15 April 2019

Prosedur Tes Mikrobiologi untuk Memeriksa Penyakit Gigi

Prosedur Tes Mikrobiologi untuk Memeriksa Penyakit Gigi

Halodoc, Jakarta - Gangguan pada gigi dan mulut diduga bisa berdampak pada kesehatan organ lainnya. Hingga kini banyak ahli yang telah meneliti keterkaitan antara peningkatan risiko penyakit serius dengan penyakit gigi. Oleh karenanya, tindakan pencegahan dengan menjaga kesehatan gigi adalah kunci untuk terhindar dari berbagai komplikasi kesehatan.

Baca Juga: 4 Jenis Tes Mikrobiologi Sesuai dengan Penyakitnya

Pada orang dewasa, penyakit gusi merupakan penyebab utama kehilangan gigi. Kabar baiknya, kini sudah ada langkah-langkah pencegahan inovatif yang bekerja untuk membantu pengidap dalam mencegah dan mengelola penyebaran penyakit gusi. Salah satunya adalah pengujian mikrobiologi oral. Ketahui fakta lengkapnya di sini.

Mengenal Tes Mikrobiologi Oral

Tes mikrobiologi oral bekerja dengan mengukur tingkat bakteri yang ada dalam plak dan biofilm. Tujuannya untuk mengidentifikasi bakteri berbahaya dalam mulut, serta mengidentifikasi penyakit gusi sebelum menyebar dan membahayakan keseimbangan bakteri dalam mulut. Tes mikrobiologi oral juga dilakukan untuk:

  • Mencegah perkembangan periodontitis lanjut.
  • Menghilangkan halitosis (bau mulut).
  • Mencegah implantitis.
  • Mengontrol gingivitis.
  • Mencegah penyakit gusi lanjut.
  • Meningkatkan kualitas bernafas yang buruk.
  • Meningkatkan kesehatan tubuh secara total.

Prosedur Tes Mikrobiologi Oral

Tes mikrobiologi oral dilakukan dengan mengambil kultur permukaan biofilm dalam mulut menggunakan OraVital BioFilm. Biofilm ini berupa titik kertas yang ukurannya hampir sama dengan tusuk gigi. Biofilm nantinya diletakan selama kurang lebih 10 detik sampai bahan sampel terserap sempurna. Kemudian, biofilm diletakkan ke dalam botol kecil untuk dianalisis di laboratorium.

Baca Juga: Berencana Tes Mikrobiologi, Ketahui Dulu Cara Bakteri Menginfeksi Tubuh

Hasil tes mikrobiologi oral akan menunjukan bentuk, letak, dan jumlah bakteri yang ada di dalam mulut. Jika jumlah bakteri cukup tinggi, dokter akan meresepkan obat untuk mencegah penyebaran bakteri. Pengobatan ini bertujuan untuk menghilangkan risiko kerusakan pada gigi dan gusi di masa mendatang. Dokter juga mungkin merekomendasikan obat kumur anti-bakteri topikal untuk menghilangkan keberadaan bakteri dalam mulut.

Bagi pengidap penyakit gusi yang tergolong parah, pengobatan berfokus  untuk menghilangkan bakteri yang menumpuk di kantung gusi. Tes mikrobiologi oral yang dikombinasikan dengan terapi periodontal dan perawatan laser cenderung lebih efektif untuk menghilangkan bakteri berbahaya dan memulihkan gusi.

Hasil Tes Mikrobiologi Oral

Hasil tes mikrobiologi oral memiliki format yang mudah dibaca. Hasil tes menunjukkan tipe DNA molekuler dan kadar bakteri dalam mulut.  Tingkat bakteri sedang atau tinggi merupakan indikasi penyakit lanjut. Sedangkan hasil yang negatif menunjukan tidak adanya gangguan pada gigi dan mulut. Analisis bakteri yang dihasilkan membantu dokter gigi untuk menentukan pilihan perawatan antibiotik yang paling tepat untuk pengidap, serta memantau efektivitas perawatan dan menilai risiko penyakit periodontitis.

Baca Juga: Tes Mikrobiologi Dapat Dilakukan untuk Pencegahan Infeksi Sesudah Operasi

Sebaiknya jangan sepelekan masalah kesehatan gigi dan mulut. Jadi, kalau kamu punya masalah kesehatan gigi dan mulut, jangan ragu berbicara dengan dokter Halodoc. Gunakan fitur Talk to A Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!