Seberapa Penting Pemberian Oksigen Atasi Sakit Kepala Cluster?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Seberapa Penting Pemberian Oksigen Atasi Sakit Kepala Cluster?

Halodoc, Jakarta - Sakit kepala bukan gangguan kesehatan yang berbahaya, tetapi jika dibiarkan maka hal ini bisa menyebabkan aktivitas jadi terganggu. Sakit kepala banyak jenisnya, salah satu yang cukup mengganggu adalah sakit kepala cluster. Pasalnya rasa sakit dari kondisi ini biasanya tetap, intensif, tidak berdenyut, dan terasa jauh di dalam kepala atau di sekitar mata pada satu sisi kepala. Rasa sakitnya kerap berpindah hingga ke bagian dahi, pelipis, dan pipi.

Hal yang cukup mengganggu dari kondisi ini adalah, pengidapnya bisa beberapa bulan tidak mengalami gejala kemudian kambuh lagi. Rasa nyeri yang ditimbulkan dapat hilang dengan cepat atau secara perlahan. Salah satu pengobatan yang bisa dilakukan dengan cepat untuk mengatasi masalah ini adalah pemberian oksigen murni sebanyak 12 liter per menit. Cara ini disarankan, karena selain murah, cara ini efektif karena dapat digunakan langsung pada pengidapnya. Meski sebetulnya masih terdapat banyak juga jenis obat yang bisa diberikan.

Baca Juga: Bedanya Sakit Kepala Cluster dengan Sakit Kepala Biasa

Apa Sih yang Menjadi Penyebab Seseorang Alami Sakit Kepala Cluster?

Hingga kini belum diketahui penyebab sakit kepala cluster. Sejauh ini, gangguan jam biologis yang diatur oleh hipotalamus pada otak diduga kuat memainkan peran penting dalam menciptakan rasa nyeri yang hebat pada kepala. Gangguan hipotalamus ini mengaktifkan rangsangan kepada saraf trigeminus yang menyebabkan munculnya sensasi panas dan nyeri di bagian wajah dan sekitar mata.

Namun, terdapat juga beberapa faktor yang memicu sakit kepala cluster, antara lain: 

  • Cuaca panas;

  • Penggunaan nitrogliserin;

  • Stres;

  • Relaksasi;

  • Suhu ekstrim;

  • Rhinitis alergi;

  • Aktivitas seksual.

Baca Juga: Ketahui Pemeriksaan untuk Diagnosis Sakit Kepala Cluster

Sementara itu, beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang terkena sakit kepala cluster adalah:

  • Berjenis kelamin pria. Sejauh ini penelitian mengungkapkan laki-laki lebih sering terkena sakit kepala cluster dibandingkan perempuan.

  • Usia. Meskipun sakit kepala cluster dapat terjadi pada usia berapa pun, kondisi ini umumnya muncul pada usia 20 hingga 50 tahun.

  • Merokok. Pada banyak kasus, penyakit ini terjadi pada para perokok. Namun, menghentikan kebiasaan merokok tidak menjamin dapat menurunkan risiko munculnya sakit kepala cluster.

  • Alkohol. Minuman yang mengandung alkohol juga bisa memicu terjadinya serangan sakit kepala cluster. 

  • Riwayat keluarga. Seseorang berisiko mengalami sakit kepala cluster jika salah satu anggota keluarga dengan riwayat tersebut.

Meksi tidak menyebabkan bahaya, namun sakit kepala cluster bisa menjadi permasalahan sepanjang hidup yang menurunkan kualitas kesejahteraan. Jika kamu memiliki gejala sakit kepala cluster, jangan tunda untuk melakukan pemeriksaan dengan dokter. Pasalnya, dengan melakukan pemeriksaan dini, akar masalah bisa ditemukan dan dokter akan melakukan rangkaian pengobatan yang tepat. Kini kamu lebih mudah buat janji dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Tanpa antre, kamu bisa langsung datang ke rumah sakit dan melakukan pemeriksaan dengan dokter. 

Bagaimana Cara Mengatasi Sakit Kepala Cluster?

Selain pemberian oksigen seperti yang disebutkan sebelumnya, terdapat beberapa obat yang bisa diberikan saat gejala sakit kepala cluster, antara lain:

  • Triptan. Obat ini adalah jenis obat sumatriptan yang diberikan melalui suntikan.  Selain diberikan melalui suntikan, triptan dapat diberikan dalam bentuk semprotan hidung/nasal spray. Namun, obat ini tidak disarankan untuk pengidap tekanan darah tinggi atau penyakit jantung.

  • Oktreotida. Oktreotida adalah obat sintetis dari hormon somatostatin yang dapat meredakan nyeri dari sakit kepala cluster.

  • Anestesi lokal. Pemberian anestesi lokal melalui intranasal dapat meredakan nyeri akibat sakit kepala cluster.

  • Dihidroergotamin. Dihidroergotamin membantu menurunkan nyeri sakit kepala cluster baik diberikan dengan cara injeksi maupun intranasal.

Baca Juga: 5 Kebiasaan yang Bisa Jadi Pemicu Sakit Kepala Cluster

Referensi:
NHS (Diakses pada 2019). Health A-Z. Cluster Headaches. 
Mayo Clinic (Diakses pada 2019). Diseases and Conditions: Cluster Headache. 
WebMD (Diakses pada 2019). Cluster Headache.