Selvi Ananda Hamil, Perhatikan 4 Hal Ini Saat Gendong Kakak

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Selvi Ananda Hamil, Perhatikan 4 Hal Ini Saat Gendong Kakak

Halodoc, Jakarta – Jan Ethes Srinarendra, cucu pertama dari Presiden Joko Widodo, sebentar lagi akan mempunyai adik. Ibunya, Selvi Ananda, tengah menjalani kehamilan kedua yang telah berusia sekitar 6 bulan. Kehamilan kedua ini tidak menghilangkan semangat Selvi Ananda untuk terus beraktivitas.

Baca juga: 5 Makanan yang Perlu Dihindari Ibu Hamil

Di kehamilan keduanya, Selvi berusaha untuk tetap memerhatikan kondisi Jan Ethes agar tidak mengalami kecemburuan pada adiknya nanti. Bahkan hingga kini, Selvi Ananda masih sering menggendong Jan Ethes sebagai bentuk perhatian. Namun, apakah sebenarnya ibu hamil boleh menggendong anak? Ini ulasannya.

Menggendong saat Hamil Boleh Saja, Namun Perhatikan Hal Ini

Biasanya, kondisi ini sering dialami oleh ibu yang menjalani kehamilan kedua dan seterusnya. Ketika anak rewel dan butuh perhatian ibu, salah satu hal yang mungkin dilakukan adalah meminta gendong pada ibu. Namun, apakah menggendong ketika hamil tidak memiliki efek pada kesehatan ibu maupun janin yang sedang dikandung?

Ibu hamil boleh saja menggendong anak, namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar kondisi tersebut tidak mengganggu kesehatan ibu serta janin yang berada dalam kandungan, yaitu sebagai berikut:

1. Pastikan Ibu Hamil dalam Kondisi Sehat

Tidak semua ibu hamil diperbolehkan untuk menggendong anak ketika menjalani masa kehamilan. Hindari menggendong anak ketika ibu merasa lelah dan tidak sehat. Cukup berbahaya memaksa untuk menggendong anak ketika ibu hamil merasa tidak sehat, karena kemungkinan terjatuh atau pingsan dapat terjadi.

2. Perhatikan Posisi Menggendong

Menggendong anak dengan posisi yang salah dapat menyebabkan otot menjadi tegang. Sebelum menggendong anak, pastikan ibu menekuk lutut dan jangan tegang di area perut. Menggendong anak secara tiba-tiba dapat membuat peningkatan aliran darah menuju otak. Kondisi ini dapat menyebabkan ibu hamil mengalami pusing, mual bahkan bisa pingsan ketika ibu mengangkat beban atau anak yang terlalu berat.

3. Perhatikan Usia Kehamilan

Ketika ibu memasuki usia trimester ketiga, yaitu saat kehamilan berusia 28-40 minggu, tubuh sudah mengalami tekanan yang cukup tinggi. Untuk itu, ibu hamil yang sudah memasuki usia trimester ketiga, sebaiknya hindari menggendong anak.

4. Perhatikan Berat Badan Anak

Sebaiknya jangan menggendong anak yang beratnya lebih dari 13 kilogram. Tidak ada salahnya ibu memberikan anak perhatian dengan cara yang lain agar anak tetap tenang dan tidak cemburu dengan adiknya. Ajak anak untuk melakukan kegiatan yang menarik secara bersama. Jangan lupa untuk libatkan anak ketika ibu mempersiapkan kebutuhan adik yang akan lahir.

Segera periksakan kondisi kesehatan ibu pada rumah sakit terdekat ketika ibu hamil mengalami beberapa gejala yang menjadi gangguan pada kehamilan. Diagnosis yang lebih cepat nyatanya memengaruhi pengobatan yang akan dilakukan.

Baca juga: Jangan Lakukan Ini di Trimester Ketiga

Tetap Perhatikan Risiko Menggendong Anak saat Hamil

Menggendong anak ketika hamil hampir sama dengan kegiatan mengangkat beban berat ketika hamil. Kondisi ini menyebabkan dampak pada kesehatan ibu maupun kesehatan janin dalam kandungan. Ibu yang masih sering menggendong anak atau mengangkat beban ketika hamil rentan melahirkan bayi dengan kondisi berat badan yang cukup rendah.

Baca juga: Ibu Hamil, Perhatikan 6 Mitos & Fakta Kehamilan Berikut Ini

Selain itu, ibu yang memiliki kehamilan berisiko seperti kelahiran bayi prematur, sebaiknya jangan menggendong anak di usia kehamilan berapa pun. Jangan lupa untuk jaga kesehatan ibu dan janin dalam kandungan dengan pemeriksaan kehamilan secara rutin, ya. 

Referensi:
Baby Center (Diakses pada 2019). Is It Safe to Carry My Toddler around When I’m pregnant?
Live Strong (Diakses pada 2019). Is Picking Up a Toddler Safe While You Are Pregnant?
The Bump (Diakses pada 2019). Can I Carry My Toddler While I’m Pregnant