Puasa Pengaruhi Tekanan Darah, Kok Bisa?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Puasa Pengaruhi Tekanan Darah, Kok Bisa?

Halodoc, Jakarta – Ahli jantung Haitham Ahmed, MD, melihat banyak keuntungan dalam berpuasa dari makanan untuk waktu yang singkat. Penelitian menunjukkan bahwa puasa dapat membantu menurunkan tekanan darah, mengurangi kolesterol, mengontrol diabetes, dan mengurangi berat badan.

Empat risiko utama penyakit jantung adalah tekanan darah tinggi dan kolesterol, diabetes, dan berat badan. Jika kamu mengurangi salah satunya, maka sangat dapat mengurangi risiko penyakit jantung.

Walaupun begitu, puasa juga dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit. Ini bisa membuat jantung tidak stabil dan rentan terhadap aritmia. Karenanya, penting untuk mengonsumsi makanan yang tepat, kaya protein, dan kalium untuk mencegah terjadinya ketidakseimbangan elektrolit.

Baca juga: 6 Hal yang Menyebabkan Angka Tensi Darah Rendah

Perlu untuk memastikan kamu memiliki nutrisi yang cukup sebelum dan sesudah puasa. Makanan sehat untuk dimakan sebelum puasa, yaitu:

  • Selai kacang

  • Buncis

  • Makanan lain yang tinggi protein

  • Yogurt rendah lemak

  • Buah-buahan dan sayuran (ini bermanfaat untuk hidrasi)

  • Hindari makanan yang mengandung banyak sodium atau yang dapat menyebabkan kembung, seperti sup kalengan dan pizza.

Jangan tiba-tiba mulai memakan segala sesuatu yang terlihat ketika kamu selesai berpuasa. Sebagai gantinya, yang terbaik adalah mulai dengan ngemil pada beberapa kurma atau buah kering lainnya, misalnya. Kemudian istirahat, lalu makan buah dan makanan ringan lainnya pada awalnya.

Baca juga: Durian Ampuh untuk Atasi Hipotensi, Benarkah?

Tekanan darah cenderung agak bervariasi dari hari ke hari, disarankan untuk hanya mendiagnosis seseorang dengan tekanan darah tinggi jika mereka telah membaca berulang-ulang. Jika rata-rata salah satu bacaan (baik sistolik atau diastolik) lebih tinggi dari normal, itu akan dianggap sebagai tekanan darah tinggi. Artinya, rata-rata bacaan 150/85 atau 135/100 lebih pada beberapa kesempatan akan dianggap terlalu tinggi.

Hipertensi adalah salah satu penyakit kardiovaskular yang paling umum. Ketika standar hidup orang meningkat dan pola makan berubah, kelebihan berat badan dan obesitas telah menjadi tren global. Kelebihan berat badan adalah faktor risiko yang memicu hipertensi.

Tekanan darah sistolik dan diastolik meningkat secara signifikan dengan peningkatan BMI. Untuk setiap 4,5 kilogram kenaikan berat badan, tekanan darah sistolik meningkat 4,4 mmHg dan tekanan darah diastolik meningkat 4,2 mmHg.

Karena asupan tinggi kalori, makanan berlemak tinggi saat makan malam, ditambah dengan kurang olahraga pada malam hari, panas yang berlebihan diubah menjadi lemak yang disimpan dalam tubuh, dan sejumlah besar lemak darah disimpan di dinding pembuluh darah yang menyebabkan aterosklerosis, sehingga risiko hipertensi meningkat.

Baca juga: 7 Jenis Makanan yang Harus Dihindari Pengidap Hipertensi

Puasa dianggap sebagai terapi medis yang mengacu pada diet dan memberikan dampak pada penurunan berat badan, terutama buat yang mengalami obesitas. Selain itu, ada efek antihipertensi pada pasien dengan hipertensi. Puasa yang berdampak pada gaya hidup sehat dapat menstabilkan tekanan darah untuk jangka waktu yang lebih lama.  Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa puasa dapat membantu mencegah kanker atau meningkatkan efektivitas perawatan kemoterapi.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai bagaimana puasa bisa berpengaruh terhadap tekanan darah, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.