Sering Pusing Bukan Berarti Kena Kanker Otak

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Sering Pusing Bukan Berarti Kena Kanker Otak

Halodoc, Jakarta - Mendengar kata “kanker”, biasanya orang-orang langsung merasa ngeri. Apalagi bila terjadinya di sistem pusat tubuh, yaitu otak. Pasalnya, seluruh fungsi tubuh dikendalikan oleh organ ini istimewa ini. 

Coba bayangkan, sedikit saja masalah “kecil” terjadi pada otak, seperti kurangnya glukosa (bahan bakar otak), sudah bisa menimbulkan beragam keluhan. Apa jadinya bila masalah besar yang datang seperti kanker? Hmm, pastinya beragam keluhan siap menyerang tanpa ampun.

Lantas, seperti apa sih gejala kanker otak? Kira-kira, benarkah sering pusing menandai adanya kanker otak dalam tubuh? 

Baca juga: 5 Kebiasaan yang Memicu Kanker Otak

Bisa Kanker Otak, Bisa Pula Sederet Penyakit Lainnya

Pada dasarnya, ketika seseorang terserang kanker otak mereka akan mengalami berbagai gejala. Namun, gejala ini bisa berbeda-beda pada tiap pengidapnya. Gejala yang timbul bergantung pada ukuran, letak, dan tingkat perkembangan tumornya. 

Kanker otak ini akan menimbulkan gejala atau keluhan ketika tumor menekan bagian lain dari otak atau bertambah besar dan memenuhi ruang dalam rongga kepala. Lantas, seperti apa sih gejala yang umumnya dirasakan oleh pengidap kanker otak? 

  • Sakit kepala yang terjadi berulang dan semakin sering.

  • Kejang.

  • Mual dan muntah.

  • Pandangan menjadi kabur.

  • Sering mengantuk.

  • Rasa tidak enak pada badan.

  • Kelemahan pada otot tubuh, umumnya pada salah satu sisi tubuh.

  • Perubahan kondisi mental, seperti perubahan konsentrasi hingga ingatan.

  • Kesulitan berbicara.

Mungkin terdapat beberapa gejala kanker otak lainnya yang tidak disebutkan di atas. Oleh sebab itu, segeralah temui dokter bila mengalami gejala-gejala di atas. Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc.

Hal yang perlu digarisbawahi, sering pusing tidak selalu menandai adanya kanker otak. Sebab seperti penjelasan di atas, kanker otak memiliki beragam gejala lainnya selain sakit kepala berulang. 

Baca juga: Pola Hidup Sehat untuk Pengidap Kanker Otak

Di samping itu, sering pusing juga bisa saja disebabkan oleh berbagai kondisi kesehatan tertentu, antara lain: 

  1. Stres.

  2. Adanya masalah atau infeksi ada gigi.

  3. Anemia Defisiensi Besi

  4. Gangguan saraf, seperti penyakit Parkinson dan sklerosis ganda.

  5. Hipoglikemia, kadar gula yang terlampau rendah pada tubuh.

  6. Penyakit vertigo.

  7. Kondisi kurangnya oksigen dalam otak, bisa karena kelelahan akibat aktivitas fisik hingga merokok. 

  8. Hipotensi.

  9. Infeksi telinga.

Nah, untuk memastikan ada-tidaknya kanker otak, tentunya dokter akan melakukan berbagai pemeriksaan medis. 

Pemeriksaan Penunjang Bantu Deteksi Kanker Otak

Sama seperti penyakit pada umumnya, dokter akan mengawali wawancara medis sebagai langkah awal untuk mendiagnosis kanker otak. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, terutama pemeriksaan pada sistem saraf. Setelah itu, barulah dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang. Misalnya: 

  • Computerized Tomography (CT) scan, untuk menciptakan gambaran atau pencitraan otak dengan menggunakan sinar X.

  • Magnetic Resonance Imaging (MRI), untuk menciptakan gambaran rinci otak dengan menggunakan medan magnet berkekuatan tinggi dan gelombang radio.

  • Tes darah. Tes darah ini meliputi tes hitung darah lengkap, tes penanda tumor dan kimia, tes fungsi ginjal, serta tes ureum dan elektrolit. 

  • Elektroensefalogram (EEG), untuk merekam aktivitas listrik otak dan melihat adanya abnormalitas otak dengan menggunakan elektroda pada kulit kepala.

  • Biopsi dengan pengambilan sampel jaringan yang dicurigai sebagai tumor, untuk memeriksa jenis tumor dan menentukan penanganan yang paling sesuai.

Baca juga: 6 Makanan dan Minuman yang Tingkatkan Risiko Kanker Otak

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Diseases and Conditions. Brain Tumor.  
Cancer Council Australia. Diakses pada 2019. Brain Cancer.  
WebMD. Diakses pada 2019. Brain Cancer.