09 November 2018

Pria Perlu Tahu, Prostatitis Menular atau Tidak

Pria Perlu Tahu, Prostatitis Menular atau Tidak

Halodoc, Jakarta – Prostatitis adalah peradangan kelenjar prostat yang disebabkan oleh peradangan karena infeksi dan beberapa penyebab lain. Prostatitis adalah masalah prostat paling umum yang terjadi pada pria di bawah usia 50 tahun. Perilaku seksual seorang pria dapat memainkan peran dalam penularan prostatitis.

Penyakit menular seksual dan HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah dua penyebab utama prostatitis bakteri. Biasanya, pria yang berusia di bawah 35 tahun adalah orang-orang yang mengembangkan, baik prostatitis bakteri akut maupun prostatitis bakteri kronis yang terkait dengan penyakit menular seksual (PMS) dan HIV.

Berikut adalah penyakit menular seksual ini terkait dengan penyebab prostatitis:

  1. Klamidia

  2. Gonore

Bakteri gonore dapat dengan mudah disebarkan oleh semua jenis aktivitas seksual. Bakteri ini dapat berkembang dalam area tubuh yang lembap dan hangat termasuk uretra.

  1. Herpes

Herpes genital adalah virus yang disebarkan melalui kontak seksual. Ini ditandai dengan lepuh genital atau rektal. Herpes dapat menyebabkan prostatitis, yakni cairan dari lepuh yang terbuka dapat berpindah ke anus dan mencapai prostat melalui rektum.

  1. Trichomoniasis

Penyakit menular seks ini disebabkan oleh parasit yang disebut Trichomonas Vaginalis. Oleh karena Trichomoniasis biasanya tidak menyebabkan gejala pada pria jadi tidak terdeteksi, sehingga prostatitis bisa saja muncul dengan sangat tiba-tiba.

Mengingat penularan prostatitis bisa terjadi melalui kontak seksual, mengidap prostatitis memungkinkan kamu untuk menularkannya kepada pasangan. Apalagi bila kontak seksual dilakukan tanpa adanya pengaman.

Ternyata penyakit menular seks bukan satu-satunya faktor yang menempatkan seseorang mengidap prostatitis. Ada beberapa kondisi kesehatan lainnya yang membuat kamu berkemungkinan terkena prostatitis, yaitu:

  1. Tidak cukup minum cairan

  2. Menggunakan kateter kemih

  3. Memiliki banyak pasangan seksual

  4. Berhubungan seks secara anal

  5. Memiliki riwayat prostatitis

  6. Memiliki gen tertentu yang dapat membuat kamu lebih rentan terhadap prostatitis

  7. Mengalami cedera panggul dari bersepeda atau menunggang kuda

  8. Memiliki orkitis atau radang buah zakar

  9. Berada di bawah tekanan psikologis

Gejala-gejala yang terkait dengan prostatitis dapat bervariasi tergantung dari penyebab prostatitis. Gejala-gejala dapat muncul perlahan atau tiba-tiba dan bahkan meningkat tergantung seberapa parah prostatitis yang dialami.  

Walaupun begitu, umumnya ada beberapa gejala awal yang sebaiknya jangan dianggap sebelah mata, seperti:

  1. Nyeri yang menyakitkan atau kesusahan saat berkemih

  2. Terdapat darah dalam urine

  3. Nyeri pangkal paha, nyeri dubur, sakit perut, ataupun nyeri punggung bawah

  4. Demam dan kedinginan

  5. Tubuh terasa sakit

  6. Mengalami sensasi sakit saat ejakulasi

Untuk penanganan dan pengobatan prostatitis biasanya pengidap akan diresepkan antibiotik selama empat hingga enam minggu untuk mengobati prostatitis bakteri akut. Perawatan dapat berlangsung lebih lama jika kamu memiliki episode berulang. Jenis antibiotik yang diberikan juga tergantung dari bakteri yang menjadi penyebab prostatitis.

Kemungkinan kamu juga akan mendapatkan jenis obat alpha-blocker untuk membantu meredakan gejala. Obat-obat ini dapat merilekskan otot-otot kandung kemih dan membantu mengurangi ketidaknyamanan saat berkemih. Contohnya, doxazosin, terazosin, dan tamsulosin,  termasuk pereda nyeri over-the-counter seperti acetaminophen dan ibuprofen.

Pengidap prostatitis juga disarankan untuk melakukan beberapa aktivitas layaknya:

  1. Menghindari bersepeda atau memakai celana pendek empuk untuk mengurangi tekanan di prostat.

  2. Menghindari konsumsi alkohol, kafein, dan makanan yang pedas dan asam

  3. Duduk di bantal atau bantal donat

  4. Mandi air hangat

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai prostatitis dan penularannya, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Hubungi Dokter, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Baca juga: