Potong Rambut Pertama Kali, Ini Tips Agar Anak Tidak Rewel

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Potong Rambut Pertama Kali, Ini Tips Agar Anak Tidak Rewel

Halodoc, Jakarta - Bicara masalah memotong rambut, rasanya bukan tugas yang mudah bagi para orangtua yang hendak mengajak sang buah hati untuk merapikan rambut mereka. Terlebih lagi, apabila hal ini pertama kalinya bagi anak-anak. Hal baru untuk anak terkadang bisa menyenangkan dan menggugah rasa ingin tahu mereka, tetapi bisa juga menjadi pengalaman yang menakutkan. 

Memang, apa yang menjadi keinginan anak tidak boleh dipaksakan. Anak masih belum mengerti mana yang baik untuknya atau mana yang tidak. Asalkan ia senang dan bahagia, pasti semua aktivitas tersebut baik menurutnya, meski tidak untuk ayah ibunya. Artinya, ibu dan ayah menemukan cara yang tepat agar semua aktivitas baik di mata orangtua pun menjadi baik di mata sang buah hati. 

Baca juga: Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Cukur Rambut Bayi

Tips Cegah Anak Rewel Kala Potong Rambut Pertama Kali

Sebenarnya, kapan waktu yang tepat untuk orangtua memotong rambut sang buah hati? Faktanya, tidak pernah ada ‘waktu yang tepat’ kapan sebaiknya rambut anak dipotong, karena sepenuhnya bergantung pada ibu dan sang buah hati. Jika ibu ingin rambut anak tumbuh lebat, memotong rambut bisa dimulai sejak usianya menginjak 8 bulan. 

Namun, jangan pernah lupa bahwa persiapan adalah kuncinya. Mungkin, ibu menemukan tempat pangkas rambut yang menyenangkan untuk Si Kecil, tapi ia tidak melihat atau merasa sama seperti apa yang ibu rasakan. Anak malahan menjadi trauma apabila ibu dan ayah tidak mengenalkan atau melakukan persiapan potong rambut ini dengan baik. Lalu, bagaimana caranya supaya anak tidak rewel ketika diajak untuk memotong rambutnya pertama kali? 

Baca juga: Anak Alami Kutu Rambut, Ini Cara Mengatasinya

  • Lakukan riset. Tidak ada salahnya meluangkan waktu sejenak untuk melakukan riset dengan mencari penata rambut terbaik untuk sang buah hati. Kesan pertama selalu menjadi penentu, terlebih untuk anak, sehingga membuat anak senang dengan aktivitas ini pun penting. 

  • Lakukan di waktu yang tepat. Ketika anak terlihat lelah, biarkan ia bermain atau beristirahat untuk mengembalikan tenaga dan suasana hatinya. Waktu yang tepat pun berpengaruh, lakukan potong rambut pada jam 10 pagi ketika anak sedang berada pada kondisi terbaiknya. 

  • Jadikan sebagai pengalaman positif. Jika diperlukan, bawa serta mainan atau camilan favoritnya ketika ibu dan ayah mengajaknya untuk potong rambut pertama kali agar anak merasa tenang. 

  • Jadikan rutinitas. Ibu disarankan untuk tidak berganti-ganti penata rambut atau salon karena akan membuat anak berulang kali melakukan penyesuaian diri. Inilah mengapa melakukan riset untuk mencari salon yang baik untuk anak itu penting. 

Baca juga: Cukur Rambut Bayi Bikin Lebat, Mitos atau Fakta?

Selalu ingat untuk tetap bersabar kepada sang buah hati. Mengajaknya memotong rambut memang bukan perkara mudah, jadi pastikan ibu menciptakan pengalaman terbaik dan paling menyenangkan untuknya. Jika berhasil, aktivitas potong rambut Si Kecil bukan lagi menjadi masalah yang sulit, bahkan anak bisa dengan mudah meminta ibu untuk kembali ke salon. 

Namun, tetap perhatikan kondisi kesehatan anak, ya, bu. Pastikan bahwa imunitas anak tetap terjaga. Jika ibu merasa ada gejala yang tidak biasa yang terjadi pada anak, jangan ragu untuk segera bertanya pada dokter ahli anak, sehingga penanganan bisa segera dilakukan. Supaya lebih mudah, ibu bisa memakai aplikasi Halodoc dan bertanya langsung pada dokter asli kapan saja dan di mana saja.



Referensi: 
Mother & Baby. Diakses pada 2019. The Stress-Free Guide to Your Baby’s First Haircut.
What to Expect. Diakses pada 2019. Tips to Make Toddler Haircuts Easy and Stress-Free.
Babycenter. Diakses pada 2019. Parents Say: When Your Child Hates Haircuts.