• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 7 Tips Dasar Merawat Bayi Baru Lahir

7 Tips Dasar Merawat Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta - Kelahiran bayi memang membawa kebahagiaan luar biasa bagi keluarga. Bersamaan dengan kebahagiaan tersebut, orangtua juga punya tanggung jawab untuk mengurusnya. Bayi baru lahir membutuhkan perawatan ekstra. Terlebih lagi jika anak tersebut adalah anak pertama dalam keluarga, maka ayah dan ibu harus bekerja sama dalam merawat bayi baru lahir.

Baca juga: Bayi Baru Lahir Dibedong Terus, Bolehkah?

Untuk para orangtua baru, jangan khawatir karena masa-masa lelah merawat bayi baru lahir pasti bisa dilalui. Untuk mempermudahnya, berikut adalah kiat-kiat yang membantu merawat bayi baru lahir, yaitu:

Merawat Tali Pusar

Tali pusar bayi yang baru lahir tidak dengan mudah terlepas. Umumnya tali pusar bayi lepas antara 1 sampai 2 minggu setelah kelahiran. Oleh karena itu, orangtua harus tahu cara merawatnya.

Pastikan untuk menghindari penggunaan alkohol karena hal ini dapat membahayakan kesehatan bayi. Kamu hanya perlu menggunakan air hangat dan usahakan tali pusar bayi selalu dalam kondisi kering supaya tidak terjadi infeksi.

Memandikan Bayi

Memandikan bayi dengan menggunakan bak umumnya baru bisa dilakukan setelah tali pusar bayi sudah lepas. Selama belum lepas, maka bayi bisa dimandikan hanya dengan menggunakan lap basah saja. Jika sudah diperbolehkan untuk mandi pun, mandi dua atau tiga kali seminggu selama tahun pertama masih dianggap masih baik-baik saja.

Melansir dari Kids Health, lebih sering mandi bisa sebabkan kulit menjadi kering. Sebelum memandikan bayi, persiapkan dahulu semua alat mandi seperti handuk, sabun mandi, pakaian, hingga kosmetik bayi.

Setelah itu, siapkan air hangat (36 derajat – 37 derajat Celcius) dan lepaskanlah baju bayi secara bertahap. Mandikan bayi mulai dari daerah wajah, kepala, dada dan lainnya.

Baca juga: Ini Barang Wajib untuk Bayi Baru Lahir

Menjemur Bayi

Cahaya matahari pagi memiliki banyak manfaat untuk bayi baru lahir. Misalnya untuk mengurangi kadar bilirubin dalam darah bayi. Bilirubin adalah senyawa kekuningan yang terjadi di jalur katabolik alami, dengan paparan sinar matahari maka hati bayi dapat memprosesnya dengan lebih mudah.

Pertumbuhan bilirubin yang tidak terkendali menyebabkan kulit bayi yang baru lahir menguning. Sinar matahari juga memberikan vitamin D untuk bayi yang berguna dalam penyerapan kalsium, sehingga memperkuat tulang dan gigi. Sistem kekebalan tubuh bayi juga bekerja efisien berkat paparan sinar matahari. 

Mengganti Popok

Setelah setiap buang air besar atau popok basah, taruh bayi dan lepaskan popok kotor tersebut. Gunakan air, bola kapas, dan lap atau lap untuk membersihkan area genital bayi dengan lembut. Saat mengeluarkan popok anak laki-laki, lakukan dengan hati-hati karena paparan udara dapat membuatnya buang air kecil.

Sementara untuk menyeka seorang bayi perempuan, usap pantatnya dari depan ke belakang untuk menghindari infeksi saluran kemih (ISK). Untuk mencegah atau menyembuhkan ruam popok, oleskan salep. Pastikan orangtua selalu mencuci tangan dengan seksama setelah dan sebelum mengganti popok.

Memberikan ASI

Memberikan ASI eksklusif adalah kewajiban utama seorang ibu untuk anaknya yang baru lahir. Lama menyusui biasanya dilakukan selama 10 menit saja. Kebanyakan para ibu sering berlama-lama dalam menyusui bayi, hal itu bertujuan agar sang bayi kenyang, dan mudah tertidur.

Sebenarnya, ibu yang memberikan ASI eksklusif 10 menit setiap kalinya, dapat membuat berat badan bayi meningkat secara signifikan. Lebih banyak informasi tentang ASI eksklusif, ibu bisa bertanya langsung dengan dokter melalui aplikasi Halodoc.

Baca juga: 6 Tes Kesehatan yang Wajib Dilakukan Bayi Baru Lahir

Menidurkan Bayi

Sebagai orangtua baru, kamu akan terkejut mengetahui bahwa bayi baru lahir akan membutuhkanmu setiap saat, dan mereka akan tidur sampai 22 jam sehari. Bayi baru lahir biasanya tidur selama 2-4 jam dan jangan berharap bayi akan tidur sepanjang malam. Sistem pencernaan bayi sangat kecil sehingga mereka membutuhkan makanan setiap beberapa jam dan harus dibangunkan jika mereka belum diberi makan selama 4 jam.

Banyak bayi yang bisa tidur lebih lama (antara 6-8 jam) pada usia 3 bulan. Seperti orang dewasa, bayi juga harus mengembangkan pola dan siklus tidur mereka sendiri, jadi jika bayi baru lahir bertambah berat badan dan tampak sehat, jam tidurnya yang masih belum teratur tak perlu dipermasalahkan.

Jagalah stimulasi di malam hari seminimal mungkin untuk membantu membentuk pola tidur bayi. Selain itu, jaga agar lampu tidak silau. Lakukan kegiatan seperti berbicara dan bermain dengan bayi di siang hari. Ketika bayi bangun di siang hari, cobalah membuatnya terjaga sedikit lebih lama dengan berbicara dan bermain.

Kenali Gejala-Gejala Gangguan Kesehatan

Salah satu cara merawat bayi yang juga tak kalah penting adalah mengenali gejala penyakit yang umumnya rentan mereka alami. Contohnya seperti diare, ruam pada bokong karena popok, lidah berjamur, atau flu. Jika mengalami kondisi ini, biasanya bayi akan rewel.

Oleh karena itu, segera bawa bayi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Jika kamu tidak ingin repot lama mengantre di rumah sakit, kamu bisa buat janji dengan dokter menggunakan aplikasi Halodoc. Sesampainya di rumah sakit, kamu akan langsung bertemu dokter untuk melakukan pemeriksaan. 

 

Referensi:
Kids Health. Diakses pada 2020. A Guide for First-Time Parents.
Prenting.FirstCry.com. Diakses pada 2020. Amazing Benefits of Sunlight for Newborn Babies.