21 September 2018

Sebelum Adopsi Anak, Perhatikan 5 Hal Ini

Adopsi anak, persiapan adopsi anak

Halodoc, Jakarta - Mempunyai anak adalah suatu hal yang diinginkan oleh pasangan yang telah menikah. Namun, cukup banyak pasangan yang menghadapi kesulitan dalam memiliki anak dan telah melakukan berbagai cara untuk dapat memiliki keturunan. Jika segala cara belum berhasil, keinginan memiliki anak dapat ditempuh melalui jalur adopsi anak.

Menjadi orang tua bukanlah perkara yang sederhana. Meski sudah banyak buku ditulis oleh pakar dan praktisi, praktiknya lebih rumit ketimbang merangkai kata. Makin kompleks lagi urusannya, jika kamu dan pasangan ingin menjadi orangtua bagi anak adopsi. Dalam hukum, salah satu syarat bagi pasangan yang ingin melakukan adopsi adalah telah menikah selama lima tahun.

Menurut psikolog perkawinan dan keluarga, Wulan A. Ramadhani, M.Psi., lima tahun pertama pernikahan merupakan masa penyesuaian pasangan terhadap berbagai perubahan peran, harapan, maupun dengan keluarga besar. Lima tahun pernikahan bisa dianggap sebagai evaluasi kematangan dalam berumah tangga, termasuk menerima anggota keluarga baru melalui adopsi. “Namun, usia pernikahan tidak selalu berhubungan langsung dengan kesiapan mental untuk menjadi orangtua,” ujar Wulan.

Dengan mengadopsi seorang anak, selain “menolong” diri sendiri dan pasangan, kamu juga telah membantu seorang anak untuk dapat merasakan kehangatan dan kasih sayang dari orangtua. Namun, ada beberapa hal yang harus kamu dan pasangan perhatikan sebelum melakukan adopsi anak. Berikut persiapan adopsi anak:

1. Siapkan Mental

Mengadopsi anak mungkin masih belum menjadi hal yang dianggap lumrah bagi sebagian masyarakat Indonesia. Tidak menutup kemungkinan, nantinya akan ada mulut-mulut usil yang kerap membicarakan mengenai keluarga kamu karena anak yang diadopsi.

Meskipun mungkin mengganggu, jangan terlalu diambil hati. Hal yang terpenting adalah kamu tetap dapat menjalankan peran sebagai orangtua dengan baik, serta kamu dan keluarga berbahagia.

2. Pertimbangkan dengan Matang

Sebelum memutuskan untuk mengadopsi anak, pastikan kamu dan pasangan telah siap secara fisik, mental, dan finansial. Pertimbangkan lagi keputusanmu untuk adopsi anak dengan mengajukan beberapa pertanyaan pada diri sendiri.

Misalnya seperti “Mengapa saya mau mengadopsi anak?”, “Bagaimana proses adopsi ini akan memengaruhi keluarga saya ke depannya?”, “Apakah saya dan pasangan telah siap lahir batin untuk menjadi orangtua?”, dan lainnya.

3. Pertimbangkan Konseling

Peran orangtua tidak dapat dianggap enteng, termasuk orangtua angkat sekalipun. Oleh karena itu, ada baiknya jika kamu mengikuti sesi konseling dengan psikolog bersama pasangan sebelum kamu memutuskan untuk mengadopsi anak. Dengan demikian, kamu dan pasangan akan benar-benar siap menjadi orang tua yang menerima, mengasuh, dan mengasihi sang anak dengan baik.

4. Kelas Mengasuh Bayi

Jika kamu mempertimbangkan untuk mengadopsi anak bayi, kamu dapat mengikuti kelas mengasuh bayi dari ahlinya. Apalagi jika kamu belum pernah memiliki pengalaman dalam mengasuh bayi. Karena bayi berbeda dengan anak, ia kecil, ringkih, dan belum dapat berkomunikasi, sehingga butuh perhatian khusus dari kamu sebagai orangtua.

5. Jangan Minta Balas Budi

Ingat, mengadopsi anak tidak sama dengan menyelamatkan anak tersebut dari kehidupan di panti asuhan. Kamu mengadopsi anak karena kamu dan pasangan rindu untuk memiliki anak yang dapat diperlakukan seperti anak dari darah daging sendiri.

Oleh karena itu, jangan sampai pada suatu saat nanti kamu mengharapkan balas budi atas “kebaikan” yang kamu lakukan dari anak tersebut. Jika kamu benar-benar menyayangi dan memperlakukan sang anak seperti anak kandung sendiri, anak tersebut juga pasti akan menyayangi kamu dengan tulus seperti orangtua kandungnya.

Demikian beberapa hal yang perlu kamu perhatikan ataupun persiapan mengadopsi anak. Apapun yang terjadi, pastikan kamu dan pasangan siap secara fisik, mental, dan finansial. Jika kamu dan pasangan kamu berencana untuk mengadopsi anak dan ingin berdiskusi dengan dokter atau psikolog mengenai hal tersebut, kamu dapat ngobrol langsung dengan ahlinya di Halodoc. Kamu juga dapat membeli obat dengan layanan apotek antar dari Halodoc. Yuk, download aplikasinya segera di App Store dan Google Play!

Baca juga: