23 January 2019

Selalu Merasa Dikagumi Banyak Orang, Bukan PD Tapi Narsis

gangguan kepribadian narsistik, narsis

Halodoc, Jakarta - Di era digital dan serba sosial media ini, istilah narsis jadi lebih mudah disebutkan dan dilakukan. Apalagi bagi kamu yang suka mem-posting foto selfie kamu ke sosial media. Namun sebenarnya, istilah dan sikap narsis tidak sesederhana itu, lho.

Narsistik atau yang biasa dikenal sebagai Narcissistic Personality Disorder merupakan sebuah gangguan mental. Narcissistic Personality Disorder adalah kondisi orang yang menganggap dirinya jauh lebih penting dari orang lain, memiliki kebutuhan yang tinggi untuk dipuji atau dibanggakan, serta memiliki empati yang rendah terhadap orang lain.

Di balik rasa percaya diri tinggi atau narsistik ini, sebenarnya orang tersebut memiliki rasa percaya diri yang rapuh dan mudah runtuh, mudah terluka, dan sensitif hanya dengan sedikit kritikan. Gangguan ini dapat memengaruhi berbagai aspek dalam kehidupan apabila tidak ditangani dengan tepat.

Baca juga: Karakter yang Bikin Dijauhi Banyak Orang

Gangguan ini dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan. Jika kamu menemui seseorang yang mengaku satu-satunya yang paling ‘benar’, mungkin orang tersebut memiliki gangguan mental yang disebut narsistik.

Sifat egois dan sombong selalu ada di dalam diri setiap manusia. Namun, seorang narsis memiliki ego dan kesombongan yang ekstrem. Orang narsis tidak hanya memiliki rasa percaya diri yang berlebihan, tetapi juga tidak menghargai perasaan atau ide-ide orang lain. Mereka bahkan akan mengabaikan kebutuhan orang lain.

Baca juga: Yuk, Tebak Kepribadian Berdasarkan Jenis Kopi

Namun, terdapat perbedaan antara menjadi egois, yang sering disebut narsis, dan memiliki gangguan kepribadian narsistik, yang merupakan penyakit mental. Gejala umum narsis yang dapat dikenali adalah:

  1. Orang tersebut memikirkan dirinya untuk sebagian besar waktu dan berbicara banyak tentang dirinya,

  2. Haus akan perhatian dan kekaguman.

  3. Membesar-besarkan bakat dan prestasinya.

  4. Percaya bahwa dirinya spesial.

  5. Menetapkan tujuan yang tidak realistis.

  6. Memiliki perubahan suasana hati yang cepat.

  7. Memiliki waktu yang sulit untuk menarik hati orang lain.

  8. Berusaha untuk menang, bagaimanapun caranya.

  9. Berfantasi tentang kesuksesan yang tidak terbatas, uang, dan kekuasaan.

Orang yang mengalami narsistik mungkin terlihat memiliki harga diri yang tinggi, tapi sebenarnya bisa saja sebaliknya. Ada rasa ketidakamanan yang mendalam di balik eksterior dirinya yang besar. Pribadi narsistik ingin orang lain merasa iri terhadap dirinya. Padahal, dia sebenarnya orang yang memiliki rasa cemburu yang besar dan merasa terancam oleh prestasi orang lain.

Apabila kamu memiliki Narcissistic Personality Disorder, kamu mungkin tidak merasa ada yang salah dengan diri kamu. Pasalnya, itu tidak sesuai dengan gambaran diri kamu yang sempurna dan berkuasa. Narcissistic Personality Disorder adalah kondisi mental orang yang kemungkinan besar akan mencari pertolongan ketika merasa depresi. Sering kali, depresi tersebut diakibatkan oleh kritik dan penolakan dari orang-orang di sekitarnya.

Baca juga: Jangan Salah Paham dengan Ekstrovert, Ini Faktanya

Jika kamu menemukan ciri atau gejala Narcissistic Personality Disorder atau kamu merasa sedih yang berlarut-larut, sebaiknya segera hubungi psikiater atau psikolog melalui aplikasi Halodoc. Dengan begitu, kamu akan mendapatkan pertolongan yang tepat untuk mengatasi semua permasalahan yang dihadapi. Diskusi dengan psikiater atau psikolog di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga!