11 October 2018

Sakit Lutut Setelah Berolahraga? Mungkin Ini Penyebabnya

sakit lutut setelah berolahraga mungkin ini penyebabnya

Halodoc, Jakarta – Olahraga dikenal sebagai aktivitas fisik yang bisa memberikan banyak manfaat baik, di antaranya adalah meningkatkan stamina, menjaga berat badan tetap ideal dan menghindarkan tubuh dari berbagai macam penyakit. Itulah mengapa kamu dianjurkan untuk berolahraga secara rutin. Namun, olahraga juga bisa membuatmu berisiko mengalami cedera. Dari banyaknya cedera yang bisa terjadi saat olahraga, sakit lutut setelah olahraga adalah cedera yang paling sering dialami banyak orang. Enggak usah panik dulu bila mengalami sakit lutut setelah berolahraga, karena sebagian besar penyebab sakit lutut biasanya tidak berbahaya.

Bagian lutut sangat rentan mengalami cedera atau terasa sakit setelah berolahraga karena biasanya kamu akan mengandalkan kedua lutut untuk mendukung setiap gerakan yang dilakukan. Lutut lah yang menopang seluruh berat badan dan beban ekstra lainnya saat kamu berlari atau melompat. Jadi, sebenarnya sakit lutut setelah berolahraga memang wajar terjadi. Namun demikian, penyebab sakit lutut juga bisa dikarenakan adanya kondisi kesehatan yang lebih serius, seperti asam urat, rematik, dan osteoporosis. Karena itu, ketahui penyebab umum sakit lutut setelah berolahraga berikut ini:

Postur yang Buruk

Bila kamu mengalami sakit lutut setelah berolahraga, coba ingat-ingat kembali apakah saat berolahraga  tadi, kamu sudah melakukannya dengan postur tubuh yang benar? Pasalnya, berolahraga dengan postur tubuh yang buruk bisa menyebabkan cedera, baik akut maupun kronis. Hal ini karena lutut adalah persendian yang sifatnya stabil di antara persendian dinamis seperti yang terdapat pada pinggul dan kaki. Sendi lutut berfungsi untuk meredam setiap benturan setiap kali kamu melangkah. Jadi, berolahraga dengan postur tubuh yang baik sangat penting karena bisa mencegah lututmu mengalami stres, tegang, dan akhirnya menjadi nyeri.

Tendinitis atau Peradangan pada Tendon

Rasa sakit di salah satu lutut juga seringkali merupakan hasil dari terlalu sering memforsir lutut untuk bekerja keras. Biasanya, kondisi ini terjadi bila kamu sering olahraga terlalu keras dan dalam waktu yang lama, akibatnya lutut menjadi teriritasi dan meradang. Rasa sakit di lutut akan semakin terasa ketika kamu berjalan menuruni tangga atau permukaan yang menurun. Selain sakit lutut, gejala lainnya yang akan kamu rasakan bila mengalami tendinitis adalah lutut menjadi bengkak, merah dan terasa hangat, serta lutut akan terasa sangat sakit saat menggerakkan atau melenturkan lutut.

Iliotibial band syndrome (ITB Syndrome)

Sindrom ini terjadi bila jaringan ikat yang terentang antara bagian luar panggul hingga bagian luar lutut (iliotibial band) menjadi kaku dan bergesekan dengan tulang paha. Akibatnya, area luar lutut, sekitar tonjolan tulang paha, paha bagian luar, bahkan daerah bokong akan terasa nyeri. Biasanya yang paling sering mengalami iliotibial band syndrome adalah para atlet lari. Salah satu penyebabnya adalah panjang kaki kanan dan kiri yang berbeda.

Sakit lutut akibat ITB syndrome biasanya akan muncul saat kamu berlari, dan akan semakin hebat bila aktivitas lari terus dilanjutkan. Namun, ketika kamu berhenti berlari, rasa sakitnya akan berkurang. ITB syndrome harus ditangani dengan baik, karena bila tidak dapat menyebabkan robekan meniskus yang memerlukan operasi koreksi.

Keseleo atau Terkilir

Bila sakit lutut muncul setelah kamu berolahraga lebih intens dari biasanya, atau karena mengubah kecepatan secara mendadak, jatuh terjerembab, ataupun bertabrakan dengan obyek keras atau orang lain, itu artinya lututmu keseleo atau terkilir. Saat keseleo, ototmu akan menegang atau tertarik secara paksa. Itulah sebabnya lutut yang keseleo akan terasa nyeri bila digerakkan.

Itulah beberapa hal yang menjadi penyebab sakit lutut setelah berolahraga. Dari semua penyebab sakit lutut di atas, yang paling sering dialami oleh orang yang sering berolahraga sepeda adalah tendinitis dan iliotibial band syndrome. Untuk dapat mengetahui penyebab pasti sakit lutut yang dialami, ada baiknya kamu memeriksakan diri ke dokter ortopedi. Dengan begitu, lutut yang sakit pun bisa dirawat dengan cara yang tepat.

Sementara untuk merawat lutut yang sakit, kamu bisa melakukan metode RICE:

R?rest, yaitu beristirahat

I?ice, yaitu mengompres lutut yang keseleo dengan es

C?compression, yaitu membebat lutut yang terkilir dengan perban

E?elevation, yaitu mengangkat lutut yang cedera lebih tinggi dari jantung

Bila rasa nyeri sangat mengganggu, kamu juga bisa mengonsumsi obat anti-nyeri seperti parasetamol atau ibuprofen untuk mengobati sakit lutut. Beli obatnya di Halodoc saja. Enggak perlu repot-repot keluar rumah, tinggal order saja lewat fitur Apotik Antar, dan pesananmu akan diantar dalam waktu satu jam. Jadi, tunggu apa lagi? Download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Baca juga: