukan?