21 February 2019

Ruam Kemerahan Muncul pada Kulit Anak, Waspada Gejala Flu Singapura

Ruam Kemerahan Muncul pada Kulit Anak, Waspada Gejala Flu Singapura

Halodoc, Jakarta – Munculnya ruam pada kulit anak adalah kondisi yang tidak boleh dianggap sepele sama sekali, apalagi jika dibarengi dengan demam tinggi. Sebab, ruam pada kulit memang sering menjadi tanda serangan penyakit, salah satunya flu singapura. Apa itu?

Flu Singapura adalah jenis infeksi menular yang terjadi karena serangan virus. Penyakit ini paling sering menyerang anak kecil, namun juga bisa terjadi pada orang dewasa. Pada dasarnya, flu singapura adalah jenis penyakit yang tidak berbahaya dan tidak membutuhkan perawatan khusus.

Gejala yang muncul karena penyakit ini biasanya akan hilang dan membaik dalam waktu dua minggu. Meski begitu, bukan berarti kondisi ini bisa diabaikan dan dibiarkan tanpa penanganan. Pasalnya, flu singapura yang dibiarkan saja tanpa ada perawatan yang tepat bisa mengundang komplikasi penyakit yang serius, seperti meningitis, polio, dan bahkan kematian.

Baca juga: 6 Fakta yang Perlu Diketahui Tentang Flu Singapura

Infeksi yang disebabkan oleh virus flu singapura bisa memunculkan beberapa gejala, mulai dari bintil-bintil air dan luka-luka di sekitar atau di mulut, tangan dan kaki, siku tangan, bokong, lutut, dan lipat paha. Penyakit ini juga memicu munculnya gejala berupa demam tinggi, sakit tenggorokan, hilangnya nafsu makan, hingga munculnya ruam merah dan luka, seperti melepuh berwarna merah di lidah, gusi, dan bagian dalam pipi. Pada bayi atau anak, penyakit ini bisa membuat rewel dan mudah marah, sakit perut, batuk, hingga muntah.

Mengenal Flu Singapura dan Cara Pengobatannya

Flu Singapura biasanya diawali dengan munculnya demam, lalu dilanjutkan dengan muncul tukak atau luka di sekitar gusi dan lidah pada 1–2 hari. Kondisi ini menyebabkan munculnya rasa sakit saat minum, makan, ataupun menelan. Seiring berjalannya waktu, orang yang terinfeksi virus flu singapura akan mengalami gejala munculnya ruam di sekitar telapak tangan dan kaki, serta terkadang pada bokong dan selangkangan.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko penyebaran virus flu singapura, mulai dari menjauh dan mengisolasi orang yang sudah terinfeksi virus, membersihkan area-area yang dicurigai terkontaminasi virus, dan menjaga kebersihan dengan rutin mencuci tangan.

Baca juga: Bukan Demam Biasa, Ibu Perlu Tahu tentang Flu Singapura

Anak-anak sangat rentan mengalami penyakit ini, maka mengajarkan cara menjaga kebersihan pada anak adalah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penyebaran virus. Sebaiknya hindari juga untuk mencium anak yang tengah mengidap flu singapura, karena penyakit ini bisa dengan mudah menular. Karena penyakit ini disebabkan oleh virus, jadi tidak perlu mengonsumsi antibiotik untuk meredakannya.

Tapim ada beberapa penanganan yang bisa dilakukan di rumah, seperti konsumsi obat-obatan tertentu, misalnya asetaminofen atau ibuprofen untuk meredakan rasa nyeri dan demam yang menjadi gejala penyakit. Pastikan juga anak yang mengalami infeksi virus mendapat istirahat yang cukup dan banyak minum air putih untuk mengurangi rasa sakit pada tenggorokan.

Baca juga: Mirip Cacar Tapi di Dalam Mulut, Flu Singapura Lebih Sering Serang Anak

Mencegah flu singapura juga bisa dilakukan dengan meningkatkan kekebalan tubuh anak, sehingga mudah melawan penyakit. Cobalah untuk rutin memberinya suplemen yang baik untuk kekebalan tubuh. Ibu bisa membeli suplemen atau produk kesehatan lain di aplikasi Halodoc. Dengan layanan antar, pesanan akan dikirim ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!