• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pubertas Remaja, Ini yang Harus Diketahui Orangtua

Pubertas Remaja, Ini yang Harus Diketahui Orangtua

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Pubertas remaja merupakan periode yang akan dilalui anak ketika mereka menginjak usia 13-17 tahun. Periode ini merupakan masa peralihan dari dunia anak menuju ke dunia orang dewasa. Untuk itu, peran orangtua sangat penting agar anak menjadi pribadi yang baik saat dewasa kelak. Berikut hal-hal yang perlu diketahui oleh orangtua:

Baca juga: 6 Tanda Pubertas pada Remaja Laki-Laki

  • Bimbing Mereka dengan Ilmu Agama

Ilmu agama yang dibawa sejak lahir berperan sebagai pendidik dan pembimbing setiap manusia. Orangtua wajib menanamkan nilai-nilai agama agar anak dapat mengimplementasikan di kehidupannya kelak. Dengan ilmu ini, anak akan berperilaku baik, hormat kepada orangtua, serta memiliki sikap dan sifat positif lainnya yang akan berdampak positif bagi mental dan spiritualnya.

  • Berperan Sebagai Pendukung

Orangtua berperan sebagai pendukung anak di segala aspek kehidupannya. Terlebih, ketika anak mengalami kegagalan yang mampu menyusutkan mental mereka. Ketika hal ini terjadi, orangtua berperan sebagai penguat rasa percaya diri dan kekuatan saat masalah menimpa mereka, agar mereka tidak gampang menyerah.

  • Berperan Sebagai Pengamat

Dalam hal ini, orangtua berperan sebagai pengawas sikap, perilaku, dan perkataan anak agar mereka tidak terjebak dalam pergaulan yang salah. Kenakalan remaja memang wajar dilakukan, tapi jika anak harus terjun ke dalam tindakan bodoh yang dapat merugikan dirinya sendiri, di sini orangtua yang harus turun tangan. Orangtua dapat melakukan pendekatan dengan cara yang bersahabat. Jangan penuhi pertanyaan dengan penuh rasa curiga, karena akan membuat anak tidak akan nyaman untuk bercerita.

  • Berperan Sebagai Contoh

Orangtua merupakan contoh nyata untuk anak-anaknya. Untuk itu, orangtua perlu memberikan contoh baik, sehingga dapat memengaruhi karakter anak saat menginjak masa pubertas remaja.

Baca juga: Ini Tanda Pubertas pada Remaja Perempuan

  • Berperan Sebagai Pembimbing

Orangtua memiliki peran sebagai pembimbing atau penasihat ketika anak menghadapi masa-masa sulit untuk mengambil keputusan. Dalam hal ini, orangtua dapat menyebutkan nilai-nilai positif dan negatif dari berbagai pilihan yang disebutkan oleh anak, sehingga mereka dapat belajar mengambil keputusan dengan baik.

Ketika berperan sebagai pembimbing, orangtua wajib memiliki kesabaran yang tinggi, serta kesiapan mental yang kuat dalam menghadapi segala perilaku pubertas remaja. Tak hanya itu, sebagai pembimbing, orangtua disarankan untuk tidak menghakimi. Orangtua justru diharuskan untuk merangkul ketika anak melakukan kesalahan.

  • Berperan Sebagai Teman

Memasuki pubertas remaja, orangtua perlu lebih sabar dan mengerti tentang perubahan yang mereka alami. Dalam hal ini, orangtua dapat berperan sebagai teman untuk menciptakan suasana yang hangat ketika mengobrol, sehingga jauh dari ketegangan. Dengan begitu, anak akan leluasa mengobrol dengan orangtua tentang apapun yang dirasakan dan dialaminya.

Jangan sampai anak merasa terancam ketika berbicara dengan orangtua, karena hal ini akan membuat anak menjadi tertutup dan tidak dapat diajak bertukar pendapat tentang apa yang mereka alami dan rasakan.

  • Berperan Sebagai Penanam Rasa Percaya Diri

Dalam menanamkan rasa percaya dirinya, orangtua perlu memberikan penjelasan bahwa masing-masing anak memiliki keunikannya tersendiri. Tak hanya itu, orangtua juga dapat memberikan apa keunikan dan keahlian anak untuk menumbuhkan rasa percaya dirinya.

Baca juga: Benarkah Remaja Perempuan Lebih Mager dari Laki-Laki?

Saat masa pubertas tiba pada remaja, mereka akan memerlukan bimbingan orangtua. Pasalnya, masa pubertas menjadi salah satu penentu akan menjadi sosok seperti apa mereka saat tumbuh dewasa kelak. Untuk mendiskusikan pola asuh yang baik untuk anak, ibu dapat mendiskusikan hal ini dengan dokter ahli di aplikasi Halodoc. Ingat, pola asuh yang baik saat masa pubertas remaja, akan memengaruhi kehidupannya ketika dewasa kelak.

Referensi:
Kid’s Health. Diakses pada 2019. A Parent's Guide to Surviving the Teen Years.
WebMD. Diakses pada 2019. 10 Parenting Tips for Raising Teenagers.