• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Sakit Gigi karena Berlubang? Begini Cara Mengatasinya

Sakit Gigi karena Berlubang? Begini Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Mau tahu berapa banyaknya masalah gigi berlubang di negara kita? Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, 93 persen anak usia dini (5–6 tahun) mengalami gigi berlubang. Sangat banyak bukan kasusnya? 

Hal yang perlu ditegaskan, meski umumnya dialami oleh anak-anak, gigi berlubang juga bisa dialami oleh orang dewasa. Ingat, jangan anggap remeh gigi gerlubang. Alasannya simpel, masalah ini bisa menimbulkan nyeri atau sakit yang mungkin tak tertahankan. 

Selain itu, dalam beberapa kasus gigi berlubang bisa menimbulkan komplikasi. Mulai dari infeksi gigi, abses gigi, sepsis, hingga gigi tanggal. Tuh, cukup mengkhawatirkan, kan? 

Lalu pertanyaannya, bagaimana sih cara mengatasi sakit gigi berlubang? Simak jawabannya di bawah ini.

Baca juga: 3 Cara Mencegah Gigi Berlubang Pada Anak

1. Tambal Gigi

Filling atau tambal gigi merupakan tindakan yang terbilang umum untuk mengatasi gigi berlubang. Prosedurnya juga tak terbilang rumit, dokter akan membuat bagian gigi yang sudah rusak menggunakan bor khusus. Tahap selanjutnya, dokter akan menambal gigi berlubang dengan bahan khusus. Contohnya, porselen, emas, perak, atau komposit. 

2. Digosok dengan Fluoride

Selain tambal gigi, cara mengatasi gigi berlubang juga bisa menggunakan fluoride. Namun, biasanya prosedurnya dilakukan bila lubang di gigi masih sangat kecil atau masih dalam taraf permulaan. Lalu, bagaimana dengan prosedurnya?

Untuk mengatasi gigi berlubang dengan fluoride, dokter akan menggosok fluoride berjenis cair, busa, gel, atau pernis ke gigi selama beberapa menit. Kandungan fluoride dalam perawatan ini tentunya lebih banyak ketimbang pasta gigi biasa. 

3. Perawatan Saluran Akar

Pernah mendengar prosedur perawatan saluran akar atau root canal? Prosedur yang satu ini juga bisa mengatasi gigi berlubang. Root canal dilakukan bila pembusukan sudah mencapai bagian dalam gigi (pulpa) atau saraf yang sudah mati.

Di sini dokter akan membuang jaringan saraf, dan setiap daerah yang busuk. Setelah dibersihkan, dokter akan menambal atau memberikan crown agar gigi tak perlu dicabut. 

Baca juga: Begini Proses Terjadinya Gigi Berlubang

4. Prosedur Crown

Andaikan pembusukan gigi cukup parah hingga membuat gigi rapuh, maka kemungkinan dokter akan membuatkan crown (mahkota). Di sini dokter akan memasang mahkota gigi palsu di atas gigi yang sudah rusak. Nantinya, sebagian gigi yang rusak akan dikikis dan disisakan sebagian kecil sebagai tumpuan mahkota gigi palsu. Crown palsu ini bisa terbuat dari emas, porselen, resin, porselen fusi logam, ataupun bahan lainnya.

5. Cahaya Neon

Selain empat prosedur di atas,  kini terdapat beberapa perawatan baru yang masih dalam perkembangan untuk mengatasi gigi berlubang. Contohnya, teknik eksperimental menggunakan cahaya neon. Melansir Cleveland Clinic, teknik ini dapat mendeteksi perkembangan rongga gigi lebih jauh ketimbang cara tradisional (sinar-X atau pemeriksaan gigi).  

Dengan kata lain, bila sinar X atau pemeriksaan gigi lainnya belum bisa mendeteksi rongga atau risiko pembusukan gigi, teknik baru ini sudah bisa mendeteksi terlebih dahulu.  Nah, dalam banyak kasus, jika gigi berlubang dapat dideteksi lebih awal, proses pembusukan gigi dapat segera dihentikan atau ditangani. 

6. Cara Terakhir, Cabut Gigi

Bagaimana bila kelima cara mengatasi gigi di atas tidak berhasil atau gigi tak bisa diselamatkan? Singkat kata, mau tak mau gigi yang terinfeksi atau tidak bisa diselamatkan harus dicabut

Nantinya, gigi yang dicabut ini bisa meninggalkan ruang atau celah yang memungkinkan gigi lainnya bergeser. Namun, tidak perlu terlalu khawatir, untuk mengatasi hal ini dokter akan menyarankan untuk membuat bridge atau gigi implan. Tujuannya untuk menggantikan gigi yang dicabut. 

Nah, andaikan sakit gigi akibat gigi berlubang tak kunjung membaik, segeralah temui dokter. Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah kapan dan di mana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Cavities: Management and Treatment. 
Healthline. Diakses pada 2020. Tooth Cavities.
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia. Diakses pada 2020. 93 Persen Anak di Indonesia Alami Gigi Berlubang.