26 October 2018

Anak Sering Ngeces, Ibu Waspada Flu Singapura

Anak Sering Ngeces, Ibu Waspada Flu Singapura

Halodoc, Jakarta - Flu Singapura atau nama lainnya penyakit tangan, kaki, dan mulut adalah salah satu penyakit menular berbahaya yang menyerang anak-anak. Tak banyak orang tua yang menyadarinya, sehingga cenderung mengabaikan gejala dan tanda-tandanya.

Padahal, anak cenderung memiliki daya tahan tubuh yang tak stabil sehingga mudah terserang penyakit, tak terkecuali penyakit tangan, kaki, dan mulut ini. Meski lebih sering menyerang anak dengan usia sekolah TK atau SD, penyakit ini bisa terjadi pada balita berusia di bawah 3 bulan.

Mudah Ngeces Juga Menjadi Gejala Flu Singapura

Sebagian besar orang tua beranggapan bahwa bayi yang suka ngeces adalah hal yang lumrah, meski pada anak kondisi ini perlu mendapat perhatian. Ngeces berlebihan yang diikuti gejala lain seperti demam, sulit menelan, nafsu makan berkurang, serta muncul bintik putih di area mulut, menjadi tanda kalau ibu perlu memeriksakan kondisi sang buah hati ke dokter.

Pasalnya, anak ngeces berlebihan dipicu karena terdapat bintik putih pada bagian lidahnya, membuat mulut memproduksi air liur berlebih. Namun, bercak putih ini tidak sama seperti ketika Si Kecil sariawan. Bintik sariawan biasanya muncul pada bagian pipi atau gusi, sementara bintik putih penyakit flu Singapura muncul pada bagian mulut yang lunak, seperti misalnya area di dekat tenggorokan.

Gejala lain yang dapat menjadi tanda sang buah hati mengalami penyakit tangan, kaki, dan mulut adalah munculnya ruam merah di daerah kaki, tangan, dan telapak tangan. Ruam ini yang memicu naiknya suhu tubuh Si Kecil, sehingga ia akhirnya terserang demam. Ketika anak mengalaminya, pastikan ia beristirahat total selama 7 hingga 10 hari. Pastikan pula ia mendapatkan asupan nutrisi yang baik untuk sumber tenaganya.

Apa yang Menyebabkan Flu Singapura?

Flu Singapura terjadi karena infeksi virus yang berasal dari enterovirus, termasuk di dalamnya adalah echovirus dan coxsackievirus A16. Virus ini ditularkan melalui kontak langsung, baik dari sentuhan atau cipratan air liur ketika pengidap batuk atau bersin. Namun, penyakit ini bisa menular secara tidak langsung, melalui penggunaan barang-barang yang sama, seperti alat makan atau alat mandi.

Setelah virus masuk ke dalam tubuh, terjadi inkubasi atau penolakan pada tubuh yang umumnya berlangsung mulai 3 hingga 6 hari setelah infeksi. Apabila tubuh tidak mampu melawannya, maka gejala paling awal yang muncul adalah demam, dilanjutkan munculnya ruam pada kulit dan benjolan kecil yang tersebar di bagian kaki, mulut, dan tangan.

Oleh karena itu, penting untuk ibu mengetahui lebih dini yang menjadi gejala dari flu Singapura, agar Si Kecil mendapatkan penanganan yang tepat. Ibu bisa memanfaatkan aplikasi Halodoc untuk bertanya langsung pada dokter terkait gejala penyakit ini melalui layanan Tanya Dokter.

Tidak hanya itu, aplikasi Halodoc juga memiliki layanan cek lab dan beli obat yang bisa ibu gunakan kapan saja dan di mana saja. Sebelum itu, ibu perlu download aplikasi ini terlebih dahulu di Play Store maupun App Store.

 

Baca juga: