14 November 2018

Risiko yang Bisa Ditimbulkan oleh Hepatitis C

Risiko yang Bisa Ditimbulkan oleh Hepatitis C

Halodoc, Jakarta - Hepatitis menjadi salah satu penyakit yang menyerang organ hati. Gangguan kesehatan ini terbagi menjadi beberapa jenis, bergantung pada seberapa parah infeksi yang ditimbulkan, yaitu hepatitis A, B, C, D, dan E. Dari kelimanya, hepatitis C menjadi jenis hepatitis yang paling berbahaya. Ini alasan kamu perlu tahu risiko yang ditimbulkan oleh hepatitis C.

Pasalnya, hepatitis C tidak menunjukkan gejala hingga akhirnya pengidap masuk ke tahap kronis. Sebagian besar pengidap hepatitis C tidak menyadari bahwa tubuhnya terinfeksi virus ini sampai akhirnya mengalami kerusakan hati yang bersifat permanen beberapa tahun berselang.

Meskipun begitu, belum ada vaksin untuk melawan infeksi virus hepatitis C dalam tubuh, sehingga kamu perlu menjaga kesehatan tubuh dengan lebih baik. Penularan hepatitis C akan tinggi dari alat medis yang tidak steril atau alat-alat untuk menindik tubuh. Melakukan donor darah dan vaksinasi dengan prosedur medis tanpa sterilisasi alat terlebih dahulu juga semakin meningkatkan risiko penularannya.

Sementara itu, penularan yang tidak terlalu berisiko dapat terjadi pada petugas kesehatan yang secara tidak sengaja tertusuk jarum suntik. Penularan mungkin terjadi pada ibu terhadap bayinya jika selama mengandung ibu terindikasi mengalami hepatitis C. Penularan bisa terjadi jika kamu tidak sengaja tertusuk jarum suntik bekas obat yang dibuang di tempat umum.

Di sisi lain, penularan tidak bisa terjadi saat menggunakan toilet bersama, penggunaan peralatan makan secara bersamaan, berenang di satu kolam renang yang sama, gigitan nyamuk atau serangga, bersin, batuk, atau berpelukan dengan pengidap. Lalu, apa saja risiko yang bisa ditimbulkan oleh Hepatitis C?

  • Kerusakan Otak

Hati memiliki fungsi utama untuk menyaring racun dari dalam darah. Jika organ ini mengalami kerusakan, terjadi penumpukan zat racun yang bisa berdampak pada kerusakan sistem saraf dan menganggu kerja otak. Pengidap yang telah mengalami kerusakan otak bisa merasakan gejala seperti susah tidur, kemampuan motorik melemah, dan napas yang terasa apak.

  • Kerusakan Sendi dan Otot

Hepatitis C juga menyebabkan kerusakan sendi dan otot yang terjadi sebagai dampak dari perlawanan imun tubuh ketika virus menginfeksi. Rematik menjadi penyebab nyeri otot dan sendi yang ditandai dengan inflamasi pada sendi sinovial.

  • Terganggunya Sistem Sirkulasi Darah

Pada kondisi normal, hati membantu kerja pembuluh darah untuk mengedarkan darah ke seluruh tubuh secara maksimal. Ketika terjadi gangguan pada organ ini, aliran darah pada tubuh akan turut bermasalah yang bisa berdampak pada meningkatnya tekanan darah. Jika pembuluh darah terlalu sempit, rentan terjadi pecah yang berdampak pada perdarahan.

  • Fungsi Hati Tidak Maksimal

Cara untuk bisa memecah lemak, hati akan memproduksi empedu. Namun, pada pengidap hepatitis C, kemampuan hati dalam memproduksi zat ini mengalami penurunan yang berdampak pada timbulnya rasa nyeri pada perut bagian kanan atas. Selain itu, hati yang telah mengalami kerusakan tidak bisa memproduksi albumin yang mengakibatkan pengidap mengalami kram perut dan diare.

Itu tadi risiko yang bisa ditimbulkan oleh hepatitis C. Jadi, ketahui gejalanya dengan baik, tanyakan pada dokter jika kamu memiliki pertanyaan seputar masalah kesehatan. Pakai aplikasi Halodoc untuk memudahkan kamu bertanya jawab dengan dokter. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang!

Baca juga: