Puasa Hanya Minum Air Putih, Ini Bahayanya

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Puasa Hanya Minum Air Putih, Ini Bahayanya

Halodoc, Jakarta – Ada sebagian orang yang mungkin kesulitan untuk bangun sahur, dan akhirnya terpaksa melewatkannya. Biasanya, kesiangan bangun sahur membuat seseorang hanya sempat minum satu hingga dua gelas air putih saja. Tapi hati-hati, kebiasaan tersebut ternyata bisa memberi dampak yang berbahaya bagi tubuh, lho!

Tak dapat dimungkiri, makan sahur kerap menjadi tantangan tersendiri bagi banyak orang. Selain merasa berat untuk bangun tidur pada waktu sahur, seringnya seseorang merasa tidak lapar, sehingga enggan untuk menyantap makanan yang telah disajikan. Memilih dan harus menyiapkan makanan sahur juga sering menjadi kendala tersendiri. Padahal, sahur merupakan salah satu “bekal” utama agar puasa berjalan lancar.

Baca juga: Saat Puasa, Haruskah Minum 8 Gelas Air Putih?

Kebiasaan meninggalkan sahur atau hanya minum air putih saat sahur tidak hanya bisa membuat kamu lebih cepat merasa lapar saat berpuasa, tapi juga bisa memberi dampak pada tubuh. Memang, minum air putih saat sahur sangat dianjurkan, serta tidak akan memberi dampak buruk pada tubuh.

Namun, hanya mengandalkan air putih saat sahur sama sekali bukan hal yang disarankan. Apa saja yang akan terjadi pada tubuh jika tidak sahur atau hanya minum air putih sebelum puasa?

  •  Mudah Lelah

Tidak makan saat sahur, artinya tubuh tidak akan memiliki simpanan nutrisi selama hampir 14 jam. Itu juga akan memengaruhi aktivitas harian, serta membuat tubuh mudah merasa lelah. Sebab, makan sahur adalah waktu yang paling tepat untuk memenuhi kebutuhan zat gizi tubuh.

Hanya minum air putih saat sahur bisa membuat seseorang mudah merasa lelah, karena kehabisan energi. Ini pun akan dibarengi dengan sakit kepala, pusing, sulit berkonsentrasi, lemas, dan tidak memiliki semangat untuk menjalani hari.

  • Mood Mudah Berubah-ubah

Melewatkan makan sahur pun berisiko menyebabkan suasana hati alias mood mudah berubah secara drastis. Kondisi yang dikenal dengan istilah mood swing ini nyatanya memang bisa terjadi saat tubuh kekurangan asupan nutrisi, yang kemudian menyebabkan kadar gula darah ikut menurun. Selain memberi gejala seperti rasa pusing, ini pun bisa membuat seseorang menjadi lebih sensitif dan mengalami penurunan mood.

Baca juga: Pentingnya Minum Air Putih Saat Puasa

Pada kondisi tertentu, di tengah aktivitas harian, perubahan suasana hati juga bisa memicu stres. Kalau sudah begini, tidak hanya Ibadah puasa yang akan terganggu, tapi juga aktivitas harian. Jadi, masih berniat untuk meninggalkan makan sahur?

  • Mudah sakit

Melewatkan makan sahur, artinya melewatkan kesempatan untuk memastikan tubuh mendapat cukup asupan nutrisi. Saat tubuh tidak menerima asupan nutrisi yang seimbang sebelum menjalankan puasa, penurunan daya tahan tubuh menjadi sangat mungkin terjadi. Daya tahan tubuh yang rendah membuat seseorang lebih rentan terserang penyakit.

Tak hanya itu, ini juga bisa menurunkan produktivitas dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Maka, pastikan untuk selalu mengonsumsi makanan yang memiliki kandungan zat gizi yang seimbang dan dibutuhkan tubuh.

Selain menu makanan, saat sahur kamu juga harus menghindari kebiasaan makan terlalu banyak, sebab bisa memberi dampak negatif pada pencernaan. Selain makan sahur, cara lain untuk tetap bugar selama puasa adalah rutin berolahraga dan jaga kesehatan.

Baca juga: 5 Kebiasaan Tak Sehat saat Puasa

Kalau sakit dan butuh saran ahli, hubungi dokter di aplikasi Halodoc saja! Dokter bisa dihubungi melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan tips puasa sehat dari dokter terpercaya dan rekomendasi beli obat supaya kamu lebih cepat sembuh. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!