Sering Diabaikan, Ini 6 Penyebab Cubital Tunnel Syndrome

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
penyebab cubital tunnel syndrome

Halodoc, Jakarta - Pernah mendengar istilah cubital tunnel syndrome sebelumnya? Kondisi ini terjadi ketika adanya penekanan atau peregangan pada saraf ulnaris, yaitu saraf yang berada di daerah lengan bawah di dekat siku. Ketika cubital tunnel syndrome terjadi, akan muncul rasa kebas pada jari manis dan jari kelingking, serta kelemahan pada tangan. Apa yang menjadi penyebab dari cubital tunnel syndrome? Ketahui ulasan selengkapnya berikut ini.

Baca juga: Begini Cara Metode Pengobatan Pada CTS Carpal Tunnel Syndrome

Penyebab Cubital Tunnel Syndrome yang Sering Diabaikan

Kenali penyebabnya, agar kamu dapat menghindari cubital tunnel syndrome. Berikut ini 6 penyebab cubital tunnel syndrome yang perlu kamu ketahui:

  1. Sering terkena benturan.

  2. Adanya tekanan pada saraf di tulang lengan atas, dan tulang hasta. 

  3. Adanya peregangan pada saraf di kepala.

  4. Adanya perubahan bentuk siku, yaitu siku yang melipat ke dalam.

  5. Adanya pembengkakan atau peradangan pada siku.

  6. Adanya pertumbuhan otot yang disebut dengan hypertrophy.

Kondisi ini dapat terjadi pada semua orang dan dapat bertambah parah seiring dengan berjalannya waktu. Namun dengan mengenali faktor risikonya, kamu dapat melakukan langkah pencegahan. Faktor risiko yang dapat memicu terjadinya cubital tunnel syndrome, antara lain:

  • Sering menjadikan siku sebagai sandaran, pada permukaan yang keras, dalam waktu yang lama.

  • Sering melipat siku dan menahannya dalam satu posisi dalam waktu yang lama.

  • Sering melakukan gerakan memutar, yaitu gerakan yang sering dilakukan oleh pemain bisbol. Gerakan ini dapat merusak ligamen pada siku.

Selain beberapa hal tersebut, saraf ulnar juga dapat rusak setelah terjadi cedera pada siku, atau penggunaan instrumen kerja yang banyak menggunakan kemampuan siku. Cubital tunnel syndrome merupakan kondisi yang terjadi karena adanya penekanan atau peregangan pada saraf ulnaris, yaitu saraf yang berada di daerah lengan bawah dekat siku.

Jika kamu memiliki sejumlah faktor risikonya, silahkan diskusikan dengan dokter ahli di aplikasi Halodoc untuk menentukan langkah pengobatan selanjutnya. Ingat, pengobatan yang tepat akan menghindarimu dari komplikasi yang membahayakan.

Baca juga: 5 Hal yang Perlu Diketahui Tentang Tarsal Tunnel Syndrome

Gejala yang Muncul pada Pengidap Cubital Tunnel Syndrome

Gejala umum yang akan dirasakan oleh sebagian besar pengidap cubital tunnel syndrome, antara lain:

  • Mengalami nyeri, kesemutan, serta kelemahan pada bagian siku dan beberapa jari. Gejala yang satu ini dapat kambuh ketika kamu sedang tidur, dan akan membuatmu terbangun pada tengah malam.

  • Mengalami kelemahan pada otot.

  • Mengalami kesulitan ketika meluruskan dan melipat siku.

  • Mengalami kesulitan ketika menggerakkan tangan atau jari-jari tangan.

Cubital tunnel syndrome merupakan salah satu jenis kerusakan saraf yang umum terjadi. Gejala dapat muncul dan dialami oleh semua orang. Namun, seseorang dengan obesitas akan memiliki risiko lebih tinggi untuk mengidap cubital tunnel syndrome.

Baca juga: 3 Fakta tentang Gangguan Neuropati yang Bikin Gerak Terbatas

Cubital Tunnel Syndrome, Apakah Bisa Dicegah?

Meskipun terlihat berbahaya, tetapi penyakit yang satu ini masih bisa dicegah dengan melakukan sejumlah pencegahan berikut ini:

  • Membatasi aktivitas yang dapat merusak saraf pada sendi siku.

  • Mencegah terjadinya cedera pada bagian siku.

  • Menjaga lengan tetap lurus saat beristirahat atau tidur.

Cubital tunnel syndrome akan muncul dengan rasa nyeri dari bagian siku yang menjalar hingga ke lengan bagian bawah. Kondisi ini akan mengganggu aktivitas harianmu, karena lengan akan sulit untuk digerakkan. Jika hal ini terjadi, segera diskusikan dengan dokter, ya.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2019. How does cubital tunnel syndrome occur?
American Society for Surgery of the Hand (ASSH). Diakses pada 2019. Cubital Tunnel Syndrome.